Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan 
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: 
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

AIR  MATA  UNTUK-MU

Telpon selular yang senantiasa menyenandungkan nada nasyid itu hampir selalu berbunyi 
dalam jarak yang tidak terlalu lama.  Terkadang dengan mata berlingkar hitam dan 
rambut yang berminyak karena keringat, ia pulang dengan senyum yang masih lebar, 
biasanya selalu lewat tengah malam. Kadang setelah itu, selepas subuh, ia sudah 
kembali ergi memenuhi panggilan dakwah.

Ustadz Fakih, begitu beliau senantiasa dipanggil. Hampir tidak ada waktu yang tersisa 
bagi kepentingan pribadinya kecuali saat ia bersujud shalat dan qiyamullail. Dalam 
tempo-tempo yang normal, ia hanya memiliki waktu 10 hari dalam sebulan untuk 
keluarganya, 20 hari yang lain ia telah ada dimana-mana mengunjungi banyak kalangan di 
seantero nusantara yang menjadi tanggung jawab dalam dakwahnya. Syukur kehadirat-Nya, 
ia dikaruniai istri yang begitu tegar dan mandiri mendampinginya. Hampir selalu tanpa 
keluh walau ia lebih banyak sendiri mengurus anak-anak mereka yang berjumlah sepuluh 
orang.

Hari-hari terakhir, negeri ini semakin genting. Harga-harga melambung, bagian-bagian 
negeri yang ricuh dengan isu SARA dan perpecahan, pornigraphy yang marak di 
mana-mana,kemaksiatan yang merajalela, membuat dirinya begitu larut dalam kepentingan 
dakwah. Tiga hari tiga malam sudah mata ustadz Faqih tidak terpejam barang sedetikpun. 
Aktifitas fisik dan pikitnya luar biasa. Maka, ketika menginjak hari ke empat, ia 
telah sampai pada puncak kelelahan yang luar biasa. Tubuh dan pikirannya serasa tak 
lagi kuat menyangga apapun. Dadanya terasa sesak karena berhari-hari tidak tidur, 
kepalanya memberat karena beban dakwah  yang terasa sulir untuk di letakkan barang 
sejenak. Ustadz Faqih begitu lelah.

Maka, dalam langkahnya yang memberat, beliau mengambil air wudhu kemudian menegakkan 
shalat lail dengan niat mengadu kepada-Nya. Perlahan dibacanya Al-Fatihah dengan suara 
pertengahan antara sirr dan jahr, meresapi satu demi satu ayat Ummul Kitab, merintih 
padaNya dengan surat Al-Anfaal. Suaranya turun naik perlahan dengan dibarengi sedu 
sedan karena kelelahan yang luar biasa.

Ustadz Faqih menangis sejadinya. Sejadinya ! Tubuhnya bergetar karena isak tangis dan 
penyesalan atas keterbatasannya menyangga beban dakwah. Bergetar karena gelora tangis 
memohon kekuatan. Demikian, hingga rakaat terakhir.

Wahai saudaraku, rezki apakah yang dikaruniakanNya setelah itu ? Kelelahan Ustadz 
Faqih hilang lenyap, tak berbekas sama sekali, seakan ia tidak pernah terjaga selama 
tiga hari tanpa tidur sedetik pun

Mahasuci Dia Sang Pemilik Kekuatan

Izzatul Jannah

Dikutip dari Buku :  Bukan di Negeri Dongeng - Kisah Para Pejuang Keadilan   

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com 
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================

Kirim email ke