Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan 
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: 
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Uda,.....
Thanks a lot, ini satu nasihat yang menyejukkan.

Tapi gimana kalau ada tetangganya yang jail, selain
tanah yang ditimbunkan, juga batu2 kerikil, air bekas
cucian, sampah yang udah seminggu numpuk dipekarangan
rumah..??.

regards,
Ad.

ps. ampun...uda, ini bukan kualat.
 

--- Irdam Syah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dari milis sabalah.......... renungan akhir pakan.
> salam - tg
> 
> Kawan, guncangkanlah!
> 
> Cybernews - Suatu hari keledai milik seorang petani
> jatuh ke dalam sumur.
> Hewan itu menangis dengan memilukan selama
> berjam-jam, sementara si petani
> memikirkan apa yang harus dia lakukan.
> 
> Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua
> dan sumur juga perlu
> ditimbun. Jadi, tidak akan ada gunanya lagi menolong
> si keledai. Ia pun
> mengajak para tetangga untuk membantunya. Mereka
> membawa sekop dan mulai
> menyiramkan tanah ke dalam sumur. Biarlah sumur itu
> menjadi kuburan si
> keledai, pikir petani tua itu.
> 
> Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang
> sedang terjadi, ia
> menangis, meringkik penuh kengerian. Tetapi
> kemudian, semua orang takjub,
> karena si keledai menjadi diam. Tak ada suara apa
> pun. Setelah beberapa
> sekop tanah lagi dituangkan, dan tak ada lagi suara
> apa pun, karena
> penasaran, si petani melongokkan kepala. Dan ia
> tercengang melihat apa yang
> terjadi.
> 
> Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh
> bersekop-sekop tanah dan kotoran, si
> keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia
> mengguncang-guncangkan
> badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun
> ke bawah, lalu menaiki
> tanah itu.
> 
> Sementara tetangga-tetangga si petani terus
> menuangkan tanah kotor ke atas
> punggung hewan itu, si keledai terus juga
> menguncangkan badannya dan
> melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona
> ketika si keledai
> meloncati tepi sumur dan melarikan diri.......!
> 
>                                                     
>               ****
> 
> Rekan-Rekan, kehidupan terus saja menuangkan tanah
> dan kotoran ke atas kita,
> bahkan segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk
> keluar dari "sumur"
> (kesedihan, masalah, dan lainnya) adalah dengan
> menguncangkan segala tanah
> dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita)
> dan melangkah naik dari
> "sumur" tadi dengan menggunakan hal-hal tersebut
> sebagai pijakan.
> 
> Setiap masalah yang kita jumpai seharusnya merupakan
> satu batu pijakan bagi
> kita untuk melangkah ke depan. Kita dapat keluar
> dari "sumur" yang terdalam
> dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah! Never
> give up! Guncangkanlah
> hal negatif yang menimpa dan melangkahlah
> naik.........!
> 
> Beberapa nasehat sederhana tentang kebahagiaan: 
> 
> (1) Bebaskanlah diri dari kebencian, 
> 
> (2) Bebaskanlah pikiran dari kecemasan, 
> 
> (3) Hiduplah sederhana, 
> 
> (4) Berikanlah lebih banyak, 
> 
> (5) Berharaplah lebih sedikit, dan 
> 
> (6) Tersenyumlah, bukalah hati untuk cinta dan kasih
> sayang sesama.   
> 
> Apa pun yang mendera, kesedihan, nestapa,
> guncangkanlah, jadikanlah alas
> kaki, pijakan, untuk melampauinya. (CN02)
> 
>  
> ----------------0000000--------------
> 
> 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com 
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================

Kirim email ke