Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Assalamualaikum.Wr.Wb. Benar buat uni Evi. Ini salah satu yang saya maksudkan.Selain jawaban yang sudah saya balas itu.Tapi yang paling saya maksudkan adalah,seseorang yang bekerja di kantor,dari pagi-siang,bahkan tak jarang malam hari.Orang tersebut memang bagus sekali mencari nafkah buat keluarganya,karena ini merupakan suatu kewajiban yang harus dari Allah SWT. Tapi tak jarang pula orang tersebut melalaikan kewajiban pokoknya berupa ibadah yang wajib juga,terhadap hak Allah.Yang paling kongrit yang ini dianya " Shalat Lima Waktu ",apalagi kalau bulan puasa yad,sudah barang pasti itu kewajiban juga,jangan-jangan karena cape kerja di kantor,demi anak istri,puasa dan ibadah lain yang WAJIB,ditinggalkan. Padahal bukankah Allah sudah mengingatkan kita agar jangan lalai kewajiban pada Allah hanya karena memenuhi kebutuhan anak dan istri.Bukankah Allah sudah peringatkan,agar lelaki waspada terhadap istri dan anak,karena tak jarang lelaki tergelincir pada perbuatan ,yah katakanlah Korupsi,Nepotisme,Kolusi,atau apalah namanya,hanya karena memenuhi permintaan istri dan anak yang semakin besarnya.Dimana waktunya juga sibuk mencari harta,yang kita tahu harta itu kalau dicari tidak akan pernah habis-habisnya. ( dalam hal ini juga istri dan anak salah,karena ngak tahu kondisi dari kemampuan suami/ayah ,seharusnya mereka sadar,lelaki itu dalam mencari nafkah punya batasan( wong tangan dan kakinya juga cuman sepasang-se pasang ),sikap anak dan istri haruslah mendukung,mengingatkan,suami agar selalu ingat perintah Allah( jangan asyik kerja melulu ),dan juga mencegahnya dari berbuat korupsi tersebut,dengan tidak banyak meminta ).Silahkan lelaki cari duit yang sebanyak-banyaknya,tapi jangan sampai lupa kewajiban terhadap Allah.Itu saja. Sementara orang yang suka beribadah melulu dalam Mesjid,tanpa memperhatikan kebutuhan anak dan istrinya.Yah...gimana gitu yah,..emangnya istri dan anak makan apa di rumah,.?Apa harus mengharap belas kasihan dan uluran tangan dari jemaah saja,.? Idiiihhh,ogaah,.syukur kagak punya suami kaya begituan.Kalau mau shalat jamaah di Mesjid,wah..bagus sekali,silahkan lelaki aktif di organisasi mesjid,kita juga bangga,punya suami memperhatikan urusan Ummat. Tapi tidak harus mengesampingkan kewajiban utama tohk..? ( sama persis dengan eksistensi wanita karier,ingat ibadah,ingat kewajiban terhadap suami dan anak,juga ingat kariernya ) Istri juga butuh suami disisinya khan,.emang kita kawin sama Mesjid doank..? kawini aja mesjid itu sekalian,kalau saja ada suami yang dari pagi-malam,kerjanya cuman dzikir melulu di Mesjid,pulangnya cuman malam doank,bahkan tak jarang ngak pulang-pulang sama sekali,hanya karena urusan ritual pada Allah semata. Allah juga ngak suka orang semacam ini koq.Agama di ciptakan untuk semua,dan bersifat netral,pertengahan, Moderat ( sesuai dengan Firman Allah," Dan kami jadikan kamu Ummat yang bersifat Netral,pertengahan ") dengan arti kata Dunia di gapai,akhirat di cari juga.Ini mah,.baru suami yang ideal ( hihihi )>Jadi silahkan beribadah di Mesjid,dan silahkan juga cari duit sebanyak-banyaknya,tapi kedua-duanya harus diseimbangkan. ( Wah..ini istri yang amat kritis sama suami deh kayanya..heheheh..untung sudah ada yang miliki,kalau belum,.kacau deh,kemungkinan,bakalan takut,dan lari lelaki dari saya,kalau tahu segini amat kritisnya saya dalam masalah agama ). wassalam.Rahima. --- " -- (*o*) --" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Server mailing list RantauNet berjalan atas > sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak > yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan > klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > > Dear Om Prapat, > > Sementara nungguin jawaban Ima yang lengkap, aku > juga ikutan nimbrung ya... > > Kalau tak baca lagi soal tulisan Ima yang > membicarakan soal ibadah di Masjid, maksud doi yang > sebenarnya adalah melakukan "ritual" dari sebuah > ibadah, jadi dalam arti ibadah dalam skop yang lebih > kecil. Sementara kewajiban mencari nafkah yang Om > prapat maksud walau masih bisa dimasukan kedalam > "ritual" ibadah, namun lebih kena jika dimasukan > kedalam skop ibadah yang lebih besar atau ibadah > umum. Menurut sauya sih, sangat masuk akal jika > Rasulullah tidak begitu merestui jika kita maunya > cuma melakukan ibadah ritual mulu dan melupakan > ibadah yang lain. > > Begitulah Om Prapat dan Dek Ima. Kalau ada salah2 > tafsir, mohon dimaapken ya... > > --Gm > > ----- Original Message ----- > From: "darul" <[EMAIL PROTECTED]> > > > Rahima writes: > > > > > Iyah,.malah Rasulullah pernah bilang,Usaha sendiri > itu > > lebih baik,ketimbang beribadah terus di > mesjid.Allah > > suruh kita bekerja,bukan beribadah melulu.Tapi > ngak > > kerja sepanjang hari,lupa ibadah.Itu gunanya Allah > > ciptakan Malam dan Siang. > > > > Assalamualaikum WW > > Rahima, saya mau nimbrung pembicaraanmu dengan Ely > ini, mau > nanya: Apa bekerja untuk keperluan keluarga itu > bukan > ibadah, sedang dia adalah kewajiban? Menurut saya > menjalankan kewajiban adalah suatu ibadah penting. > Tolong > klarifikasi. > > Wassalamualaikum WW > Darul > > > > > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet > http://www.rantaunet.com > Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > Isikan data keanggotaan anda di > http://www.rantaunet.com/daftar.php > ---------------------------------------------------- > Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan > ke: > http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php > ======================================== __________________________________ Do you Yahoo!? The New Yahoo! Shopping - with improved product search http://shopping.yahoo.com ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ---------------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ========================================

