Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan 
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: 
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

No Comment dulu........

F 3 N
------
http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=146736&kat_id=6

Kamis, 04 Desember 2003
Taufiq Kiemas Jadi Datuk

Taufiq Kiemas ternyata punya darah Minangkabau. Dia adalah orang Belakang
Tangsi, Padang, Sumatra Barat. Paling tidak hal itu yang termuat dalam
biografinya yang ditulis Panda Nababan. Pada 22 Desember nanti, Taufiq, yang
suami presiden itu, akan diangkat jadi datuk, penghulu adat di Istana
Pagaruyung, Batusangkar, Sumbar.
"Beliau akan diangkat jadi datuk oleh kaumnya dari Sungai Ungkang, Sabu,
Batipuh Tanah Datar dengan gelar Datuk Basa Batuah dari suku Sikumbang,"
kata Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Kamardi Rais
Datuk Panjang Simulie, kepada Republika, di Padang, kemarin.
Dalam sejarah kerajaan Pagaruyung dan dalam sejarah Minangkabau, tidak
seorang pun datuk/penghulu adat yang dinobatkan di istana kerajaan. Namun,
mungkin karena Taufiq orang besar, lalu penobatannya dilakukan di istana.
Maka jadilah peristiwa 22 Desember itu, pertama dalam sejarah suku bangsa
tersebut.
Tentu saja Taufiq sendiri tidak bisa berbahasa Minang dengan fasih. Tidak
pula tahu betul syarat-syarat jadi penghulu. Tapi apa pentingnya benar
hal-hal semacam itu. Jika peristiwa 22 Desember 2003 itu terlaksana nanti,
maka inilah untuk pertama kalinya dalam sejarah ada datuk Minang yang jadi
suami presiden. Paling tidak suami presiden menjelang pemilihan 2004 nanti.
Taufiq Kiemas, lahir di Palembang, Sumatra Selatan. Ibunya pun lahir di
sana. Menurut pengakuan Taufiq dalam bukunya, ibunya menuturkan bahwa ia
orang Minang, berasal dari Belakang Tangsi Padang. Beberapa generasi
keluarga ini berada di rantau dan tidak pernah pulang. Kini, tiba-tiba
sebuah upacara hebat akan dilaksanakan untuk suami presiden ini.
Untuk menelusuri silsilah Taufiq, sebuah tim kecil telah turun ke sana.
Ternyata rumah leluhur Taufiq sudah tidak ada lagi. Ada satu keluarga yang
tersisa, diyakini sebagai keluarga asal Taufiq. Tapi, investigasi terhenti
sampai di situ. Ternyata kemudian LKAAM menemukan tanah leluhur Taufiq di
Sungai Ungkang, sebuah desa kecil menjelang Batusangkar, sekitar 115 km dari
Padang arah utara.
Persiapan di Sungai Ungkang Sabu dan di Batusangkar serta di istana
Pagaruyung telah dimulai. Kemarin, sebuah SMS dimuat di Harian Singgalang,
Padang. Isinya: gelar datuk untuk Taufiq apa bukan basa-basi semata?
Jawaban datang dari Bupati Tanah Datar Masriadi Martunus, dari Sekda Sumbar
Rusdi Lubis, dari Gubernur Sumbar Zainal Bakar, dari Ketua LKAAM Sumbar.
Intinya, pengangkatan datuk itu, murni kehendak rakyat Sabu. Tidak ada
rekayasa dan tidak ada kepentingan politis.
Betulkah? Banyak pihak menduga, ini memang sarat dengan kepentingan politis
menjelang pemilu. Meski satu tingkat di bawah gelar sako (pusaka),
sebelumnya Amien Rais juga diberi gelar oleh orang Minang, kemudian Oesman
Sapta.
Sebelumnya juga ada beberapa gelar. Dulu, istri Bung Karno, Hartini juga
pernah diberi gelar Bundo Kanduang Agung , tapi kemudian diprotes, lantas
diberi saja gelar Ibu Kanduang, yang tidak memiliki makna apa-apa. Penobatan
Hartini dilakukan di Bukittinggi pada tahun 1965.
Rencana pengangkatan Taufiq jadi datuk itu, menurut Ketua LKAAM Sumbar sudah
sesuai 'ruas dengan buku'. "Pak Taufiq memang orang Sabu, gelarnya sudah
lama tidak dipakai karena tidak ada yang akan menyandangnya, kini anak yang
hilang sudah ditemukan, maka dinobatkanlah dia jadi datuk," kata Kamardi
pula. Sisilah keturunan Taufiq, bagi dia tidak jelas benar, karena itu
berbagai pihak di Sumbar ikut menelusurinya.
Apa hubungan antara Belakang Tangsi Padang dengan Sungai Ungkang, hanya
Ketua LKAAM yang bisa menjawab. Dalam sejarah kota Padang, kota itu
berkembang karena adanya arus pendatang dari Solok dan sedikit dari Nias,
Sumut.
Bisa jadi, leluhur Taufiq dari Sungai Ungkang Sabu merantau ke Solok, lalu
merantau pula ke Belakang Tangsi Padang dan kemudian merantau ke Sumatra
Selatan. Lalu, hilang dan kini bertemu lagi.
''Soal silsilah, saya tidak mengerti betul yang mengeti tentu keluarganya,
inikan helat keluarga, bukan upacara yang dilakukan pemerintah,. Tapi walau
bagaimanapun persiapan sudah kita dilakukan," kata Juru Bicara Gubernur
Sumbar, Yuen Karnova menjawab Republika, kemarin.  rul

Nofendri T. Lare
========================================================
LaMaK DiaWaK KaTuJu DiuRaNG
========================================================

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com 
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================

Kirim email ke