Dialog-dialog hati berikut mungkin pernah  menimpa kita or saudara-saudara kita. 
Semoga bermanfaat. Partisipasi & pertolongan kita sedang dinanti oleh �nya�.
===========================================================
TOLONGLAH dia�.
Aku sedih..aku luka..hatiku teriris
 pedih..
Lebih pedih tatkala pedang menghunus dada
lebih pahit tatkala pisau menikam kalbu.
Bagaimana aku tak sedih.
Di kala tombak mulai menghadangnya. (*)
Di  kala sederetan cobaan dan ujian 
mulai terasa menyentuh benteng pertahanan kemuslimannya
Dia mulai berprasangka buruk kepada Tuhan.
Tanpa sadar, hidup yang dianggapnya pahit perlahan-lahan menghapus nama Allah dalam batinnya, ia mengeluh bahwa Allah serasa tak adil. Bangunan keyakinan yang selama ini dibangunnya,
mulai terlihat condong. Keyakinannya bahwa akan ada hari perhitungan,
ada kampung akhirat, perlahan-lahan mulai tak tercerna.
Lalu dengan setengah takut dia melontarkan pertanyaan, �Di manakah Allah ???
Kasihan dia����
Dia tampak begitu lemah dengan semua yang menimpanya
Dia  tak bisa bertahan 
Tolonglah dia�.
Dia sedang menanti pertolongannmu�.
===============================================================

Nb. (*) Uni Ima, maaf�, pada bait 1 tulisan Uni (Jati Diri) dikutip,
& belakangnya diganti.
+ berbagai rangkuman

Salam, Lili


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Shopping - with improved product search

Kirim email ke