Mubes Lahirkan Rekomendasi Penting
03-12-2003 20:02:29

Musyawarah Besar (Mubes) perantau Kabupaten Agam se-Indonesia yang di gelar selama dua hari di gelanggang olah raga (GOR) Padang Baru, Lubuk Basung berjalan sukses dan melahirkan berbagai keputusan penting yang di proyeksikan untuk mendukung pemerintah dalam membangun Nagari secara utuh.

Sepanjang dua hari pelaksanaan di berbagai sesi persidangan berjalan a lot, pasalnya tingkat kekritiasan Kabupaten Agam, tak jarang adu argumentasi keras memberi warna bagi nuansa baru sukses lobi perantau yagn di lakukan Pemkab Agam.

Mubes Perantau Agam se- Indonesia yang dibuka Gubernur Sumbar H. Zainal Bakar Jumat pekan lalu di hadiri setidaknya 1200 orang perantau dari 9 provinsi yang telah di terbentuk organisasi perantau Agam, merekomendasikan berbagai hal, terutama yang mengacu pada Komitmen membangun Nagari di Kabupaten Agam, yang di arahkan unutk peningkatan mutu SDM, ekonomi dan memelihara norma adat istiadat, seni budaya termasuk menyatukan visi perantau Agam dalam satu wadah organisasi yang di putuskan bernama Ikatan Keluarga Perantau Agam (IKPA) yagn bermarkas di Jakarta.

Bahkan, hasil sidang formatur yang berjalan panas di kediaman bupati Agam Sabtu malam, memberikan amanah pada Brigjen (Purn) TNI H. Gustiar Agus, mantan Bupati Agam periode 1995-2000 sedangkan ketua umum IKPA periode 2003-2008.

Saat membuka Mubes perantau Agam se-Indonesia di GOR Lubuk Basung Gubernur Sumbar Zainal Bakar mengungkapkan kebanggaan Luar Biasa terhadap masyarakat Kabupaten Agam, pasalnya komitmen membangun kampung sangat tinggi.

Di sebutkan Gubernur, dia pribadi di besarkan di Kabupaten Agam, bahkan Gubernur Sumbar itu pernah menjabat beberapa Pos penting di Kabupaten Agam sehingga ia menyebutkan sangat memahami kurenah rang Agam yang sangat kritis dan spesifik.

Dinamika dan kekokohan senmangat kebersamaan yang di tunjukan kalangan perantau saat ini, di yakinkan menjadi modal dasar bagi Agam termasuk Sumbar dalam membangun daerah, apalagi dengan pemerintahan nagari yang sangat membutuhkan polesan dan partisifasi aktif perantau. �Perantau jadi andalan bagi pembangunan masa depan Sumbar,� ulas Gubernur.

Disisi lain, tetua perantau rang Agam H.Bakhtiar Chamsyah SE, menghimbau kekutan perantau Agam yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mengaktulisasikan kepedulian terhadap kampung halaman, pasalyna era otonomi Daerah dan semangat pemerintahan Nagari sangat membutuhkan konstibusi dari elemen pembangunan dalam masyarakat, salah satunya klangan perantau

Malah Bakhtiar Chamsyah yang menteri sosial itu, menyebutkan sangat banyak potensi dalam Nagari yang belum tergarap maksimal,� di tangan kita perantau tertumpang harapan,� tegasnya.
Warna Baru

Mubes I perantau Agam Se-Indonesia yagn di pusatkan di GOR Lubuk Basung, terlihat betul-betul mendapatkan respon dari kalangan perantau, terbukti GOR berkapasitas 3500 orang penuh sesak, sejak pembukaaaan sampai penutupan Sabtu pekan lalu, bahkan lapangan parkir luas yang mengelilingi kompleks GOR yang baru dua bulan di fungsikan tersebut penuh oleh berbagai jenis kendaraan milik perantau yang datang.

Bupati Agam, Aristo Munandar usai penutupan mengaku bahwa sasaran pertama Pemkab Agam adalah untul memperkokoh jalinan silaturrahmi dengan perantau sudah memberikan hasil yang memuaskan. Bupati tidak menyangka dengan tingginya Animo perantau yang Pro-Aktif disetiap sesi yang di gelar, apalagi dengan kehadiran tokoh-tokoh terkemuka, seperti Bachtiar Chamsyah, Amir Thaib, Hasyim Jalal, Nudirman Munir, Nurdiati Akma, dan mantan Bupati Agam Gustiar Agus.***

Kirim email ke