Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan 
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: 
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pak Tua.
Cerita kedua ini di ceritakan oleh suami saya,setelah
saya ketawa sambil terus mendengarkan cerita beliau
selanjutnya : 

Suatu hari,.ada seorang pemuda,yang hidupnya selalu
saja keluh kesah dengan segala macam problema yang di
hadapinya.Yang istrinya cerewetlah,.pekerjaan di
kantorlah,segala macam deh pokonya,membuat mukanya
selalu murung.

Akhirnya ia datang ke Pak Tua.lantas oleh pak Tua,di
suguhkan segelas air yang isi gelas itu setengahnya
adalah garam.Jadi setengah air,setengah garam,di aduk
dan diberikannya pada pemuda itu.

Lantas di minum oleh pemuda itu,dengan wajah berkerut
di kening ia bilang pada pak Tua, : Gimana sih Pak tua
ini,.saya sudah pusing-pusing begini koq malah di
kasih air minum yang rasanya pahit begini..?"

Tanya pak Tua,.." Gimana rasa air minum itu..?", "
Pahit pak Tua..?".

" Oh..okaylah,.mari kita jalan-jalan keluar sebentar
yuk,..?"

Di dalam perjalanan yang sedikit itu,mereka melalui
sebuah sumur yang cukup dalam,dan ada isi
airnya.Lantas pak tua memasukkan setengah gelas garam
kedalam sumur itu,di aduknya,kemudian di ambilnya dari
adukan air dan garam dalam sumur itu,segelas
air,lantas ia berikan pada pemuda itu.

Setelah di minum pemuda itu,pak Tua langsung
bertanya," Bagaimana rasa air campuran setengah gelas
garam tadi,..? "." " Hmmm,.kalau ini mah,.enak pak
Tua,ketimbang air minum tadi "

" Nah..begitulah kehidupan manusia ,yang punya
hati.manusia itu punya segala macam problema yang akan
selalu menyempitkan dadanya.Gelas,atau sumur tadi
adalah ibarat hati kita,sementara garam adalah
problema hidup kita.Jadi problema itu akan selalu ada
dimana saja,dan kapan pun saja,tinggal kitanya saja
lagi yang sebagai wadah menempatkannya dimana.Apakah
dada kita sempitkan,atau kita luaskan.

Kalau saja segala macam problema hidup itu kita
letakkan di tempat yang sempit,maka sempitlah dada dan
terasa sesaklah nafas kita menerimanya
selalu.Sedangkan kalau problema itu kita berikan di
wadah yang luas ( dada,hati  yang lapang ) ,InsyaAllah
seberat apapun problema yang kita hadapi,tidak akan
terasa berat ,karena lapangnya hati kita menerima
segala macam problema hidup itu.

Apakah ia tingkah
laku,suami/istri,anak-anak,teman,pekerjaan
kantor,cacian,makian,dan segala macamnya.Semua itu
tergantung kita menempatkannya di tempat luas,atau di
tempat sempit.Apakah dada,hati,kita persempit,atau
kita perluas.Semua ada di tangan kita
menyelesaikannya,karena yang namanya problema akan
segitu-gitu juga,sebagaimana air garam tadi,kalau di
letakkan di gelas,( wadah ),sempit maka terasa
pahitlah air itu,tapi karena garam yang sama jumlahnya
itu tadi kita letakkan di wadah yang luas ( sumur
),maka akan tidak terasa,selain enak juga rasa air
tersebut.

Demikianlah cerita dari suami saya menjelang
tarawih,sambil kita tiduran santai,suami saya ini
sangat suka menceritakan dongeng,atau cerita lucu pada
saya,terutama menjelang tidur .Moga-moga bermanfaat
buat kita semua.

Wassalam.Rahimarahim.( Cairo 20 nof 03 )


__________________________________
Do you Yahoo!?
Free Pop-Up Blocker - Get it now
http://companion.yahoo.com/
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com 
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================

Kirim email ke