Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan 
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: 
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0311/12/daerah/683663.htm


Meski Rusak, Jalintim Tetap Pilihan Utama



JALAN lintas timur di Sumatera Selatan, dua pekan menjelang Lebaran, memang masih rusak di sebagian besar lokasi. Akan tetapi, bagi pemudik, jalintim tetap menjadi pilihan.


Secara kasat mata, kerusakan jalan lintas timur (jalintim) terlihat begitu panjang. Akan tetapi, jalan rusak yang umumnya telah ditutupi dengan batu bercampur tanah itu masih bisa dilewati kendaraan. Perbaikan jalan yang dilakukan secara darurat tersebut akan membantu pemudik untuk melintas.

Perbaikan secara darurat dan tambal sulam terlihat jelas di ruas antara Jambi-Palembang. Jalan sepanjang 233 kilometer tersebut sebagian besar rusak parah. Perbaikan yang tengah dilakukan belum menyeluruh dilakukan.

Kerusakan jalan itu semuanya terdapat di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), tersebar di Kecamatan Bayung Lencir dan Sungai Lilin di Kabupaten Musi Banyuasin, serta Kecamatan Betung hingga Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin. Sampai Senin (10/11), sebagian besar jalan masih rusak.

"Perbaikan dengan cara menambal dan mengeraskan jalan dengan batu bercampur pasir atau tanah ini tentu saja tidak akan bertahan lama. Begitu disiram hujan, semuanya buyar dan jalan berlubang lagi," kata Suhendi, seorang sopir truk yang beristirahat di sebuah warung di Sungai Lilin.

Pada musim hujan sekarang, agregat yang telah diuruk dan dikeraskan di bagian jalan berlubang, tentu saja tidak mampu bertahan. Ditambah dengan lindasan roda kendaraan yang melintas, dalam hitungan hari batu bercampur pasir atau tanah itu pun buyar. Maka, jalan pun kembali berlubang.

Di lokasi lain jalintim antara Palembang-Jambi, saat ini memang telah nyaman dilalui. Itu terjadi di bagian jalan yang telah diperbaiki tuntas dan telah dilapisi aspal hotmix. Akan tetapi, kenyamanan berkendara hanya berlangsung sesaat karena sesudahnya kembali ditemui jalan yang rusak.

Kerusakan jalan, baik karena terkelupasnya batu bercampur pasir atau tanah maupun yang masih belum disentuh perbaikan, mulai menghadang sejak kawasan Pangkalan Balai. Lokasi ini terletak sekitar 50 kilometer dari Palembang ke arah Jambi. Kerusakan makin bertambah parah sepanjang puluhan kilometer di kawasan Sungai Lilin dan Bayung Lencir. Jalan baru benar-benar mulus saat memasuki wilayah Provinsi Jambi.

Di ruas jalintim antara simpang Penyandingan, Ogan Komering Ilir, hingga Pematang Panggang, di perbatasan Sumsel-Lampung, kondisinya setali tiga uang. Jalan berlubang terhampar di ruas sepanjang hampir 200 kilometer itu. Perbaikan di ruas jalan ini pun dilakukan tambal sulam, baik dengan perkerasan menggunakan agregat maupun sebagian kecil diaspal hotmix.

Kondisi jalintim baru mulus saat masuk wilayah Lampung. "Saya kadang memang bingung. Mengapa jalan yang rusak, kok, selalu terdapat di wilayah Sumsel saja," ujar seorang sopir truk.

Menanggapi kondisi ruas jalan lintas timur yang kembali berantakan, Pimpinan Proyek Pelaksanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan (P3JJ) Nasional Lintas Timur Sumsel-Lampung KM Arsyad yang dihubungi, Selasa (11/11), menyebutkan, perbaikan menyeluruh jalan-jalan tersebut harus menunggu anggaran tahun 2004 yang belum disetujui Menteri Keuangan.

"Inilah kendala proyek yang sifatnya multiyears contract . Yang kami lakukan hanyalah pengerjaan yang bersifat pemeliharaan. Jalan tersebut terus dipadatkan dan diratakan seminggu sekali," tutur Arsyad.

Ia mengakui, jalan yang ditutup agregat akan kembali buyar, apalagi setelah turun hujan. Oleh karena itu, pihak P3JJ akan terus menyiagakan alat-alat beratnya sampai ruas jalan tersebut diselesaikan. Namun, ia yakin jalan-jalan tersebut akan siap untuk dilewati para pemudik. Arsyad juga menjamin keberadaan alat-alat berat tidak akan mengganggu arus kendaraan para pemudik lebaran.

