Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan 
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: 
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Terkadang,kematian itu mirip seorang yang sedang
tidur,sama-sama di tahan nafsnya.Hanya saja,kalau
tidur,penahanannya tidak sesempurna  saat kematian.

Seorang yang tidur,di ibaratkan dengan layangan
terbang,jauh keangkasa,tapi talinya tetap di pegang
oleh sang pemain.Sedangkan yang mati,adalah layangan
yang telah putus  talinya,sehingga ia terbang tak
kembali.

Sebagian pakar mengemukakan,Al Qur'an mengisyaratkan
ada dua macam kematian,yaitu mendadak dan perlahan.
Kematian mendadak diisyaratkan FirmanNya dalam Q.s,An
Nazi'aat 1 " Demi pencabut �pencabut yang keras ,yakni
Malaikat-malaikat pencabut nyawa dengan pencabutan
keras,sehingga nyawa berpisah dengan badan seketika
itu juga.

Ada riwayat yang mengilustrasikannya dengan  duri yang
tertanam dengan kerasnya dalam kapas basah,kemudian di
tarik dengan keras.Pastilah dengan itu duri dapat
berpisah dengan kapas dengan cepat,walau sebagian
kapas turut tercabut bersamanya.betapapun ini
mengisyaratkan kematian yang mendadak.

Kematian perlahan,di isyaratkan dengan lanjutan
FirmanNya : " Demi pencabut-pencabut dengan perlahan
,yakni Malaikat yang mencabut dengan perlahan.
Kematian mendadak,yang merupakan pencabutan keras
itu,memang sangat menyakitkan.Tapi kata mereka karena
demikian cepatnya proses kematian itu , rasa sakit
yang diakibatkannya tidak sempat di rasakan oleh yang
bersangkutan.Ia telah mati sebelum rasa perih itu
sampai ke wilayah rasa.


Sebaliknya dengan kematian perlahan,walau melalui
proses yang relative lebih lama,tapi karena nyawa di
ambil sedikit demi sedikit,maka yang meninggal
bagaikan orang yang mengantuk kena bius,sehingga pada
akhirnya ia tidak terbangun kecuali pada alam yang
lain.

Namun pun begitu,perlu di ketahui,bahwa kematian tidak
sepenuhnya senyaman di kala tidur.
Seperti kita ketahui kematian adalah pemisahan
sempurna dengan badan,sedang tidur adalah pemisahan
sementara.

Disisi lain,bukankah factor ekstern yang menyertai
sesuatu dapat berdampak positif atau negative,antara
lain pada rasa yang dialami seseorang ?.Bukankah
manisnya gula,terasa pahit oleh sisakit ?Bukankah pil
ekstasi dan semacamnya,menjadikan seseorang gembira
ria walau semu ?Bukankah pedihnya pembedahan ( operasi
),tidak terasa bagi yang dibius ? bukankah menyirami
jeruk nipis di luka yang parah,menambah keperihannya
?.

Walaupun mati serupa dengan tidur,dan tidur di nilai
nyaman,tetapi tidur tidak selalu demikian.Saat tidur
ada mimpi-mimpi yang dapat menjadikan tidur lebih
nyaman,dan terbangun optimis.Tapi ada juga yang
mengerikan.,yang menjadikan seseorang risau dan gundah
sesudahnya.Demikian juga mati,walau tentu saja apa
yang dialami oleh mimpi tidak merupakan kenyataan
rill,sedang yang dialami kematian adalah nyata.

Dari sinilah kita dapat mengetahui, ayat-ayat,dan
hadist-hadist yang menguraikan betapa sakit dan
ngerinya kematian,atau betapa indah dan
menyenangkannya ia.( untuk ayat-ayat kematian ini
sangat banyak sekali di tuangkan Allah dalam
kitabNya,bisa kita lihat di mu'jam al mufahras
lialfaadzil Qur'an " kamus untuk mencari kata-kata
yang diinginkan di dalam ayat-al Qur'an .Cari saja 
kata dasarnya " almaut  " adalah " Maata ",akan
ditemukan disana segala macam kata-kata yang
menerangkan tentang kematian,baik yang dirasakan oleh
muslim,non muslim,kafir,beriman dan tak beriman.

Mungkin sampai disini dulu pembicaraan tentang
kehidupan dan kematian,sebenarnya banyak sekali
permasalahannya,karena dalam kematian itu ada sakratul
maut,alam akhirat,alam barzakh,dan siksa kubur,serta
trip-trip untuk memperpanjang umur,bagaimana agar kita
terhindar dari siksa kubur dan lainnya lagi, tapi
pembicaraan ini bisa membuat badan merinding,
ketakutan,dan seakan-akan kita bisa-bisa mati
besok,atau saat ini juga.

Dan saya masih ingin hidup seribu tahun lagi,walau
pedang menghunusku,kata pujangga Chairil Anwar.kalau
ada waktu dan lagi mood,kita sambung dalam topik yang
lain,kalau tidak ada,moga-moga apa yang sudah kita
ketahui bersama jadi pengetahuan yang bermanfaat buat
kita semua.


Hampir kebanyakan dari yang saya tuangkan di atas
kebanyakan terambil dari buku Kematian,oleh Prof
Quraish Shihab,sementara masih banyak lagi yang
semirip,tapi menjelimet,lebih sulit lagi di
fahami,kalau ini sudah saya pilih kata-kata yang
tergampang kita memahaminya ,versinya Imam Al Ghazali
( Ulama besar Islam zaman dahulu sampai saat ini
pemikiran beliau selalu di jadikan bahan rujukan kaum
yang bergerak di bidang Filsafat ),juga ada versi
moderen ulama Arab Kontemporer,yang pada dasarnya
hampir bersamaan dengan versi Quraish Shihab.

Wassalam Rahima Cairo penghujung Ramadhan 1424 H.

__________________________________
Do you Yahoo!?
Free Pop-Up Blocker - Get it now
http://companion.yahoo.com/
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com 
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================

Kirim email ke