Saya mengomentari no. 2
Pernah dulu mencoba untuk di kirim ke luar dengan mengirimkan contoh, kebetulan ada teman yang sudah sering ekspor ke luar (beliau ini sekali kirim 2 s/d 5 kontainer per bulan) persisnya ke Belanda, yaitu keripik kentang, kemudian di Belanda di kemas yang bagus dan di distribusikan ke negara lain.
Masalahnya makanan kita terlalu banyak mengandung minyak, (minyak goreng) dan bumbunya yang tidak cocok dengan lidah orang sana.
 
Salam,
Erwin M.
 
-----Original Message-----
From: Cysca [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 21 Oktober 2003 12:30
To: Rantaunet
Subject: [RantauNet.Com] makanan kering khas sumbar

Maaf kalau pertanyaan saya ini basi karena udah pernah dibahas di RN ato Bilik Ekonomi, saya belum pernah tahu sih.
 
 
Begitu banyak produk lokal makanan jadi seperti : kerupuk sanjai/balado, kerupuk taleh, jagung goreng, bareh randang, batiah, (....mm...apalagi...banyak sih) khas sumbar.
 
Pertanyaannya adalah :
1. Seberapa besar pemasarannya ke luar Sumbar ?
    Sebab, di Jakarta yg peluang pasarnya besar, ternyata membelinya harus ke...??? mungkin Pasar Senen ato Tanah Abang ?
 
2. Mungkin dong kemasannya diperbagus, seperti dikemas ke dalam kaleng. Jadi bisa ekspor ke luar. Termasuk ada tanggal kadeluarsa segala.
 
 
Mungkin banget kan pertanyaan saya basi karena ekspor makanan tersebut sudah berjalan dan sukses, ato belom ?
 
 
Makasih
"C"
 
 
 
 
 
 
 

Kirim email ke