"Mengerjakan pemeliharaan jalan sepanjang lima kilometer paling-paling hanya butuh beberapa jam. Sepekan menjelang dan setelah Lebaran, alat-alat akan ditarik," kata Arsyad.


KENDATI jalintim yang memanjang mulai di simpang Terbanggi Besar, Lampung, hingga Palembang dan terus ke Jambi sebagian besar masih rusak, ruas jalan negara ini sebenarnya tetap menjadi pilihan utama bagi pemudik, khususnya dengan tujuan Jambi, Padang, Pekanbaru, Medan, atau sebaliknya dengan tujuan ke Jawa.


Pilihan terhadap jalintim, tidak hanya karena ruas jalan itu berjarak lebih pendek, tetapi juga karena masih bisa dilewati kendaraan. Apalagi di ruas jalan utama lain, yakni jalan lintas tengah (jalinteng), saat ini kerusakan jalan tetap begitu gawat.

Di ruas jalinteng, antara Simpang Meo ke Muara Enim serta Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi, kondisi jalan saat ini amburadul. Kendaraan kecil sejenis sedan jangan harap bisa lewat tanpa terantuk-antuk di lubang jalan yang besar dan dalam.

Kondisi alam yang tidak bersahabat juga menghadang di jalinteng. Ancaman longsor, misalnya, saat ini membayangi kawasan Simpang Meo.

Oleh karena itu, jalintim tetap menjadi pilihan yang paling pas bagi pemudik. Perbaikan tambal sulam yang masih terus dilakukan hingga pertengahan bulan puasa ini akan sedikit membantu pengendara yang melintas.

Basri, seorang sopir angkutan bahan pokok asal Pati, Jawa Tengah, mengaku memilih jalintim karena badan jalannya datar. Kondisi itu berbeda dengan jalinteng yang banyak tanjakannya.

"Apalagi kondisi jalintim sudah jauh lebih baik jika dibandingkan dengan tahun lalu. Kalaupun ada lubang, sekarang sudah ditutupi. Memang tambalannya kasar, tapi lumayan, masih bisa dilewati," tutur Basri.

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0311/12/daerah/683703.htm


Pemudik Dihadang Jalan Rusak di Sumsel



Palembang, Kompas - Pemudik Lebaran tahun ini yang melalui jalan lintas timur dan jalan lintas tengah di Sumatera Selatan akan dihadang jalan rusak hampir di semua kawasan. Kerusakan terparah terjadi di jalan lintas tengah yang menghubungkan antara Simpang Meo, Muara Enim, Lahat, dan Tebing Tinggi.


Kerusakan jalan yang mengganggu perjalanan juga akan menghadang pemudik yang melalui jalan lintas timur (jalintim). Kerusakan jalan memanjang mulai dari Pematang Panggang di perbatasan Lampung hingga Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Di ruas jalintim antara Palembang-Jambi, kerusakan parah juga terjadi antara Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, hingga Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin.

Pengamatan Kompas pada Sabtu (8/11) hingga Senin (10/11) menunjukkan, ruas jalan lintas tengah (jalinteng) yang menghubungkan antara Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, dan Muara Enim sebagian di antaranya dalam kondisi rusak parah. Kerusakan terutama terjadi mulai dari kawasan Simpang Meo, Kecamatan Tanjung Agung hingga Tanjung Enim.

Di ruas jalan ini pun, pengendara tidak hanya dihadang jalan berlubang-lubang besar dan dalam, tetapi harus menghadapi pula jalan naik dan turun serta berkelok-kelok. Pada musim hujan sekarang, jalan juga menjadi rawan longsor. Pada Rabu (5/11) pekan lalu, misalnya, longsor terjadi di Simpang Meo.

Kerusakan jalinteng menghadang pula pemakai jalan yang melalui ruas antara Muara Enim-Lahat. Jalan sepanjang 43 kilometer itu telah empat tahun ini dibiarkan rusak parah.

"Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kami yang tinggal di tepi jalan ini yang banyak dirugikan. Beberapa warga di desa ini terpaksa menutup jendela kacanya dengan papan," kata Rudin, warga Desa Gedung Agung.

