|
Suatu senja di Australia,
saat saya sedang berkumpul bersama teman-teman di halaman sekolah, saya melihat
bulan sabit dan bintang berdekatan. Tak lama kemudian, setelah saya renungkan,
saya baru sadar bahwa pemandangan yang amat menakjubkan itu seringkali saya
saksikan di Tanah Air. Tapi, dimana ya ? Tamara Nathalia Christina
Mayawati Bleszynski, itulah nama lengkap saya. Tapi saya lebih dikenal dengan
nama Tamara Bleszynski. Papa saya berasal dari Polandia, Eropa Timur. Ia
beragama Kristen Katolik. Sekangkan mama bernama Farida Gasik, orang jawa
Barat, beragama Islam. Karena orang tua saya bercerai, akhirnya saya ikut papa
dan sekaligus mengikuti agamanya. Berawal dari rasa penasaran
dan ketertarikan itulah saya mulai mempelajari beberapa buku mengenai Islam. Saya
juga membaca Al-Qur'an untuk mengetahui dan membandingkan ajaran yang saya
peluk dahulu. Ternyata ajaran-ajaran Al Kitab itu ada juga dalam AlQur'an,
seperti kisah Nabi Isa. Namun Al-Qur'an lebih komplit, dan sisi pandangannya
berbeda dengan keyakinan yang selama ini saya anut. Setelah melalui proses
pengamatan dan belajar selama beberapa bulan, akhirnya saya putuskan untuk
memeluk agama Islam. Walaupun papa seorang
Katolik, toh ia sudah
tinggal di Saya juga menggunakan kaset
penduan shalat. Mula-mula saya shalat memakai earphone, sambil mendengarkan petunjuk dari tape recorder. Tak sampai
satu bulan saya sudah hafat
semua bacaan dan gerakan shalat.
Alhamdulillah, saya sudah dapat menjalankan
shalat Saya berdoa agar dapat
jodoh yang seiman dan mampu membimbing
saya dalam beragama. Ternyata Allah mengabulkan doa
saya. Saya mendapatkan seorang pemuda muslim
dari keluarga keturunan Arab-Aceh. Namanya Teuku Rafli
Pasha, 24 tahun, anak kedua dari Saya dan Rafli sudah lama saling
mengenal. Waktu itu kami bertemu di sebuah restoran di Jakarta. Sejak
perkenalan itu, dalam tempo satu bulan kami mulai akrab, dan berusaha untuk
lebih mengenal satu sama lain. Akhirnya kami saling mencintai, dan juga
mendapat restu dari orang tua kami, sehingga kami memutuskan untuk sekalian
meresmikan pernikahan menjadi suami istri di Tanah Suci. Saya mendapatkan figur
Rafli seorang yang ulet bekerja walau ia adalah lulusan Nortuidge Military
College dia meraih gelar master dari Boston University, Amerika Serikat Tapi ia
sangat taat beribadah. Ini yang saya dambakan . Kini suami saya bekerja di
Uninet Jakarta. Suami saya menyadari bahwa
saya yang dipersunting telah memiliki karir yang cukup mapan sebagai model,
model iklan, dan bintang sinetron, sehingga ia tidak melarang karier yang
sedang saya jalani ini. Walaupun demikian, saya harus membatasi diri. Apa yang
baik atau tidak baik untuk keluarga. Untuk itu saya memohon doa dari para
pembaca, semoga saya menjadi muslimah yang baik dan dapat membina keluarga yang
sakinah. (Agus Salam/Albaz) Dari "Saya Memilih Islam" - Gema Insani Pres, yang pernah
dimuat Tabloit Jum'at "Mengapa Aku pilih Islam |

