Rahima ! sekali kali ngomong santai gpp kan ? masak serius terus , Saya tertarik sekali karena katanya Rahima pernah tinggal di Siantar , yang kebetulan adik saya juga tinggal disana sejak th 1976 , bekerja di Rumkit Tentara Jl Simanuk Manuk .
Saya pernah berkunjung ke Siantar menengok adik lebih kurang seminggu , dan banyak yang berkesan bagi saya selama berkunjung kesini . Terutama ya itu lho becak motor di Siantar yang kebanyakan menggunakan motor motor tua seperti Java , BMW , dan suara motor itu yang bikin lucu ajah , seperti suara motor rusak . Berbicara masalah becak motor ini , rupanya setiap daerah punya ciri khas sendiri sesuai inovasi yang dipunyai , seperti di Sidempuan , kebanyakan pakai Vespa atau Bajai , sebagai motor penggerak . Beda lagi kalau di kam pung saya Solok umumnya menggunakan motor bebek honda ataupun Yamaha . Angkutan versi baru ini , telah mengurangi pandapatan kusir bendi sebagi moda angkutan tradisional yang semakin terpinggirkan .
Selain itu karena disini banyak perkebunan kelapa sawit , dan setiap habis gajian , kota Siantar penuh dengan buruh buruh Pujakesuma ( putra Jawa kelahiran Sumatera , berbelanja kebutuhan se � hari hari dan para pedagang untung besar , karena dagangannya laris manis.
Satu lagi saya pernah mengunjungi objek wisata daerah pemandian , namaya saya lupa, semacam air batang tabik , yang di Payakumbuh . Debet airnya cukup besar dan membentuk sungai kecil yang konon katanya mata air tersebut berasal dari danau Toba , benar nggak Rahima ?? .
Objek wisata D. Toba menurut saya , kurang menarik karena banyak sekali calo calo disana yang menawarkan jasa , entah untuk menyewakan perahu ataupun alas tikar dipinggir danau , dan kurang memperhatikan kenyaman pengunjung .
Wassalam :
Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamualaikum.Wr.Wb.
Da Zul,apakah yang dimaksudkan " babi ",yang da Zul
sebutkan tersebut " Babi ",yang termasuk binatang yang
diharamkan dalam Al Qur'an,atau Babi yang lain kali.
Hmm,.kalau babi yang diharamkan,jangankan
berburu,ngelihat muncungnya aja sudah geli da
Zul,.iiiihhhh,..salah satu yang membuat saya ngak mau
tinggal di Medan,karena banyak babinya itu da Zul. (
selama ini saya tinggal di Siantar,bukan di
Medan,dimana sering saya lihat babi berkeliaran ).
.
Wassalam.Rahima.
--- zul amri <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
>
> Berburu babi atau ciliang = kandiak , adalah
> merupakan hobby sebagian masyarakat Sumbar . Setiap
> minggu ada saja acara berburu yang dilaksanakakn ,
> berpindah pindah dari satu lokasi ke lokasi lain ,
> dan biasanya dilaksanakan pada akhir pekan , dan
> para perburu datang dari bermacam daerah Dati II di
> Sumbar , lengkap dengan segala macam atribut
> perburuan dan tak lupa dengan si Lupak ( anjiang )
> dibawa serta sebagai andalan
>
> Berbicara mengenai anjiang paburu , biasanya
> penggemar anjing mendatangkan atau import dari Jawa
> barat , konon anjing dari Banten dan Tasikmalaya ,
> sangat piawai didalam perburuan dan berkelahi dengan
> celeng . Di arena perburuan dibangun suatu basecamp
> atau bahasa minang disebut � karam � , sekaligus
> sebagai meeting point untuk mengatur strategi
> perburuan dan juga difungsikan sebagai arena untuk
> mengisi lambuang dengan berbagai makanan setelah
> capek berburu . Lokasi Bukit Gombak dan Batu Laiang
> di kenegarian Saok Lawas adalah suatu daerah
> perburuan yang pernah melaksanakan acara kegiatan
> baburu ciliang dan kandiak . Kegiatan kegiatan
> seperti ini kalau di kelola secara baik dan
> terjadwal rapi akan bisa meningkatkan potensi wisata
> sekalian menyalurkan hobby dan rekreasi sekaligus
> menambah pendapatan penduduk setempat .
>
>
>
> Wassalam : zul amry ( 55 + ) di kuta bali
>
Zul Amry Piliang di kuta bali
Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Shopping - with improved product search

