alaikum salam,
Karena aku disapa uda Syaf, aku balasnya dengan menyebut de' Ima aja ya. Makasih maafnya..lucu juga aku tadi, ngomongnya gitu. . Ada sebagian yang menafsirkan memang seolah manusia itu berleluhur kera ( kata Darwin), padahal Darwin tak pernah mengatakan itu. Kera and Man punya jalur evolusi yang beda, cuman dimana bedanya yang sampai sekarang belum diketemukan (missink link namanya). Yang Pasti spesies manusia itu Homo..bukan Ape. Dan Yang buat saya heran persoalan Link ini blon selesai, knapa udah di tuding bohong ya. Satu lagi komponen survival of the fittest itu jadi format hukum kehidupan juga. Teman-temanku yang di Litbang Kompas itu juga ngapain aja baca begini...hehe...Mungkin kritik dan kebohongan ini jatuh pada kecendrungan biological determinism ya
Salam
Y.Syafri

Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Assalamualaikum.Wr.Wb.

Makasih uda syaf sudah menyadari sebelum saya
menangkis.Lha,.kan saya cuman mengcopy dari kompas (
sumber saya sebutkan ),dan saya sendiri belum
memberikan komentar apapun dari tulisan kompas itu. (
Koq orang-orang pada ribut,sebelum menyadari apa isi
yang saya tulis,..hehehehe,..),saya sependapat
koq,mengenai evolusi dengan artian semua makhluk di
muka bumi ( bukan manusia aja ),ngak pernah terlepas
dari evolusi. ( ingat pelajaran SMP jadinya )


Tapi teori evolusi Darwin mengenai kejadian manusia
itu sekarang sudah dikatakan " kebohongan ",oleh
ilmuwan sekarang .( heheheheh,saya jadi ketawa sendiri
nih.. )

Wassalam.Rahima.


