Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan 
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: 
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



Elthaf wrote:
> 
> FYI
> 
> -----Original Message-----
> From: Z Chaniago [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Friday, November 14, 2003 8:09 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [RantauNet.Com] Jalansutra : Di Padang Tak Ada Restoran
> Padang
> 
> 
> Assalamu'alaikum WW
> 
> Nopen, ruponyo angku 'penggemar' tulisan Mr Bondan juo.... iko tantang
> Bukiktinggi ..hehehe
> 
> BUKITTINGGI
> 
> Bagi saya, Bukittinggi adalah kota yang
> penuh nostalgia. Saya masih kecil ketika
> ayah berdinas di Padang, dan Bukittinggi
> merupakan salah satu tujuan wisata kami
> sekeluarga. Pada pertengahan 1950-an,
> orang Padang belum begitu mengenal
> tempe. Tempe terbaik waktu itu dibuat
> oleh perantau Jawa di Bukittinggi. Ayah
> selalu membeli tempe dari pedagang yang
> mangkal di dekat tangga Jam Gadang. Ibu
> membuat terik tempe agar kami bisa
> menikmati tempe Bukittinggi itu selama
> beberapa hari. Itulah kenangan yang
> selalu lekat dalam benak saya tentang
> Bukittinggi.
> 
> Bukittinggi bagi orang Padang adalah
> mirip Bandung bagi orang Jakarta. Orang
> Jakarta pergi ke Bandung mencari
> kesejukan, ketenangan, keasrian, dan
> makan enak. Orang Padang pun pergi ke
> Bukittinggi mencari kesejukan,
> ketenangan, keasrian, dan makan enak.
> Orang Jakarta pulang dari Bandung
> menenteng berbagai jenis kripik
> Cihampelas. Orang Padang pulang dari
> Bukittinggi menenteng kripik sanjai,
> ikan bilis, dan dadih (susu asam). Bila
> Padang adalah ibukota Provinsi Sumatra
> Barat, maka Bukittinggi adalah pusat
> kebudayaan Minangkabau.
> 
> Perjalanan Jakarta-Bandung identik
> keindahannya dengan perjalanan
> Padang-Bukittinggi. Di antara
> Jakarta-Bandung ada Puncak Pass yang
> asri. Di antara Padang-Bukittinggi ada
> air terjun dan Lembah Anai yang elok.
> Saya selalu singgah makan ayam jahe di
> Sindanglaya dalam perjalanan ke Bandung.
> Dalam perjalanan ke Bukittinggi saya
> selalu mampir di Sicincin untuk makan
> ketupat dengan gulai paku.
> 
> Di Bukittinggi sekarang ada hotel bagus
> di tengah kota, Novotel. Letaknya hanya
> sepelempar batu dari Jam Gadang. Dari
> jendela kamar di Novotel kita bisa
> melihat Ngarai Sianok dan puncak-puncak
> Singgalang dan Marapi yang mengelilingi
> Bukittinggi.
> 
> Setelah perjalanan dua jam dari Padang,
> biasanya saya langsung 'lari' ke Pasar
> Ateh (Atas) untuk nongkrong di lepau
> Nasi Kapau Uni Lisda. Istri terpaksa
> ditinggal untuk makan sendiri di coffee
> shop hotel karena tidak terbiasa makan
> di tengah pasar yang hiruk pikuk. Saya
> penggemar berat masakan Padang,
> khususnya masakan Kapau.
> 
> Suasana di lepau Uni Lisda sungguh
> merupakan salah satu puncak pengalaman
> makan bagi saya. Uni duduk anggun di
> depan deretan pasu berisi gulai dan
> berbagai masakan. Ia menggunakan sudu
> tempurung bergagang panjang agar bisa
> menjangkau seluruh masakan di depannya.
> Rendang yang lemak nian. Gulai gajebo
> yang lumer di mulut. Caranya menyendok
> makanan dari pasu saja sudah membuat
> orang mendegut ludah.
