abang-da (amang ada??) yang saya hormati...
  mohon maaf/permisi untuk ikut berbicara...
   
  saya lebih pro dengan isu yang beredar, tentang bagaimana mungkin dpr membeli 
laptop pada kondisi negara seperti ini. sebagai bagian dari pemerintah 
(eksekutif-yudikatif-legsilatif) apa yang dilakukan dpr sudah pasti memiliki 
imbas yang lebih besar secara kultural kepada masyarakat umum, dibandingkan 
contoh yang abang-da/bpk berikan, karena satu alasan sederhana PT.KAI bukan 
bagian dari pemerintahan walaupun kelanjangan darinya.
   
  mungkin yang dimaksud oleh kawan2 sekalian adalah efek dari pengadaan laptop 
itu. "social stressing"... sebenarnya ini yang lebih menakutkan dari pada 
sekedar pengadaan laptop yang berharga 21 jt itu. social stressing ini bisa 
mengakibatkan akumulasi stress pada tingkatan sosial, hingga bisa pecah chaos 
yang lebih besar dari 1998. tentunya kita tidak mau seperti ini bukan? 
   
  alhamdulillah pembatalan itu cepat dilakukan, tapi lihat, di banten, di 
kaltim, lonjakan stress di masyarakat sudah menembus sendi organisasi, ormas, 
bahakan ibu rumah tangga. artinya semua masyarakat sudah mengalami un-trust 
terhadap pemerintahan.
   
  untuk melihatnya saya beri permisalan,
  1. masyarakat mengeluh tentang pengadaan laptop, dan ini sudah terjadi
  2. masyarakat mengkambing hitamkan pengadaan laptop untuk hal2 yang kecil 
sekalipun. misal ibu2 beli ikan asin, terus harganya naik, dan mereka 
menggerutu, pasti gara2 dpr beli laptop...
   
  sekali lagi ini cuma pengandaian, yang jelas yang ingin saya sampaikan, 
pengadaan laptop itu memang waktunya belum tepat dibandingkan kinerja dewan 
selama ini dan prospektif meningkatkan "social stressing" yang berujung pada 
chaos yang lebih hebat dari 1998....
   
  trims,
   
  arif st.jabok

 
---------------------------------
Bored stiff? Loosen up...
Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Kami mengundang sanak untuk hadir dalam acara: "Wartawan mengajak Berdoa 
Bersama untuk Keselamatan Negeri" pada tanggal 8 April 2007 jam 08:00 di Masjid 
Istiglal. Acara ini terpicu oleh musibah terbakarnya Ustano Pagaruyuang dan 
Gempa di Sumbar.

Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke