Serial Taujihat Ramadhan - Hari Ke-19

Pusat Informasi PK-Sejahtera di Amerika Utara (PIPKA)

==============================================================

LAILATUL QADR
Oleh:Farizal,(Toledo,OH)

BismiLLah walhamduliLLah, Washsholatu wassalamu �ala RosuliLLah, Waba�du

Allah berfirman yang artinya:
�Sesungguhnya Kami telah menurunkan (al Qur�an) pada malam kemuliaan (Lailatul qadar).
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?,br> Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan,
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Robbnya untuk mengatur segala urusan,
Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.�

Mulia/kemuliaan adalah dambaan setiap insan. Seseorang ingin menjadi kaya agar dihormati/dimuliakan orang lain. Menjadi pejabat, menjadi selebriti merupakan jalur yang banyak dikejar untuk mencapai kemuliaan. Kemudian tidak bisa dinafikan memajang gelar, baik gelar kesarjanaan, kesukuan, adat, ataupun gelar keagamaan, bisa mengantar pemakainya kepada kemuliaan tersebut.

Menjadi mulia, sadar atau tidak sadar, telah tertanam pada diri kita, khususnya orang Indonesia, sejak kecil. Ingat syair lagu yang selalu dinyanyikan pada saat seseorang merayakan ulang tahun?

�Panjang umurnya,
Panjang umurnya serta mulia,
Serta mulia,
Serta mulia��

Dikalangan aktivis islampun terkenal motto �Isy kariman aw mut syahidan� yang terjemahannya �Hidup mulia atau mati Syahid�
Manusiapun memperlakukan �penyandang� kemuliaan secara khusus. Semakin mulia sipenyandang semakin spesial pula perlakuan yang diberikan. Simak misalnya penduduk suatu negeri, rela berdiri berjam-jam, berdesak-desakan, tua-muda, besar-kecil, lelaki-perempuan, bahkan anak-anak. Matahari yang memancarkan sinarnya dengan garangpun tidak menjadi hambatan. Semuanya tumpah ruah menyambut kedatangan tamu mulia, seorang pemimpin partai politik yang menjanjikan perbaikan kondisi ekonomi, misalnya. Persiapan tentunya telah mereka lakukan jauh-jauh hari. Kalender pun telah diberi tanda khusus.

Ikhwah fiLLah,
Akan datang kepada kita Tamu yang sangat mulia, Lailatul Qadar. Tahukah (sadarkah) kita semulia apa Lailatul Qadar itu?
Allah menjelaskan malam yang lebih baik dari seribu bulan, artinya satu malam yang lebih baik dari seluruh umur kita. Bila, katakan, kita mengisi seluruh hidup kita dengan perbuatan baik, lailatul qadar memiliki nilai yang lebih dibanding apa yang telah kita perbuat tersebut. Lailatul qadar lebih baik dari seribu bulan; seribu bulan adalah lower bound dari kadar kebaikan malam tersebut.

Kemuliaan lailatul qadar disebabkan pada malam tersebut datang (baca: diturunkannya) al Qur�anul Karim, al Qur�an yang Mulia. Allah turunkan pada malam tersebut al Qur�an secara sekaligus dari lauhul mahfuz ke langit dunia. Diturunkannya al Qur�an yang merupakan hudan linnas, bayyinat minal huda, dan furqon (lihat al Baqoroh: 185) menandai datangnya petunjuk yang akan membawa siapapun yang menyambutnya kepada kemuliaan. Al Qur�an yang mulia, datang pada malam yang mulia, mentransform setiap insan yang menyambutnya menjadi mulia. Inna akromakum �indaLLohi atkokum (Hujurat: 13).

Kemudian, sedemikian mulianya lailatul qadar hingga malam yang mulia itu dirayakan oleh tamu-tamu yang mulia, para Malaikat dan Jibril AS. Mereka datang menyebarkan rahmat dan keberkahan. Bahkan Jibril AS, malaikat mulia yang tugasnya adalah menyampaikan al Qur�an yang mulia kepada Rosul SAW yang mulia, ikut memeriahkan malam yang mulia tersebut.

Ikhwah fillah,

Sudahkan kita mempersiapkan diri untuk ambil bagian dalam sesuatu yang serba mulia ini?

 

 

Kirim email ke