Demokrasi :

Ide demokrasi mulai di dengungkan 2500 tahun silam di Athena , jumlah pendukung tak lebih dari 1000 orang . Pendukung yang disebut rakyat tersebut  , diatur kehidupannya dalam pemerintahan negara kota , segala kebijaksanaan dan undang undang ditetapkan dalam keputusan bersama dengan azas �one man one vote � . Suara terbanyak juga dikenal dengan slogan �vox populi vox dei� suara rakyat adalah suara tuhan , suatu keputusan  yang harus dipatuhi rakyat termasuk pemimpin . Saat ini , demokrasi nyaris menyerupai puing puing kuno yang digunakan terus menerus hampir selama 2500 tahun . Seiring perubahn zaman dan tingkat pemahamnan manusia terhadap cita cita demokrasi , terutama dengan munculnya negara negara pada abad ke 17 , maka pranata politik tentunya sudah berbeda dibanding kan zaman Yunani kuno . Makna demokrasi saat ini telah diterjemahkan bahwa sedikit saja hak seseorang dikurangi akan dituduh tidak demokratis , Apalagi nama seseorang tidak tercantum dalam daftar caleg ( calon legislative) langsung mencak mencak dan menuduh serta mengerahkan masa dan mengkreasi demo , bahwa penyusunan daftar caleg tidak tidak demokratis . Demokrasi memang kata yang mudah diucapkan tapi sulit dimengerti hakekatnya . Mirip dengan menggapai bayang bayang selalu menjauh dengan jarak tetap, artinya kita tak pernah menyatu dengan bayangan , nah demokrasi itu berbentuk , tapi tak pernah jelas ujudnya dan selalu berwarna hitam .

Jangankan kita , lha wong Amerika dan Inggeris saja , negara yang tak pernah terjajah , belum mampu mempersembahkan demokrasi seperti yang pernah dialami Sokrates , Plato, dan Aristoteles dimasa lalu . Anehnya lagi , Yunani sebagai tempat kelahiran demokrasi , nyaris tidak pernah dipimpin rezim yang menerapkan demokrasi. Konon sekarang orang orang Yunani modern , sambil bercengkrama di kafe atau bar hanya bisa membayangkan dan bernostalgia tentang kebesaran filsuf  filsuf mereka dimasa silam , dimana buah pikirannnya sering digunakan negara barat mengenai politik,ekonomi , hukum dan sosbud . Memang banyak negara menyebut negara mereka dengan negara demokrasi , tapi sebetulnya mereka menganut system demokrasi pluralis , tidak murni demokrasi , tapi mendekati demokrasi . Ambil contoh seperti Amerika , sejak merdeka tahun 1776 , mana ada sih Presiden wanita yang memerintah negara tersebut .  Lalu siapa bisa menjamin , bahwa system demokrasi adalah jalan terbaik menuju kemakmuran ?? Inti demokarsi adalah kebebasan , kebersamaan dan persaudaraan , tapi unsur persaudaran sering diabaikan orang dalam demokrasi , akibatnya kebebasan sering digunakan secara semena mena dan sering melanggar kebebasan orang lain . Atas nama demokrasi pula orang yang dilanggar kebebasannya melakukan tindakan serupa demi kebersamaan , maka terjadilah perang saudara dan permusuhan antara kita .

 zul amry piliang di kuta bali


Do you Yahoo!?
Free Pop-Up Blocker - Get it now

Kirim email ke