Assalamualikum wr.wb

 

Terima kasih Uni Ries atas informasinya megenai  adanya makam Dt Parpatih Nan Sebatang di Desa Munggu Selayo Solok .

Terus terang saya sebagai orang Solok belum pernah sekali juapun kesana , namun suatu saat pengen juga  . Keberadaan makam tersebut tersebut patut kita lestarikan , dan apakah sudah masuk dan diusulkan menjadi  cagar budaya sebagi tempat bersejarah dan tentunya untuk pemeliharaan dan perawatan makam akan lebih terjamin , karena Dt Perpatih Nan sebatang , dianggap sebagai ninik moyang orang Minangkabau , disamping Dt Ketemanggungan dan Puti Indojelita . 

 

Wassalam ; zul amry Piliang di kuta bali



ries woodhouse <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Tompaik mengkaji keunggulan Minang, untuak basaing sacaro global ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tambahan potensi wisata Di desa Munggu Tanah , kabupaten Solok, yang lokasinya dekat desa Selayo ada makam datuak Perpatih nan sabatang.  Untuk menemuinya sangat mudah kalau datang dari kota solok bisa naik bendi kira kira sepuluh ribu rupiah ongkosnya. Atau naik angkot dan turun dipasar selayo lalu naik ojek seharga dua ribu rupiah. Sayang makam nya belum terpelihara.

Ries Woodhouse (53) London

>From: zul amri <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [RN-Potensi] Ampang Kualo dan Pulau Belibis objek wisata yang sdh merana.
>Date: Mon, 13 Oct 2003 11:00:45 -0700 (PDT)
>
>Cysca , moderator potensi Yth :
>
>satu lagi yang ingin saya informasikan mengenai objek wisata di Kab . Solok.
>Ampang Kualo aslinya adalah tempat pacuan kuda di Solok , dan rata rata setiap ibukota Kab atau Kodya punya lapangan pacuan kuda .
>Ampang Kualo mungkin berasal dari kata adanya Kualo ( rawa ) yang diempang makanya dinamakan ampang kualo , dan kebetulan didekat ampang kualo tersebut juga terdapat sebuah objek wisata yang bernama Pulau Belibis , nggak jelas pula kenapa dinamakan pulau belibis , karena lokasi tersebut hanyalah sebuah danau kecil dan lebih tepat disebut telaga dan tidak ada pulaunya . Dilokasi ini kita akan menemukan bekas bekas tempat wisata yang tak terurus , dulunya mungkin pernah menjadi tempat tujuan wisata . Demikian pula dengan ampang kualo hanya ramai , kalau ada acara pacuan kuda sekali setahun . Ampang kualo ini telah digunakan sebagai ajang pacuan kuda dari jaman dulu , sejak kuda kuda dari Agam antara lain Bintang Mas dan Bintang Kejora merajai arena dan ikut berpacu disini di tahun 1960 - an.
>
>
>
>


Zul Amry Piliang di kuta bali


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Shopping - with improved product search

Kirim email ke