Beberapa rumah tetangga Rudin yang terletak di seberang jalan, dindingnya terlihat dipenuhi lapisan tanah karena selalu kecipratan lumpur dari jalan yang dilalui kendaraan. Jendela beberapa rumah terlihat pula ditutupi papan.

"Kacanya sudah habis, pecah karena terkena batu yang melesat dari jalan," ujar Rudin.

Di ruas antara Muara Enim-Lahat, sejumlah warga terpaksa memasang drum atau kayu di jalan depan rumah mereka. Itu dilakukan agar kendaraan tidak melintas terlalu dekat halaman rumah mereka sehingga mencipratkan lumpur atau mementalkan batu dari jalan ke rumah mereka.

Menyiksa

Kerusakan jalinteng di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih terus berlanjut selepas Lahat. Bahkan, kerusakan antara Lahat hingga Tebing Tinggi terlihat begitu parah. Jalan mulus, karena tengah diperbaiki di sebagian lokasi, tidak mampu membuat pengendara merasa nyaman.

Ruas jalan antara Lahat-Tebing Tinggi, melalui kawasan Kikim sejauh 76 kilometer, rusak berat. Bahkan, salah satu jembatan di Kikim rusak parah karena berlubang besar di bagian tengahnya. Semua pemakai jalan harus berhati-hati saat lewat agar tidak terperosok.

Kondisi jalan rusak seperti itu benar-benar menyiksa pemakai jalan. Bahkan, kendaraan kecil seperti sedan sulit melintas. Kalau pun pengendaranya nekat, mobil pasti sering terantuk aspal atau batu saat melintasi lubang-lubang yang menganga.

Perjalanan melalui jalan rusak di jalinteng mulai dari Baturaja hingga Tebing Tinggi juga menyebabkan waktu tempuh perjalanan menjadi jauh lebih lama. Dari Baturaja hingga Muara Enim yang berjarak 100 kilometer lebih, misalnya, harus dicapai hampir tiga jam.

Jalan lintas tengah merupakan bagian dari proyek jalan nasional yang ditangani pusat yang dananya berasal dari APBN. Menurut Junaidi, pimpinan proyek pemeliharaan jalinteng yang menangani jalur Lahat-Tebing Tinggi, selain pemeliharaan reguler, pemerintah akan menitikberatkan perbaikan di tiga titik kritis, yaitu Lahat-Tebing Tinggi, Batu Raja-Sugih Waras, dan Muara Enim-Lahat.

Jalur kritis antara Lahat-Tebing Tinggi sejauh lebih kurang 76 kilometer akan dilapis dengan aspal hotmix. Pembiayaan perbaikan jalan di titik kritis yang diajukan pada tahun ini, lanjut Junaidi, didanai oleh pinjaman dari Bank Pembangunan Asia sekitar Rp 83 miliar.

"Saat ini sedang dalam tahap tender, pengerjaannya baru bisa dilakukan tahun depan," kata Junaidi.

Kondisi jalan rusak terjadi pula di jalinteng di Provinsi Lampung. Di kawasan Simpang Agung, Abung Barat, hingga di kawasan Sukamenanti, Bukit Kemuning, Lampung Utara, juga banyak jalan yang rusak dan berlubang. Namun, belum tampak perbaikan di ruas jalan itu. Bagian jalan yang rusak hanya ditandai dengan cat putih.

Lubang-lubang jalan di jalur jalan yang menghubungkan Kotabumi dan Bukit Kemuning di Lampung Tengah belum diperbaiki. Jalan sepanjang kurang lebih 500 meter selepas pintu gerbang Kotabumi menuju Bukit Kemuning banyak berlubang.

Lubang-lubang di tengah jalan itu mengganggu para pengemudi karena lintasan tersebut merupakan jalan lurus. Sebagian ruas jalan di kawasan itu pun bergelombang.

Selepas Bukit Kemuning, kondisi jalan mulai membaik. Namun, memasuki kawasan Pasar Baradatu, Kabupaten Way Kanan, kondisi jalan kembali rusak. Selain bergelombang, ruas jalan itu juga berlubang-lubang.





Z Chaniago - Palai Rinuak -http://photos.yahoo.com/bada_masiak/

======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================

_________________________________________________________________
MSN Shopping upgraded for the holidays! Snappier product search... http://shopping.msn.com


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================

Kirim email ke