Cysca ! karena yang mengangkat masalah Ampang Kualo  dan Pulau Belibis adalah saya , maka saya akan coba jelaskan bahwa antara Ampang Kualo dan P. Belibis dengan Makam Datuk Parpatih Nan Sabatang tidak ada kaitannya , biar Cysca tidak konfuse . Jadi  Uni Ries memberikan satu tambahan informasi objek wisata baru , seyogyanya ( bukan se solo nya) judul postingannya juga berganti menjadi Makam Dt Perpatih Nan Sabatang . Tentang sejarah mengenai Dt Perpatih Nan Sebatang sungguh sangat panjang ceritanya , seperti yang sudah pernah ditulis para sejarahwan . namun belum ada satu kesimpulan yang menyebutkan sosok Datuk kita itu , siapa dia yang sebenarnya , ada yang menyebutkan dia hanya melambangkan sebuah ide , yang menjadi tatanan masyarakat Minang yang berlaku sampai saat ini . Dan sebuah buku yang mengulas tentang masalah Dt Parpatih Nan Sabatang dan Dt Ketemanggungan , ditulis oleh Dr Amir Syarifuddin , dan merupakan karya ilmiah untuk mendapat gelar doktor , dengan  judul "pelaksanaan hukum kewarisan islam dalam lingkungan adat minangkabau "  penerbit Gunung Agung Jakarta ( kalau Cysca belum punya bukunya akan saya  copykan ) . Makanya keberadaan makam tersebut masih perlu diperdebatkan , apakah sebuah mitos atau hal yang sebenarnya . wallahualam .  
 
 
Wassalam : zul amry ( 55 + ) urang solok di bali bukan di beli .   

Cysca <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Terima kasih banyak,
Apakah tempat makam tersebut yang namanya Ampang Kualo ?
Lalu P. Belibis, bagaimana ceritanya ?
Kedua tempat tersebut rusak seperti apa dan Datuk tersebut siapa (I mean : sejarahnya gimana ?)
 
Karena baru posting, boleh saya mohon untuk memperkenalkan diri di sini ? Meskipun udah lama di palanta. (saya yg justeru relatif baru di sini)
Saya malah nggak tau mestin manggilnya dengan sebutan apa ? (om/tante)
 
Maaf dan terima kasih,
"C"
 
----- Original Message -----
From: ries woodhouse Tambahan potensi wisata Di desa Munggu Tanah , kabupaten Solok, yang lokasinya dekat desa Selayo ada makam datuak Perpatih nan sabatang.  Untuk menemuinya sangat mudah kalau datang dari kota solok bisa naik bendi kira kira sepuluh ribu rupiah ongkosnya. Atau naik angkot dan turun dipasar selayo lalu naik ojek seharga dua ribu rupiah. Sayang makam nya belum terpelihara. Ries Woodhouse (53) London



Zul Amry Piliang di kuta bali


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Shopping - with improved product search

Kirim email ke