ass ww 
Masa indak ado jalan kalua Harus menyerah pada nasib Tuhan manyuruh 
kitobarusaho Ambo selalu mangambik umpamo ka nagari Balando nan mambangun 
nagari dibawah lawaik. Singaputra nan memperluas nagarinyo dengan tanah dari 
Indonesia  Kok dipadiakan sajo lamo lamo yo kikih ngarai tu Kikih pantai Padang 
dll Masa indak ado ahli kito nan baminant meneliti
Chaidir N Latief 


----- Original Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, March 20, 2007 4:07:14 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Segmen Sianok Jadi Ancaman


Ass Wr Wb 
Dunsanak di Palanta, 
  
Ambo dapek kiriman email dari uda Mohammad Gempita (TELKOM) dari Banduang, 
satantang ancaman segmen Sianok nan baliau dapek dari koran PR Banduang. (Email 
ambo copy past dibawahko) 

Mambaco artikel nantun ado beberapa poin nan bisa awak ambiak untuak diskusi di 
palantako. 
1. Bangunan di Bukittinggi sekitarnyo tantu harus tahan gampo 7 SR 
2. Perumahan nan sapanjang tapi ngarai, mulai dari Birugo bungo, balakang 
balok, panorama, banto laweh, bulakang RSAM, Bukik apik, jarak rumah jo tapi 
ngarai sabana dakek, Tantu harus ado jarak minimal rumah dari tapi ngaraitu. 

Hal iko harus dipelajari samo PEMDA antisipasinyo, Mungkin jo syaraik IMB nan 
dikaluakan, Study bandiang PEMDA ka negara yg rawan gampo, ba'a persyaratan IMB 
nyo. 
Baitu juo jo rumah2 nan alah ditapi ngarai bana harus ado relokasinyo. Bara 
meter jarak bangunan jo bibia ngarai nan bisa dapek ijin. 

  
Salam 
Dewis 
www.cimbuak.net 
Kampuang nan jauah dimato dakek dijari 



Dewis, 
Cubolah Dewis baco koran PR Bandung hari iko di 
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/032007/09/0105.htm satantangan Segmen 
Sianok Jadi Ancaman . 
Indak ado pilihan lain bagi dunsanak basarato ranggaek awak di kampuang, salain 
membangun rumah nan minimal tahan gampo 7 SR. 
 
dari 
Da Gem 


Segmen Sianok Jadi Ancaman 
 BANDUNG, (PR).- 
Peneliti gempa dari Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. 
Ir. Danny Hilman Natawidjaja mengatakan, masyarakat dan pemerintah daerah di 
Sumatra harus mewaspadai segmen Sianok yang berada di Bukittinggi ke arah 
utara. Sejak 100 tahun lebih, segmen tersebut belum pernah melepaskan 
energinya. 
"Gempa yang terjadi di Sumatra Barat kemarin itu sumbernya dekat dengan segmen 
Sianok," kata Danny Hilman dalam penjelasannya melalui surat elektronik yang 
dikirim dari Singapura, Kamis (8/3). 
Menurut dia, gempa yang terjadi di patahan Sumatra tersebut berlangsung selama 
kurang lebih dua jam. Peristiwa itu diawali dengan gempa-gempa pendahuluan 
(fore shock) kemudian terjadi dua kali gempa cukup besar dengan skala magnitudo 
6,3 MW (gelombang permukaan) dan 6,1 MW. 
Berdasarkan catatan Danny Hilman, di segmen tersebut pernah terjadi dua kali 
gempa berturut-turut pada 1926. Jarak waktunya hanya berbeda 30 menit dengan 
kekuatan yang jauh lebih besar, mencapai skala magnitudo 7 MW atau lebih. 
Diungkapkan, waktu itu gempa pertamanya memecahkan segmen Sumani. Namun, 
setengah jam kemudian gempa kedua memecahkan segmen Sianok, dari Danau 
Singkarak sampai Bukittinggi hingga Padang Panjang. "Korbannya diberitakan 
hampir 300 orang." 
Simpang siur
Sementara itu, jumlah korban gempa khususnya meninggal dunia di Sumbar hingga 
kini masih simpang siur karena masih banyak daerah kabupaten/kota belum 
melaporkan dengan pasti sehingga data yang dikeluarkan posko bencana gempa di 
aula Pemprov Sumbar terus berubah-ubah. 
Informasi terakhir menyebutkan, jumlah korban meninggal dunia 72 orang, turun 
dari sebelumnya tercatat 85 orang (data dikeluarkan pukul 10.00 WIB). 
Koordinator piket posko korban gempa bumi Sumbar, Zulfahmi mengatakan, 
menurunnya jumlah korban meninggal itu karena diralat oleh kabupaten/kota 
bersangkutan. 
Dicontohkan, korban gempa dilaporkan meninggal di Kota Bukittinggi, namun 
ternyata warga Kota Padang. Kedua daerah itu tetap melaporkannya ke provinsi. 
"Kita terus meminta kepada kabupaten/kota setempat melaporkan datanya per 
nagari agar bisa direkapitulasi secara baik," katanya. 
Dari 72 orang yang meninggal itu terdapat di Kabupaten Solok 16 orang, Tanah 
Datar (10), Padang Pariaman (3), Agam (14), Kota Solok (6), Payakumbuh (2), 
Padang Panjang (10), Bukittinggi (9), dan Padang (2). 
Menko Kesra Aburizal Bakrie mengatakan, pemerintah mulai mempersiapkan rencana 
rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumbar. Para kepala daerah 
setempat diberi waktu satu minggu untuk menyusun laporan kerugian wilayah 
masing-masing. 
"Pascabencana, bupati dan wali kota diminta melaporkan dalam satu minggu. 
Kepada Menko Kesra, presiden minta untuk memperkirakan kerusakan dan 
pembiayaannya," katanya di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin, tentang hasil 
rapat terbatas membahas perkembangan upaya tanggap darurat daerah bencana gempa 
Sumbar dan tanah longsor di Manggarai, NTT. 
Menurut Ical -- panggilan Aburizal Bakrie -- satu minggu setelah laporan dari 
kepala daerah bencana masuk, pihaknya akan mengirimkan tim verifikasi ke 
lapangan. Laporan tim verifikasi inilah yang nantinya akan menjadi patokan 
menghitung dana yang dibutuhkan untuk keperluan biayai rekonstruksi dan 
rehabilitasi pascabencana. 
"Rehabilitasi dilakukan segera dengan dana pascabencana sesuai dengan standar 
daerah lain. Pemda diminta sharing cost. Kelak bangunan yang akan didirikan 
harus antigempa, Departemen PU diminta memastikan standar-standarnya ditaati 
dengan benar," ujarnya. 
Peninjauannya ke lapangan kemarin, untuk mendapatkan data sementara tentang 
kerusakan yang ada. Tempat tinggal warga yang mengalami rusak berat, sedang, 
dan ringan, masing-masing berjumlah 1.164, 545, dan 2.119 unit. Sementara 
jumlah sekolah, kantor pemerintah, dan pasar, sebanyak 20, 18, dan 4 unit. 
"Infrastruktur jalan amat sedikit yang rusak," ujar Ical. (A-64/dtc)***


 
____________________________________________________________________________________
Sucker-punch spam with award-winning protection. 
Try the free Yahoo! Mail Beta.
http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/features_spam.html
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke