Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan 
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: 
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


--- Arman Bahar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamualaikum ww
>  
> Mohon maaf mamak2 & sanak2 R/N
>  
> Ado nan mambuek ambo indak habis fikir yaitu
>  
> Mohon Rahima & sanak2 di TimTeng dapek memberi
> sedikit gambaran baa
> sabananyo kulikaik majikan disinan baiak nan padusi
> yang kejam terhadap
> PRTnya maupun nan laki2 arab yang beringasan
> mancaliak pambantu dan
> memangsa-nya 
>  
> Gejala apakah ini?
>  
> Kasus2 seperti ini telah menjatuhkan nama baik Islam
> dimata dunia non Islam,
> kok tega2-nya mereka yang tinggal dipusat kebudayaan
> Islam berbuat begitu
>  
> wasalam
> abp
> 

Pak Arman Bahar Yth :

Mungkin masalah TKW ini,tentu yang lebih tahu lagi
uda-uda / uni-uni yang tinggal di Saudi Arabiyah.


Kalau saya dan teman-teman yang ada di Mesir,khususnya
saya pribadi,kurang tahu pasti keadaan
sebenarnya,antara majikan dan pembantunya.Kenapa saya
katakan begitu ? Karena di Mesir jarang ada TKW,yang
banyak adalah mahasiswa/pelajar,diplomat,dan staff
KBRI.


Tapi siapa yang salah dan benar,saya ngak bisa
pastikan.Bisa jadi pembantunya,majikannya,atau badan
dari Indo yang mengirimkannya,atau ketiga-tiganya
sekaligus.


Kalau di Mesir ada TKW,tetapi kebanyakan berasal dari
TKW ( Indonesia juga ),tapi dibawa majikannya ke Mesir
( biasanya keadaan mereka ini jauh lebih baik
ketimbang yang ada di Saudi ),Wallhua'lam.Saya kurang
mengikuti perkembangan TKW di Timteng ini.


Hanya saja,sering terjadi TKW yang dibawa majikannya
tersebut juga sering lari dari rumah majikannya,dan di
tampung di KBRI Cairo.


Jujur aja,kebanyakan dari TKW-TKW tersebut,ini bukan
dari pendapat saya pribadi aja,tapi suami saya,juga
sebagian besar  dari kita masyarakat
Indonesia,terkadang tingka mereka memang agak sedikit
" Nakal ".


Kadang saya berfikir,kenapa sampai begitu sekali sikap
mereka ( gimana yah saya mau menyampaikannya," Agak
genit ",terhadap lelaki ).Sementara skill mereka baik
dari segi bahasa,ataupun kecekatan juga " sedikit
kurang ".


Seharusnya bila Dep naker,atau badan apa saja,mengirim
TKW itu yang punya skill dan kepandaian dalam bahasa
setempat,atau bhs Inggris serta bukan hanya bisa
menjadi Pembantu RT,yang bisa masak,atau Pekerjaan RT
lainnya. ( maaf kebanyakan yang menjadi pembantu RT di
sana,kalau saya tidak salah berasal dari Jawa,dari
Sumatera,sangat jarang ).Wallahua'lam.


Pernah terjadi Dubes Indonesia,beserta ibu-ibu
diplomat lainnya di kirain TKW oleh orang Saudi.Jadi
Image orang saudi terhadap wanita Indo itu,memang
seperti itu lah adanya.


Agak sedikit beda dengan kita di Mesir,karena mereka
tahu kita kebanyakannya mahasiswa / i Al Azhar,yah di
hormati,bahkan tak jarang,kalau wanitanya yang sedikit
keras ,orang mesir,pada takut lho.


Pernah lho saya pribadi karena sudah kepepet
banget,kita saat itu lagi tour ke suatu tempat namanya
Hurghada,dimana tempat itu jauhnya lumayan deh dari
Mesir,kalau naik pesawat 1 jam,naik bis 7-8 jam,dimana
tempat itu baru pertama sekali kami menginjakkan kaki
kesana,jadi kaya orang asing sekali.


Suami ada di Rumah Sakit bersama anak saya yang no
2,yang kebetulan masuk ruang ICU,selama 24 jam (
karena main-main dan loncat-loncat di kolam
renang,sampai tengelam,meski tidak lama,cepat diangkat
oleh suami saya,tapi harus masuk ruang ICU juga.

Karena berangkatnya buru-buru,suami cuman pakai celana
pendek,dan baju kaos,ngak sempat bawa duit,HP,juga
sendal,bersama teman dari  seorang staff
lainnya.sementara saya dan anak-anak saya yang dua
lagi tinggal di hotel.