--- yulizar syafri <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
> Ibu rahimah, jangan marah ya, saya tadi cuman
> berandai-andai klo ibu yang membuat tulisan itu.
> Buat saya Kompas itu emang sialan, padahal di
> Litbang Kompas banyak teman2 saya yang sejak mudanya
> dulu penganut evolisionisme...dan sekarang masih
> setia dengan ituhe..he..he
> Salam Kangen
> Y
>
> Rahima <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
> Server mailing list RantauNet berjalan atas
> sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak
> yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan
> klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
>
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
>
> Assalamualaikum.Wr.Wb.
>
> Ini saya copykan dari salah satu surat kabar "kompas
> "
> kalau tidak salah buku-buku mengenai hal ini banyak
> terbit di Indonesia.
>
>
>
> KESIMPULAN: EVOLUSI ADALAH SEBUAH KEBOHONGAN
>
> Masih banyak bukti dan hukum-hukum ilmiah lain yang
> menggugurkan teori evolusi. Namun dalam buku ini
> kita
> hanya membahas beberapa di antara-nya. Itu pun
> seharusnya sudah cukup untuk menyingkap se-buah
> kebenaran terpenting. Meskipun ditutup-tutupi dengan
> kedok ilmu pengetahuan, teori evolusi hanyalah
> sebuah
> kebohongan; kebohongan yang dipertahankan hanya
> untuk
> kepentingan filsafat materialistis. Kebohongan yang
> tidak berdasarkan pada ilmu pengetahuan tetapi pada
> pencucian otak, propaganda dan penipuan.
> Berikut ini adalah rangkuman dari pembahasan sejauh
> ini:
> Teori Evolusi Telah Runtuh
> Sejak langkah pertamanya, teori evolusi telah gagal.
> Buktinya, evolusionis tidak mampu menjelaskan proses
> pembentukan satu protein pun. Baik hukum
> probabilitas
> maupun hukum fisika dan kimia tidak memberikan
> peluang
> sama sekali bagi pembentukan kehidupan secara
> kebetulan.
> Bila satu protein saja tidak dapat terbentuk secara
> kebetulan, apakah masuk akal jika jutaan protein
> menyatukan diri membentuk sel, lalu milyaran sel
> secara kebetulan pula menyatukan diri membentuk
> organ-organ hidup, lalu membentuk ikan, kemudian
> ikan
> beralih ke darat, menjadi reptil, dan akhirnya
> menjadi
> burung? Begitukah cara jutaan spesies di bumi
> terbentuk?
> Meskipun tidak masuk akal bagi Anda, evolusionis
> benar-benar meyakini dongeng ini.
> Evolusi lebih merupakan sebuah kepercayaan - atau
> tepatnya keyakinan - karena mereka tidak mempunyai
> bukti satu pun untuk cerita mereka. Mereka tidak
> pernah menemukan satu pun bentuk peralihan seperti
> makhluk setengah ikan-setengah reptil, atau makhluk
> setengah reptil-setengah burung. Mereka pun tidak
> mampu membuktikan bahwa satu protein, atau bahkan
> satu
> molekul asam amino penyusun protein dapat terbentuk
> dalam kondisi yang mereka sebut sebagai kondisi bumi
> purba. Bahkan dalam laboratorium yang canggih,
> mereka
> tidak berhasil membentuk protein. Sebaliknya,
> melalui
> seluruh upaya mereka, evolusionis sendiri malah
> menunjukkan bahwa proses evolusi tidak dapat dan
> tidak
> pernah terjadi di bumi ini.
> Di Masa Mendatang pun Evolusi Tidak Dapat Dibuktikan
>
> Menghadapi kenyataan ini, evolusionis hanya dapat
> menghibur diri dengan khayalan bahwa suatu saat
> nanti,
> entah bagaimana caranya, ilmu pengetahuan akan
> menjawab semua dilema ini. Mengharapkan ilmu
> pengetahuan akan membenarkan semua pernyataan tidak
> berdasar dan tidak masuk akal ini adalah hal yang
> mustahil, sampai kapan pun. Sebaliknya, sejalan
> dengan
> kemajuan ilmu pengetahuan, kemustahilan pernyataan
> evolusionis akan semakin terbuka dan semakin jelas.
> Begitulah yang terjadi sejauh ini. Semakin
> terperinci
> struktur dan fungsi sel diketahui, semakin jelas
> bahwa
> sel bukan susunan sederhana yang terbentuk secara
> acak, seperti pemahaman biologis primitif masa
> Darwin.
> Rasa percaya diri berlebihan dalam menolak fakta
> penciptaan dan menyatakan bahwa kehidupan berasal
> dari
> kebetulan-kebetulan yang mustahil, lalu berkeras
> mempertahankannya, kelak akan berbalik menjadi
> sumber
> penghinaan. Ketika wajah asli dari teori evolusi
> semakin tersingkap dan opini publik mulai melihat
