Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Assalamu'alaikum wr.wb Ambo kirimkan menu dari lapau sabalah, sekedar untua intermezo ditangah - tangah diskusi tentang adaik minangkabau. wassalam, harman st. idris (31+) -----Original Message----- From: Fahmi Rozak [mailto:<>@telkom.net] Gaya bicara Bapak kita ini sekarang sudah berubah. Lain halnya dengan tahun 80-an dan 90-an yang tajam dan banyak membuat kuping pejabat panas, kemarin saat berkultum di acara reuni KAGAMA DKI Jakarta di Gedung Ex Bapindo Jakarta, gaya bicaranya sudah lebih tenang dan anggun, sesekali diselingi dengan guyonan khas Jogja - Solo. Waktu dan kesempatan memang telah menjadikan Beliau lebih tenang, bukankah ketenangan itu tanda kedalaman. Kajian masa kini yang diangkat sore itu adalah mengenai kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh illegal logging yang mendapat perlindungan dari oknum pejabat. Seperti biasa, Pak Amien selalu dapat mengambil referensi ayat-ayat al-Qur'an dalam pembicaraannya sebagai pertanda bahwa Beliau memang mumpuni sebagai juru bicara Islam. Suatu hari seorang Gubernur bercerita kepada beliau tentang keberhasilan penangkapan oknum penebang liar di Jambi. Walaupun pengkapan telah dilakukan oleh aparat secara gabungan dan telah dilaporkan kepada Panglima di Jakarta, namun alhamdulillah dalam waktu 3 (tiga) hari saja, oknum tersebut dapat lepas. Contoh lain yaitu kisah penangkapan kapal penambang pasir di Riau yang telah menyebabkan beberapa pulau tenggelam namun sebaliknya telah memperluas wilayah daratan Singapura. Dalam waktu yang tidak terlalu lama alhamdulillah lepas juga. Para alumnus UGM tetap tak beranjak dari tempat duduknya saking asyiknya mendengarkan siraman rohani sore itu. Semakin lama kajian semakin dalam yaitu menyinggung perilaku kebanyakan pejabat yang seolah-olah telah berbuat kebajikan namun sesungguhnya telah berbuat kejahatan. Selalu saja ada pembenaran bagi seorang koruptor untuk mengeruk keuntungan secara tidak sah. Antara lain katanya, apabila uangnya dibelanjakan di dalam negeri, maka dapat menjadi pelumas dan pendorong bagi perekonomian Indonesia. Terakhir mengenai maraknya pengajian, perayaan hari besar Islam, umroh, dan bahkan kuota haji yang selalu penuh tetapi tidak ada korelasinya dengan kemajuan negara. Bahkan tetap saja Indonesia menjadi negara paling korup keenam di dunia dan ketiga di Asia. Ada sesuatu yang terlepas dari keberagamaan kita sehingga Islam belum berpengaruh terhadap cara hidup sehari-hari. Islam baru menjadi agama ritual, belum menjadi way of living..... begitulah kira-kira isi ceramah beliau yang juga dihadiri oleh sejumlah mantan pejabat, antara lain Bapak Bambang Sudibyo, Bapak Widigdo Sukarman, Bapak Ainun Na'im dll. by Fahmi ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ---------------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ========================================

