Kongres Kebudayaan Nasional V di Bukit Tinngi
KKN V akan berlangsung hari ini di kota wisata Bukittinggi sampai tgl 23 Okt 2003.
Inilah kongres yang cukup unik , demikian pendapat I Putu Setia , seorang pengamat budaya dari Bali , kenapa demikian ? Karena yang berkongres bukan sebuah organisasi yang punya pengurus daerah dan pengurus pusat . Dalam kongres tak ada pemilhan pengurus apapun . juga tak membicrakan program kerja . Paling yang dibicarakan strategi kedepan , dan itupun bisa berhasil bisa pula tidak . Inilah kongres kebudayaan . Kata kebudayaan disini bukan nama partai politik , kata itu tak laku untuk nama partai
Tetapi dalam soal ribut ribut , kongres ini tak mau kalah , jauh sebelumnya sudah ada yang ribut . Untuk apa mengadakan kongres yang aneh ini sampai yang kelima kalinya , apa hasil kongres I s/d ke IV ? Yang paling diributkan adalah siapa saja yang hadir pada kongres tersebut . Kongres ke V yang akan diselenggarakan di Bukittinggi mulai besok , sama seperti kongres kebudayaan sebelumnya sepenuhnya dibiayai pemerintah , karena dibiayai pemerintah , maka pemerintah punya hak prerogatif untuk menentukan siapa yang hadir pada kongres tersebut . Disinilah peluang dimana para birokrat yang mengurusi bidang kebudayaan mementingkan dirinya sendiri dan mereka memilh dirinya untuk lebih dahulu untuk berangkat . Maklum ada uang jalan , akomodasi , uang saku dan sebagainya . Para pemikir kebudayaan dan bukan birokrat nomer dua . Kongres kebudayaan seperti ini sering dijuluki kongres kebudayaan �plat merah �. Karena peserta kebanyakan pejabat atau staf dinas kebudayaan dan setingkat itulah .
Apa yang kemudian diharapkan dari kongres kebudayaan seperti ini? Tak begitu banyak hasil yang bisa menjadi masukan dalam menyusun strategi kebudayaan . Masalahnya bukan pesertanya yang kurang aktif , tetapi bahan yang dibawa ke kongres umumnya bahan bahan lokal , inilah yang sering dikeluhkan oleh budayawan �bukan plat merah�, kemudian menuduh para birokrat itu hanya mementingkan kepentingan daerah , Kalau kepentingan daerah yang diutamakan , bagaimana rumusan dan strategi kebudayaan nasional ? ( Balipost 18 Okt 2003 )
Zul comment :
Paling nggak KKN V di Bukittinggi ini telah membawa berkah buat pariwisata di Bukittinggi khususnya dan Sumbar pada umumnya , karena hotel hotel di BT : fulbooked , dari tanggal 18 s/d 23 Oktober 2003 , dan patut kita syukuri oleh seluruh anggota rantaunet , yang saat ini sedang bersitungkin ( istilah sanak Drul ) membicarakan upaya peningkatan pariwisata Sumbar , Selamat berkongres �
Zul Amry Piliang di kuta bali
Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Shopping - with improved product search

