Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Rahima writes: > > Didalam Al Qur'an terdapat kurang lebih 750 > ayat,bahkan 1000 ayat menurut penelitian ( hampir > seperenam dari 6226 keseluruhan ayat Al Qur'an > ),sementara ayat-ayat hukum hanya sekitar 150 > ayat.lalu mengapa ayat hukum yang cuman 150 ayat > tersebut ,kita dapat menghasilkan dan mewarisi > buku-buku Fiqih,sementara buku-buku ilmiyah hanya > beberapa gelintir saja > > ( kemana ulama fhisika,metafisika,geologi,Ilmu > kelautan,antariksa,perbesian,pertambangan,pertanian,kehutanan > dan lainnya dari ummat islam,kemana mereka larinya > ,kemana karya-karya mereka yang dapat dihidangkan > untuk pembaca Islam ,apakah kita hanya mengharapkan > ulama agama saja yang melakukan semua aktifitas > itu,kemana ulama-ulama yang bergerak dibidang > ini,ataukah kita hanya menunggu hasil karya > Eropah,Barat sana ? Tidak bukan,! Tentu yang > diharapkan adalah buah karya ulama yang bergerak > dibidang ini,jangan sampai lupa,pengertian ulama ini > sangat luas,tidak hanya sekedar ulama yang hanya tahu > masalah agama doank,dikatakan ulama.Tidak ini > pengertian yang salah kaprah.Ulama itu adalah orang > yang ahli dalam bidangnya ). > > Assalamualaikum WW Rahima saya sangat mendukung bahwa saat ini kita umat Islam membutuhkan "sarjana Islami" yang tangguh. Sebab pengembangan Islam tidak dapat hanya diserahkan kepada "sarjana Islam" saja. Kalau dapat anak umat Islam yang sekolah di sekolah umum atau yang ingin menempuh jalur umum dalam mencapai kesarjanaannya diperlukan tambahana pelajaran atau ekstrakurikuler mungkin dibidang agama. Atau satu pilihan (saya memilih ini), selama paling kurang 3 tahun sekolah menengahnya melelui pesantren. InsyaAllah mereka dapat menjadi sarjana Islami nantinya. Dengan begitu, kerja sama sarjana Islam dengan sarjana Islami dalam memajukan Islam akan dapat dipacu dan dipercepat. Islam rahmatan lilalamin. Jadi Islam harus diterjemahkan secara ilmiah dan diterima dengan akal secara logika. Mungkin tidak semua tapi porsinya dapat diperbesar dengan berkembangnya pemikiran manusia. Tidak dapat diterima dengan logika, mungkin itu karena logika kita belum nyampai saja, maka buru terus .... buru terus kembangkan Islam, tapi awas jangan sampai melemahkan ke-Islaman kita tentunya. Saya ingat pernah berdiskusi sederhana dengan seorang yang terpandang di desa 100 Janjang, Desa di Canduang. Beliau tamatan kelas tujuah (Pesantren) dan kebetulan mamak saya juga. Saat itu TV belum ada di Sumbar. Ceritanya begini, dalam suatu diskusi di ruang tamu, timbul satu pertanyaan oleh saya: "Apa mamak belum percaya orang telah mendaratkan kakinya di bulan? Apa mamak belum percaya orang berbicara di Jakarta pada saat yang sama dapat kita tonton disini?" Mau tahu apa jawaban beliau: "Apo itu indak kecek dek inyo nan sadang mamacik sajo tuh?". Karena pembicaraan tidak nyambung maka di stop sampai disitu saja oleh kakak saya saat itu. Kelihatannya kuno dan sepele, hanya karena beliau itu memang kurang informasi dan fikirannya belum nyampai, maka susah mempercayainya. Begitu jugalah dengan manusia secara umum. Mungkin tidak dapat diterima oleh logikanya saat ini. Tapi bisa saja nanti beberapa tahun kemudian setelah melalui proses dan pembuktian ilmiah, dapat diterima logikanya. Ingat perbantahan bumi bulat telur, sampai ada justifikasi: "ayat telah kedaluarsa"? Pada hal pikiran belum nyampai. Wassalamualaikum WW Darul ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ---------------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ========================================

