Wassalamualaikum w.w. Pak Kurnia,
   
  Terima kasih banyak saya ucapkan atas doa restu dan saran-saran konstruktif 
yang disampaikan. Dengan kerjasama erat antara MPKAS dan MAPPAS, serta dengan 
dukungan dan doa para dunsanak kita sekalian, mudah-mudahan demikian banyak 
masalah yang kita hadapi dapat kita selesaikan satu demi satu. Insya Allah.
   
  Wassalam,
  Saafroedin Bahar

Kurnia Chalik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        Ass wr wb Pak Saaf,Bu Nuraini,Pak Johan,Da Nof sarato Dunsanak 
kasadonyo,
   
  Pertama-tama saya mengucapkan "Selamat" kepada seluruh pengurus MAPPAS yang 
terbentuk pada hari Jum'at 30 Maret 2007 yang baru lalu dan saya berdo'a kepada 
Allah SWT semoga niat tulus ikhlas dan usaha keras kita semua dalam rangka 
miningkatkan potensi besar dari industri Pariwisata Sumbar demi kemaslahatan 
Masyarakat Ranah tercinta ini, akan dicatat oleh Allah sebagai Tabungan Amal 
ibadah bagi kita semua di akhirat kelak,amin yarrabal'alamin.
   
  Saya melihat Potensi besar Pariwisata Sumbar ini,sebetulnya sama persis 
seperti kita melihat Gunung Merapi dari Kejauhan,tinggi menjulang,indah,Hijau 
kebiru2an,asri ditumbuhi banyak tumbuhan tropis,sejuk rasanya mata memandang 
dsb.Tetapi setelah kita coba kita dekati lebih dekat dan masuk benar ke dalam 
Gunung Merapi itu,ternyata sebetulnya banyak juga kengerian yang ada  di gunung 
Merapi itu,ternyata ularnya banyak juga,tebingnya curam2,kalajengkingnya 
apalagi,harimaunya juga sangat ganas dsb.
   
  Nah kalau kita ingin masuk ke dalam Gunung Merapi itu dengan selamat dan 
bermanfaat,tentunya kita perlu mempersiapkan segala sesuatunya agar kita bisa 
mengambil manfaat lebih dan dapat dengan selamat menikmati keindahan Gunung 
Merapi itu. 
   
  Begitu jugalah analoginya dengan MAPPAS ini yang akan memasuki Gunung 
Pariwisata Sumbar ini.Dari jauh memang indah betul Gunung pariwisata Sumbar 
itu,tetapi kita juga harus ingat bahwa rakyat Minang atau saudara2 kita di 
kampung yang tinggal di sekitar Objek2 pariwisata itu ternyta masih banyak yang 
susah2 hidupnya,banyak pengangguran sehingga banyak yang menjadi pareman2 
tukang palak,tukang pakua,pelayanan yang belum begitu baik,raso bagak 
dikampuang nan bakalabihan dsb,yang saya analogikan sebagai 
ular2,kalajengking,harimau,bingkaruang dari Gunung Pariwisata Sumbar yang indah 
tetapi liar itu.
   
  Untuk itulah MAPPAS harus punya strategi2 jitu untuk menghadapinya.Bagaimana 
agar Potensi Gunung Pariwisata Sumbar yang indah tetapi Liar itu,bisa kita 
rubah menjadi "Taman Safari" Pariwisata Sumbar yang akan ramai dikunjungi orang 
nantinya.Sekalipun Ularnyo Masih ada,Harimaunya Masih mengaum,Kalajengkingnya 
Masih menyengat,tetapi semuanya bisa kita manage dengan baik,sehingga orang 
tetap aja datang berbondong2 ke taman Safari Pariwisata Sumbar dengan tetap 
merasa nyaman dengan tanpa harus  mengurangi atau membasmi totalitas habis 
kesan  keNaturalan dan kesan Alaminya....
  Taman Safari Cisarualah contohnya,sekalipun Singonyo Ganas2,Harimau Lalu 
Lalang,tetapi masyarakat tetap aja ramai berkunjung dan masih bisa menikmati 
keganasannya dari Atas Mobil...begitu jugalah kira2 dengan Taman Safari 
Pariwisata Sumbar...
   
  Ambo sangat Yakin dibawah Nakhoda Pak Saaf, Bu Nuraini,Pak Johan dan 
Pengurus2 MAPPAS lainnya,InsyaALLAH semua Impian kita agar
  Potensi Gunung Pariwisata Sumbar yang indah tetapi Liar dann belum terkelola 
dengan baik itu,bisa kita rubah menjadi "Taman Safari" Pariwisata Sumbar yang 
tetap ramai dikunjungi orang, yang pada gilirannya Nanti akan meningkatkan 
kesejahteraan Masyarakat Minang yang di Ranah secara keseluruhannya,Amin 
Yarabbal'alamin Ya Allah 
   
  Wassalam,
  Kurnia Chalik
  Ketua II MPKAS (Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat) 
   
  --- saya potong disini --
   
   
   
   



 
---------------------------------
Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels 
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Kami mengundang sanak untuk hadir dalam acara: "Wartawan mengajak Berdoa 
Bersama untuk Keselamatan Negeri" pada tanggal 8 April 2007 jam 08:00 di Masjid 
Istiglal. Acara ini terpicu oleh musibah terbakarnya Ustano Pagaruyuang dan 
Gempa di Sumbar.

Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke