Hari kemenangan telah berlalu , Hari kemenangan begitulah sebagaian orang menyebut Idul Fitri atau Lebaran . Orang bijak berkata lebih mudah membangun dari pada memelihara . Lalu kata bijak itu berbunyi lebih mudah meraih kemenangan daripada mempertahankannya . Benarkah demikian ? Masing masing kita dapat menjawab sesuai pengalaman hidup kita . Lagipula , kemenangan dalam soal apa ? mengalahkan nafsu ? Nafsu yang mana ? kalau hanya menahan nafsu makan dan minum disiang hari , anak kecil juga bisa dan dapat memenangkannya . Tetapi bagi orang dewasa ? nafsu sex , nafsu terhadap harta , nafsu terhadap kekuasaan seberapa jauh dapat ditahan dan dikalahkan ? dan seberapa lama pula dapat bertahan ?

Untuk sekilas instrospeksi diri , marilah kita ingat kembali idul fitri tiga hari yang lalu , benarkah sudah kembali ke fitrah ?, setinggi apa tingkat makbulnya ibadah kita ? Bukankah orang yang berhari raya bukan diukur dari yang berbaju baru , tapi diukur dari semakin menggebunya ketaatan kepada Allah . Ukurannya adalah ketaatan dan bukan baju baru . Baju baru bisa terkontaminasi oleh dosa , karena uang pembeli didapat lewat jalan dosa , bohong , menipu , kolusi , suap dlsb .

Kita berpuasa dengan cara yang khas , dan tujuan yang ingin dicapai adalah sangat tinggi dan mulia , yakni ingin menjadi orang yang muttaqin ( orang yang bertakwa ) .

Jadi selesai lebaran , trus apa yang akan kita perbuat ?? Kita khawatir �Lebaran� membawa lebarnya segala energi kita . jamaah sholat fardhu dimesjid dan musholla kembali seperti kondisi sebelum ramadhan , sepi.., Kajian al Quran  sedikit peminat , Infaq dan shodaqah memprihatinkan . Inilah potret masyarakat kita dan mudah mudahan kita tidak berada didalamnya .

Mari kita buktikan bahwa puasa kita makbul , taat kita , syukur kita dan zikir kita kepada Allah SWT semakin menggebu dan  tidak terpengaruh oleh waktu , cuaca dan kondisi 

Wassalam : zul amry di kuta bali

 

 


Do you Yahoo!?
Free Pop-Up Blocker - Get it now

Kirim email ke