> 
> Di depan Pasar Ateh, di sekitar Jam
> Gadang, juga banyak bertebaran penjual
> Sate Padang. Kalau berjalan melewati
> deretan penjual sate ini, sulit rasanya
> untuk tidak singgah. Anehnya, menurut
> para penggemar sate jenis ini, Sate
> Padang yang paling enak justru didapati
> di Bukittinggi dan Padangpanjang (tidak
> jauh dari Bukittinggi).
> 
> Pasar Ateh atau Pasar Gadang juga
> merupakan tempat belanja yang
> menyenangkan untuk berbagai oleh-oleh.
> Warna-warni mencolok kain tenun
> silungkang dan songket bagai tertebar di
> seluruh pasar. Barang-barang kerajinan
> tangan khas Minangkabau juga lengkap
> tersedia di Pasar Gadang.
> 
> Tidak jauh dari Pasar Gadang kita bisa
> menemukan peninggalan Belanda berupa
> Benteng Fort de Kock yang menyatu dengan
> kebun raya dan kebun binatang. Kebun
> binatang Bukittinggi ini dianggap
> terlengkap di Sumatra, sekalipun masih
> jauh bila dibandingkan dengan Kebun
> Binatang Ragunan di Jakarta. Warga
> Bukittinggi suka melewatkan waktu dengan
> berjalan-jalan di sekeliling Kebun Raya
> yang teduh.
> 
> Mengunjungi Bukittinggi harus dilakukan
> dengan irama lambat. Maklum, hampir
> seluruh tujuan rekreasi Bukittinggi itu
> dapat dicapai dengan berjalan kaki.
> Benteng Fort de Kock, kebun raya dan
> kebun binatang, serta Pasar Ateh,
> semuanya berdekatan dengan Jam Gadang
> yang menjadi pusat kota. Bahkan Ngarai
> Sianok pun sebetulnya bisa ditempuh
> dengan berjalan kaki dari Jam Gadang -
> kalau mau sedikit berpeluh. Ngarai indah
> lain yang banyak dikunjungi orang adalah
> Ngarai Kotogadang yang tentu saja hanya
> bisa dicapai dengan berkendaraan dari
> Bukittinggi.
> 
> Dari Bukittinggi kita bisa berkendara
> menuju Danau Maninjau menempuh rute yang
> terkenal dengan nama Kelok Ampek Puluh
> Ampek (44 kelokan). Dataran tinggi yang
> asri ini di zaman Belanda dulu disebut
> Padangsche Bovenlanden, dan dikenal
> karena mempunyai banyak ngarai dan danau
> (Maninjau, Singkarak, Dibaruh, Diatas)
> yang asri. Sayur-mayur dan buah-buahan
> dari dataran tinggi ini memasok
> kebutuhan warga Padang dan Bukittinggi,
> serta kota-kota kecil lain di
> sekitarnya.
> 
> Ketiadaan bandar udara untuk penerbangan
> komersial ke Bukittinggi barangkali
> justru merupakan blessing in disguise
> bagi kota asri ini. Bukan saja hal itu
> menghindari Bukittinggi dari tingkat
> keramaian yang lebih tinggi, tetapi juga
> agar wisatawan dapat menikmati jalur
> perjalanan darat Padang-Bukittinggi yang
> cantik. Bila mau, Anda pun bisa sejenak
> memukul-mukul bola di lapangan golf
> Anai.
> 
> Seorang turis asing yang menyukai
> Bukittinggi karena keasriannya, menyebut
> kota yang terletak 900 meter di atas
> permukaan laut ini sebagai: the city for
> the newly weds and the nearly deads.
> Udaranya yang sejuk bagai mengandung
> yohimbin bagi pengantin baru untuk terus
> bermesraan, tetapi juga cocok untuk para
> pensiunan menunggu giliran dipanggil Al
> Khalik.
> 
> Z Chaniago - Palai Rinuak -http://photos.yahoo.com/bada_masiak/
> 
> ======================================================================
> Alam Takambang Jadi Guru
> ======================================================================
>
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com 
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================

Kirim email ke