Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0311/13/lebaran/686811.htm
Jalur Lintas Tengah Sumatera Rawan Longsor
Palembang, Kompas - Para pemudik yang akan melewati jalur lintas tengah (jalinteng) Sumatera, harus mewaspadai ancaman longsor di beberapa daerah. Selain kondisi tanah yang memang labil, bahaya longsor diperbesar oleh faktor curah hujan selama bulan Puasa yang cukup tinggi.
Kepala Stasiun Badan Meteorologi Palembang Suyatim memaparkan, wilayah barat Sumsel, terutama daerah Bukit Barisan, perlu diwaspadai karena sangat rawan longsor. Daerah itu, antara lain Baturaja, Lahat, dan Lubuk Linggau.
Berdasarkan pantauan Stasiun BMG Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, kondisi curah hujan sejak memasuki Oktober 2003 adalah 300 milimeter. "Kondisi ini jauh di atas normal sekitar 200 milimeter," katanya.
Kecenderungan kenaikan curah hujan ini terus berlanjut dan diperkirakan mencapai puncak pada awal Desember. Selain berpotensi memicu longsor, curah hujan ini bisa menimbulkan luapan air sungai yang cukup deras.
Menurut Suyatim, prediksi ini sudah disampaikan dalam rapat koordinasi persiapan Lebaran Provinsi Sumsel, Oktober lalu. "Yang jelas, Lebaran tahun ini pemudik harus lebih berhati-hati karena curah hujan sangat tinggi," kata Suyatim.
Daerah sekitar Bukit Barisan yang rawan longsor, juga mengancam infrastruktur jalan seperti longsor di kawasan Simpang Meo, ruas jalan antara Muara Enim dan Baturaja. Akibat longsornya jalanan di kawasan pegunungan itu, jalan lintas tengah Sumatera terancam putus (Kompas, 9/11).
25 titik longsor
Data di Subbagian Geologi dan Sumber Daya Alam Dinas Pertambangan dan Energi Sumsel menyebutkan, setidaknya ada 25 titik rawan longsor, antara lain di Kabupaten Lahat, Musirawas, Muara Enim, dan Ogan Komering Ulu (OKU).
Kejadian longsor cukup parah terjadi tahun lalu di Kuba, Lahat, ketika badan jalan amblas sampai 100 meter dan materialnya masuk ke Sungai Lematang. Akibatnya arus transportasi dari Lahat ke Pagar Alam beberapa hari terputus.
"Kondisi tanah di daerah tersebut memang labil, pergerakannya cepat. Apalagi jika dipicu oleh frekuensi getaran kendaraan yang meningkat dan curah hujan yang tinggi," papar Kepala Subdinas Geologi dan SDA M Saleh
Z Chaniago - Palai Rinuak -http://photos.yahoo.com/bada_masiak/
====================================================================== Alam Takambang Jadi Guru ======================================================================
_________________________________________________________________
MSN Messenger with backgrounds, emoticons and more. http://www.msnmessenger-download.com/tracking/cdp_customize
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================

