ijinkan saya menambambahkan beberapa hal disela2 tulisan dibawah......

" -- (*o*) --" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


----- Original Message -----
From: "Darul Makmur" <[EMAIL PROTECTED]>

Assalamu'alaikum WW


Apakah evolusi itu bukan lawan revolusi?---

Memasukan dalam konteks lawan boleh juga, tapi itu hanya menyinggung sedikit faktor dari evolusi yaitu faktor waktu. Evolusi berlangsung dalam rentang waktu yang panjang sementara revolusi sebaliknya.

---Kalau iya, berarti evolusi adalah perubahan terus menerus secara
konsisten. Apa begini yang filsafat ya? makin terjun makin
jauh yang harus digapai.----

S:....... menjadikan waktu sebagai acuan definisi evolusi, tentu saja harus dipertimbangkan bahwa rentang waktu lama atau sebentar bersifat relatif thd objek yg dibicarakan..........

 


Dalam konteks umum, evolusi memang bicara soal perubahan dan ini tentu saja konsisten. Menurut saya, filsafat tidak harus makin terjun makin jauh yang akan dicapai karena dalam aplikasi ilmu pengetahuan moderen, filsafat telah melahirkan spesialisasi. Contoh kecil dari ilmu alam, turun ke ilmu kedokteran, dari ilmu kedoteran umum, muncul lagi ilmu kedokteran spesialisasi. Kalau gak percaya tanya saja pak dokter Rahyu, sudah berapa banyak spesialisasi dalam kedokteran saat ini. Dan tampaknya spesialisasi ini akan terus berkembang mengikuti penemuan2 baru.

--- APa masuk kefilsafat ini juga
suatu evolusi? Makin buingung saja anak SD, karena dia
mikir.---

S:....... saya melihat bahwa penulis pertama masih perlu mengembangkan wawasan dan pemahamannya ttg apa itu filsafat. lain kondisi jikalau kita hanya ingin membicarakan filsafat sbg sebuah jurusan di perguruan tinggi. atau menganggap filsafat hanya sebagai mengulas dan mengulang2 tulisan2 pemikir terdahulu. anak SD emang ngga ngerti sampai ketatanan pemikiran sejauh ini.....

 

Lebih tepat, filsafat itu ada kerena evolusi pikiran, jadi bukan filsatnya yang berevolusi. Oh ya Om Prapat, ada pepatah yang mengatakan, anak SD itu ada karena dia berfikir.

Eureka hehehehe....

S:.... filsafat sama sekali tak dipengaruhi oleh evolusi fikiran (kalau evolusi fikiran itu emang relevan dalam kontek ini?). filsafat lahir dari kompleksitas gabungan citarasa, intuisi dan kemampuan berfikir. sebuah topik filsafat kemudian dapat disebut sebagai sebuah pikiran. begitulah perbadaannya dari sisi padanang pembahasaan. jgn remehkan bahasa karean hanya itulah satu2 nya media utk melihat kemampuan berfikir. ada juga pepatah lain yg mengatakan bahwa anak SD seringkali merasa sebagai anak SLTA. Padahal masang celana saja masih dibantu ibunya. apalagi kalau anak SD pernah tidak naik setiap tingkatan kelasnya. maka pribahasa diatas akan semakin nyata adanya.....

 

Salam utk sdr darul

(mohon maaf karena umur tak dicantumkan saya jadi tak paham hrs memanggil apa. nanti kalau saya tau umurnya lebih tua akan saya panggil mamak atau uda atau apa saja yg kelihatan seolah2 sopan)


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Shopping - with improved product search

Kirim email ke