Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Deklarasi Lomba Lintas Alam Mentawai 2003 Siberut adalah sebuah pulau yang sangat istimewa. Pulau ini menjadi perhatian dunia terutama karena memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Disamping itu terdapat kebudayaan Neolitik yang sudah berumur ratusan tahun yang sampai sekarang masih tetap terpelihara dengan baik. Pulau Siberut sudah terpisah dari daratan Sumatera semenjak ribuan tahun yang lalu dan spesies flora dan faunanya sudah terisolasi dengan baik dan berbeda dengan spesies yang ada di daratan Sumatera. Hampir 65% spesies fauna dan 15% floranya bersifat endemik. Yang paling menarik di Siberut adalah 4 jenis primata endemik yang hanya ditemukan di Siberut dan Kepulauan Mentawai lainnya yaitu Bilou (Hylobates klossii), Joja (Presbytis potenziani), Simakobu (Simias concolor) dan Bokkoi (Macaca pagensis). Siberut juga memiliki 7 tipe ekosistem yang sangat menarik untuk diteliti yaitu: hutan primer dipterocarpaceae, hutan primer campuran, hutan dipterocarpaceae regenerasi bekas tebangan, hutan rawa sagu, hutan mangrove dan hutan pantai. Oleh karena keunikan tersebut dan dipandang perlu untuk tetap mempertahankan hutan di Pulau Siberut, Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kehutanan telah menetapkan hutan konservasi seluas 190.500 hektar sebagai kawasan Taman Nasional Siberut berdasarkan Surat Keputusan Menhut No. 407/Kpts-II/1993 tanggal 10 Agustus 1993. Sebelum itu pada tahun 1981 UNESCO melalui Program Man and Biosphere (MAB) telah menetapkan Siberut sebagai salah satu cagar biosfir di Indonesia. Pada saat sekarang kondisi Cagar Biosfir Siberut dimana disana ada Taman Nasional Siberut telah mengalami degradasi dan kerusakan semenjak dikeluarkannya izin Hak Penguasahaan Hutan (HPH) dan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) oleh Pemerintah. Adanya HPH dan IPK ini bukan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tapi malah menciptakan konflik internal di tengah-tengah masyarakat. Masyarakat bukan bertambah maju tetapi ketergantungan mereka semakin meningkat sementara sumber daya hutan mereka semakin habis. Melihat kepada kondisi saat sekarang, kami merasa terpanggil untuk menghimbau kepada pihak-pihak pengambil kebijakan untuk: Mengecam terjadinya berbagai bentuk kegiatan eksploitasi yang terjadi di Pulau Siberut dan diharapkan peran serta seluruh institusi dan masyarakat secara terpadu untuk menghentikan kegiatan eksploitasi tersebut. Segera mencabut seluruh izin HPH dan IPK yang telah dikeluarkan. Berikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada masyarakat Siberut untuk menentukan pilihannya sendiri dalam mengelola sumber daya alam berdasarkan nilai-nilai konservasi dan kearifan tradisional. Segera ditinjau kembali kebijakan-kebijakan yang tumpang tindih dari institusi terkait. Demikian deklarasi ini dibuat dan ditandatangani bersama-sama demi kemajuan Siberut dimasa yang akan datang. Lomba Lintas Alam Mentawai 2003, Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan Tanggal 3 Oktober 2003 Mapala Svarna Dwipa (Fakultas Peternakan UNAND) Gemapala (Padang) Buana Lestari (Payakumbuh) Mapala Alpichana Meru (IAIN Imam Bonjol Padang) Sispala SMUN 1 Ma. Siberut (MUARA SIBERUT) WALHI SUMBAR Agus Teguh Prihartono Ketua Lomba Lintas Alama Mentawai 2003 Antonina TB Sihombing Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Andi Kepala Balai Taman Nasional Siberut Ir. TRI PRASETYO Conservation International Indonesia W. Boyce ===== Lautan Sati Rantau Batuah Sutan Palito Alam __________________________________ Do you Yahoo!? The New Yahoo! Shopping - with improved product search http://shopping.yahoo.com ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ---------------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ========================================

