Serem emang, tapi kita jangan cuma menelan doang ranking itu, sebaiknya kita periksa
secara teliti dan seksama tentang indikator yang dibuat untuk membuat ranking
tersebut, kalau perlu kita kritisi. Thanks
Y.Syafri
ronald p putra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
23 Oktober 2003 19:18:00
Memalukan, Indonesia Ranking Kedua di Dunia Dalam Masalah Pornografi
Medan-RoL -- Sosiolog Prof Dr Bungaran Antonius Simanjuntak berpendapat, memalukan
Indonesia berada pada ranking kedua di dunia dalam masalah pornografi.
"Hal ini membuktikan semakin merosotnya moral dan adat kesopanan sebagian rakyat
Indonesia," kata Prof Bungaran menjawab ANTARA di Medan, Kamis.
Ia mengemukakan hal itu dalam menanggapi Menteri Agama Prof Dr Said Agil Husein
Al-Munawar yang mengungkapkan, Indonesia berada dalam ranking kedua terburuk di dunia
setelah Rusia dalam hal pornografi. Sementara dalam praktik korupsi, Indonesia berada
dalam rangking ke enam.
Menurut Bungaran, masalah pornografi yang melanda Indonesia, jelas sangat
menghawatirkan para remaja dan generasi muda, sehingga mengakibatkan rusaknya moral
calon-calon pemimpin bangsa dimasa mendatang.
Oleh karena itu, katanya, pemerintah Indonesia harus dapat menertibkan maraknya
peredaran VCD porno atau film "blue" yang banyak diperjualbelikan secara bebas di
masyarakat.
"Pengamanan VCD yang masuk secara ilegal tersebut, merupakan tanggung jawab pemerintah
dan aparat keamanan," tegas Bungaran. Disebutkannya, aksi pornografi dan pornoaksi
yang terjadi di Indonesia, juga karena rendahnya sumber daya manusia (SDM) dan
sulitnya untuk mencari biaya hidup untuk mendapatkan nafkah serta masih banyaknya
warga miskin.
Mereka (wanita-Red), jelasnya, tidak mempunyai malu untuk diperdagangkan ke negara
tetangga Singapura, Malaysia dan negara lainnya untuk mendaptan sejumlah uang dalam
meringankan beban hidup keluarganya.
Apalagi, katanya, akhir-akhir ini banyaknya wanita anak baru gede (ABG) yang
beroperasi menjadi pekerja seks komersial (PSK) di berbagai kota besar di Indonesia.
"Pemerintah harus bertanggung jawab untuk menertibkan dan sekaligus membina mereka
kejalan yang baik serta meninggalkan pekerjaan yang dilarang Agama," kata Prof
Bungaran yang juga Guru Besar dan Dosen Antropologi Budaya Universitas Negeri Medan
(Unimed).
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================