Tentu saja,pada Malam jam 11,saya harus bawakan baju
dan celana ganti suami saya yang kering,beserta
perlengkapan lainnya ,karena yang dipakai beliau tentu
basah.


Dapat pak Arman bayangkan,seorang wanita naik Taxi
pada jam 11 malam,ketempat yang asing baginya,jarak
dari hotel - Rumah Sakit,1 jam PP,dan kebanyakan 
melewati padang Pasir,sedikit keramaiannya.( sudah
malam sekali saat itu ).


Tapi Alhamdulillah PP saya dari hotel-RS,diantar
,ditunggu,dan kembali lagi ke hotel,pada jam 1
malam.Ngak terjadi apa-apa. ( bayangkan deh oleh Pak
Arman,sendirian lagi,anak-anakpun di hotel,ngak ada
yang temanin,berdua aja di hotel itu ).Ngak terjadi
apa-apa.


Tapi ada juga ibu-ibu yang secara kebetulan,ngak bisa
berbahasa Arab ( ibu diplomat biasanya ),sering di
tipu kalau naik taxi.Tapi sampai dibawa lari
,diperkosa,belum saya dengar.Aman- sih aman,hanya
saja,saya kira,kalau sudah masalah duit,kebanyakan
manusia bersikap tidak jujur.

Kalau saya,selama ini alhamdulillah,ngak pernah,bahkan
sering orang Taxi bilang " Inti gada' awi " ( kamu ini
cerdik dan pintar sekali,tahu jalan,tahu harga,tahu
bahasa ).


Rasulullah bersabda : " Barang siapa yang bisa
menguasai bahasa suatu kaum yang ia berdiam disana
maka aman dari tipu dayanya ".

Jadi kesimpulan saya buat sementara ,semua tergantung
kita yang membawakannya.kalau kita perlihatkan sikap
genit,memancing orang untuk berbuat ngak senonoh
dengan kita,atau kita terlalu menampakkan kebodohan
kita,wajar saja,ngak menjadi TKW pun sikap orang akan
merendahkan kita,apalagi kalau TKW.yang bekerja
menjadi Pembantu.


Begitupun tatkala saya sendirian juga pergi ke
Kuwait,mereka menghormati sekali.Saya kan pergi bukan
ke diskotik,atau tempat-tempat hiburan lainnya,saya
pergi ke Pustaka-pustaka yang ada di
Kuwait,yah..penerimaan mereka bagus sekali,sangat
ramah dan menghormati sekali,bahkan sangat mendorong
saya untuk terus belajar,dan diberi buku-buku.


Ini sekedar pandangan saya Pak Arman,karena saya
melihat orang Timteng itu dari berbagai sisi.baik dari
si Majikannya,ataupun si TKW nya,serta secara
masyarakat mereka secara umum.kalau di Mesir saya akui
sekali,soal kesulitan urusan apa saja,bagi orang asing
suka di persulit.Mereka Nasionalisnya sangat tinggi.

Untuk Depnaker,dan badan yang mengirim TKW ke
Indonesia,tolonglah di seleksi banget orang yang akan
di kirim tersebut,dan siapa majikannya.Serta di
usahakan LEGAL.Ini kebanyakan yang bermasalah itu yang
ILLEGAL.Jadi gampang aja Majikannya berbuat yang
kurang manusiawi,ngak ada perlindungan dari Pemerintah
kita juga sih.


KJRI di Jeddah,atau Timteng lainnya kan jadi di buat
repot juga,gara -gara TKW Illegal ini ( KBRI
Kairo,sering direpotkan lho,oleh TKW kita ini,yang
susahnya bidang konsuler,tunggang tangging
menyelesaikan dan memulangkan mereka ( syukurnya suami
saya ngak di bidang ini,kalau ngak,tiap saat
menghadapi TKW yang bermasalah saja kerjaan
beliau.hehehehe ).Sedangkan yang Legal aja,sering
dapat masalah,apalagi yang Illegal ? Siapa yang
disalahkan kalau sudah begitu ?

Ini saja pokok permasalahannya pak Arman.Kalau ditanya
Gejala apa ini..?

Wah..saya jawab simple aja," Gejala ke Arah yang
enggak baik "
Dan silahkan bagi uda/uda/uni-uni yang tinggal di
daerah ini mengomentari.Kalau saya inilah pandangan
pribadi saya.


Ini hanya sekedar pandangan pribadi saya yang sudah
lama hidup di Mesir.Saya menginjakkan kaki ke Mesir
September 89,jadi itulah yang dapat saya rasakan hidup
dinegeri orang itu.

Wassalam.Rahima.




__________________________________
Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Shopping - with improved product search
http://shopping.yahoo.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com 
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================

Kirim email ke