> kebenaran, para pendukung evolusi yang fanatik buta
> ini tidak akan berani lagi memperlihatkan wajah
> mereka.
> Rintangan Terbesar bagi Evolusi: Jiwa
> Banyak spesies di bumi ini yang mirip satu sama
> lain.
> Misalnya, banyak makhluk hidup yang mirip dengan
> kuda
> atau kucing, dan banyak serangga mirip satu dengan
> lainnya. Kemiripan seperti ini tidak membuat orang
> heran.
> Sedikit kemiripan antara manusia dan kera, entah
> bagaimana terlalu banyak menarik perhatian.
> Ketertarikan ini kadang menjadi sangat ekstrem
> sehingga membuat beberapa orang mempercayai tesis
> palsu evolusi. Sebenarnya, kemiripan tampilan antara
> manusia dan kera tidak memberikan arti apa-apa.
> Kumbang tanduk dan badak juga memiliki kemiripan
> tampilan, namun menggelikan sekali jika mencari mata
> rantai evolusi di antara keduanya hanya berdasarkan
> kemiripan tampilan saja; yang satu adalah serangga
> dan
> yang lainnya mamalia.
> Selain kemiripan tampilan, kera tidak bisa dikatakan
> berkerabat lebih dekat dengan manusia dibandingkan
> dengan hewan lain. Jika tingkat kecerdasan
> dipertimbangkan, maka lebah madu dan laba-laba dapat
> dikatakan berkerabat lebih dekat dengan manusia
> karena
> keduanya dapat membuat struktur sarang yang
> menakjubkan. Dalam beberapa aspek, mereka bahkan
> lebih
> unggul.
> Terlepas dari kemiripan tampilan ini, ada perbedaan
> sangat besar an-tara manusia dan kera. Berdasarkan
> tingkat kesadarannya, kera adalah hewan yang tidak
> berbeda dengan kuda atau anjing. Sedangkan manusia
> adalah makhluk sadar, berkeinginan kuat dan dapat
> berpikir, berbicara, mengerti, memutuskan, dan
> menilai. Semua sifat ini merupakan fungsi jiwa yang
> dimiliki manusia. Jiwa merupakan perbedaan paling
> penting yang jauh memisahkan manusia dari
> makhluk-makhluk lain. Tak ada satu pun kemiripan
> fisik
> yang dapat menutup jurang lebar di antara manusia
> dan
> makhluk hidup lainnya. Di alam ini, satu-satunya
> makhluk hidup yang mempunyai jiwa adalah manusia.
> Allah Mencipta Menurut Kehendak-Nya
> Apakah akan menjadi masalah jika skenario yang
> diajukan evolusionis benar-benar telah terjadi?
> Sedikit pun tidak, karena setiap tahapan yang
> diajukan
> teori evolusioner dan berdasarkan konsep kebetulan,
> hanya dapat terjadi karena suatu keajaiban. Bahkan
> jika kehidupan benar-benar muncul secara
> berangsur-angsur melalui tahapan-tahapan demikian,
> masing-masing tahap hanya dapat dimunculkan oleh
> suatu
> keinginan sadar. Kejadian kebetulan bukan hanya
> tidak
> masuk akal, melainkan juga mustahil.
> Jika dikatakan bahwa sebuah molekul protein telah
> terbentuk pada kondisi atmosfir primitif, harus
> diingat bahwa hukum-hukum probabilitas, biologi dan
> kimia telah menunjukkan bahwa hal itu tidak mungkin
> terjadi secara kebetulan. Namun jika kita terpaksa
> menerima bahwa hal tersebut memang terjadi, maka
> tidak
> ada pilihan lain kecuali mengakui bahwa
> keberadaannya
> karena kehendak Sang Pencipta.
> Logika serupa berlaku juga pada seluruh hipotesis
> yang
> diusulkan oleh evolusionis. Misalnya, tidak ada
> bukti
> paleontologis maupun secara pembenaran fisika,
> kimia,
> biologi atau logika yang membuktikan bahwa ikan
> beralih dari air ke darat dan menjadi hewan darat.
> Akan tetapi, jika seseorang membuat pernyataan bahwa
> ikan merangkak ke darat dan berubah menjadi reptil,
> maka dia pun harus menerima keberadaan Pencipta yang
> mampu membuat apa pun yang dikehendaki-Nya dengan
> hanya mengatakan "jadilah". Penjelasan lain untuk
> keajaiban semacam itu berarti penyangkalan diri dan
> pelanggaran atas prinsip-prinsip akal sehat.
> Kenyataannya telah jelas dan terbukti. Seluruh
> kehidupan merupakan karya agung yang dirancang
> sempurna. Ini selanjutnya memberikan bukti lengkap
> bagi keberadaan Pencipta, Pemilik kekuatan,
> pengetahuan, dan kecerdasan yang tak terhingga.
>
=== message truncated ===


__________________________________
Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Shopping - with improved product search
http://shopping.yahoo.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Shopping - with improved product search

Kirim email ke