Masalah TKW, semuanya yang salah. Mulai dari pemalsuan umur, asal dan memang kualitas yang tidak memadai. Mudah-mudahan orang Minang belum ada. Siapa yang memalsu? PJTKI (penyalur TKI). Siapa yang membuat KTP palsu (Pemda setempat)? Siapa yang memberi paspor dengan keterangan palsu (imigrasi)? Seharusnya ada pelatihan sekitar 3 bulan bagi calon TKI, lebih banyak tidak dilaksanakan. Walaupun bagaimana, yang bertanggung jawab adalah Menteri tenaga kerja dan transmigrasi. Oleh karena itu Menteri tsb harus berani membubarkan mafia yang ada di departemennya. Semua orang sudah tahu kok .... yah itulah enggak sampai kebawah menanganinya. Sebenarnya bisa saja... kalau benar-benar diurus, tidak hanya ngomong saja..... dan dia harus langsung terjun ke bawah....... kemudian laksanakan sansinya. Bisa saja Menteri itu mengumpulkan semua yang terlibat dalam hal pengiriman TKW sampai mereka kembali lagi ke tanah air ... enggak susah kok mengundang mereka-mereka itu. Tapi hasilnya harus benar-benar dilaksanakan dan dikontrol sampai kebawa
h. Saya pernah menemukan para TKW di pesawat ke L.N. mau kerja ke TIMTENG... ada yang umurnya masih belasan tahun... celakanya mereka enggak pernah mengikuti pelatihan.. ada yang ibunya tidak tahu (ibunya tahu kalau dia sekolah SMP di kota) .... ditangan mereka ada fotokopian penempatan mereka di setiap keluarga... itu hanya fotokopian yang sudah kabur.... dan juga palsu..
Rakyat Indonesia adalah bangsa yang patuh dan menurut kalau benar-benar diurus oleh orang yang benar, akan baik. Kalau mengurusnya salah .. maka salahlah jadinya. Pemerintah kita hampir semua hanya bicara dalam meeting dari hotel ke hotel, kadang-kadang dalam sehari ada beberapa kali rapat... kapan mereka melaksanakan dan mengontrolnya, juga sering tidak nyambung dengan bawahannya ... Cobalah amati.... misalnya satu Kementerian saja... Menteri selalu sibuk, diminta bicara dimana-mana, kemudian sekretaris menteri juga sibuk kemana-mana, para eselon 1 nya juga sibuk.....sulit sekali mencari para eselon 1 itu.... Hasil rapat bia
sanya mereka lempar ke eselon 2 untuk dilaksanakan, eselon 2 perintahkan ke eselon 3 dan eselon 3 juga perintahkan ke eselon 4.... Eselon 4 menyuruh para bawahannya untuk melaksanakan....... Biasanya eselon 2 sibuk mendampingi eselon 1 kemana-mana, eselon 3 dan eselon 4, sering sibuk untuk persiapan dan pelaksanaan rapat. Demikianlah kondisi pemerintahan kita sekarang. Belum lagi masing-masing deputi atau dirjen itu masih sangat sektoral ... belum ada keterpaduan untuk satu kantor saja dulu..... baru hanya dibibir .... Apalagi keterpaduan dalam kabinet/ pemerintahan.
Mengerikan memang.. kalau situasi ini dibiarkan terus menerus.. Orang-orangnya banyak bermental mumpung sekarang... mentalnya sudah rusak .... Tinggal sedikit yang masih dapat diandalkan (mungkin hanya 10 - 20%) saja. Perlu perubahan ... mungkin kita perlu mencari pemimpin yang keras, pandai, punya kharisma atau wibawa, tapi benar, bermoral dan berakhlaq........ Nah persiapkanlah diri anda ..... para generasi muda minang.....bangunlal dan bangkitlah
Jadi masalah TKW itu merupakan simbol ketidak beresan dalam pemerintahan kita sekarang.... menurut saya harus ada perubahan secara mendasar. Kalau Menteri Tenaga Kerja dan Trans itu benart-benar mau... cobalah tunjukkan dan beri contoh ke menteri2 lainnya..... Kalau saya lihat pekerjaan di Swasta/ masyarakat lebih baik dari pemerintah kita. Tapi sudah mulai pula swasta itu terpolusi, meniru kebobrokan di pemerintahan .. karena banyak bekas pejabat/ bekas birokrat masuk ke swasta.....
Sedikit unek-unek ..
STOP MORE SPAM with the new MSN 8 and get 2 months FREE* ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ---------------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ========================================

