On 4/15/07, Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamualaikum w.w. Ananda Ahmad Ridha, >
Wa'alaykumus salaam warahmatullahi wabarakaatuh, Pak Saaf > Ada baiknya pengalaman tersebut kita perhatikan juga, > agar jangan memaksa penganut agama lain untuk mematuhi > syariat Islam, misalnya dengan menyuruh mereka > berjilbab [menurut khabar hal itu dilakukan di kota > Padang]. > Justru sebenarnya dalam hukum Islam, setahu saya, jilbab adalah salah satu cara untuk membedakan antara muslimah dengan selainnya, Pak. Secara umum, baik laki-laki dan perempuan, muslim harus dapat dibedakan dengan non-muslim. Aturan seperti ini ditegaskan oleh Amirul Mu'minin 'Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu yang merupakan perwujudan dari perintah Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam agar umat Islam tidak menyerupai orang-orang kafir. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya): "Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang." (QS. al-Ahzab 33:59) Sebagai gambaran praktik di Arab Saudi, perempuan non-muslimah mengenakan pakaian yang sopan (abaya) tanpa menutup kepala mereka. Dengan demikian tetap terbedakan dari muslimah yang harus mengenakan hijab lengkap. Sedihnya yang kini terjadi adalah sulit untuk membedakan antara muslim dan non-muslim di negeri kita. Salah satu dampaknya adalah tidak tersebarnya salam di antara muslim karena muslim tidak boleh memulai salam kepada non-muslim. Padahal tersebarnya salam adalah salah satu cara untuk memperkuat iman. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata, "Rasulullah bersabda, 'Kalian tidak akan masuk surga sebelum kalian beriman, dan kalian tidaklah beriman sebelum kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang apabila kalian mengerjakannya maka kalian akan saling mencintai? Yaitu, sebarluaskanlah salaam di antara kalian." (HR. Muslim) Allahu Ta'ala a'lam. -- Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
