Ronal Chandra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
   
  
Pengguna Internet di cina Sept 2004 87.000.000

  Makasih info nya, Nal. Saya cuma pengen tau, apakah memang "kemajuan bangsa" 
berbanding lurus dengan dengan tingkat penggunaan internet. Itungan kasar saya, 
kalau penduduk Cina sekitar 1.3M, artinya tingkat penggunaannya cuma 6%
  

Kalou secara keseluruhan mungkin tidak da, tapi Internet menjadi salah satu 
bagian terpenting ambo yakin iyo.
   
  Setuju, 100% Nal

   
  Bingung nih da maksudnya disederhanakan gimana ?

  Disederhanakan, maksud saya, 1 parameter statistik digunakan untuk 
menyimpulkan sesuatu yang - seharusnya diukur dengan - banyak parameter. 
Contohnya, ya joke ttg dokter tadi. (seingat saya, di bbrp literatur business 
ethic, penggunaan parameter statistik yang disederhanakan ini banyak dibahas)
  
Da nan ambo takutkan alah baselo dilapiak nan samo indak juo sampai pesan tu da 
dek "Generasi alah berbeda". Ambo pun masih dibilang gaptek oleh anak2 kini 
karena ambo indak punyo friendster dan blog :-).
   
  Nah, kalau manuruik ambo, justru iko salah satu contoh terbaik untuak 
ungkapan tu Nal.
  Duduak basamo secara "virtual" alah dilakukan. Anak2 kini tu mambaok pasan, 
friendster dan blog itu Ronal butuhkan.Tapi Ronal juga pemahaman tentang apa 
itu friendsted atau blog. Cuma, Ronal memutuskan, tidak "beli" itu. Keputusan 
terbaik dari duduak basamo itu kan tidak selalu "OK, saya beli". 
   
  Kebetulan Ronal punya pemahaman yang cukup tentang pesan tsb. Tapi 
seringkali, "Ronal-ronal" lainnya pemahamannya terbatas pada "anak2 kini".
  
Tapi da berbicara masalah kebutuhan, sekarang coba kita persempit fokus kita ke 
Internet untuk pendidikan. Apo masih ado/paralu kajian tentang kebutuhan dulu 
atau sosialisasi dahulu sedang teknologinya sudah ada, tinggal dipakai dan 
murah kalou kita bisa dan mau putar otak sedikit (kita fokuskan dulu ke masalah 
kebutuhan jangan dulu masuk ke produk, dampak dan lainnya).

  Setuju Nal, kita persempit fokusnya. 
   
  Saya - pribadi - merasa tidak perlu lagi ada kajian tentang kebutuhan. Kalau 
saya ragu internet dibutuhkan, saya tidak akan ketemu Ronal donk. Kalau saya 
ragu internet dibutuhkan, saya akan ngamuk ke 2 anak saya setiap melihat 
tagihan telkomnet instan yang membengkak, padahal kita sudah berlangganan 2 
saluran dari tv kabel.
   
  Yang perlu dikaji adalah, apakah itu murah dikaitkan dengan kebutuhan itu? 
  Nah, karena ini telah dikaji mendalam antara Ronal dan sanak lainnya, saya 
simpulkan bahwa internet untuk sekolah itu murah. 
   
  Jadi, khusus untuk pengembangan internet di sekolah2, saya juga sangat 
mendukung. 
  Cuma, saya mungkin tidak bisa ikut berpartisipasi secara langsung. Mungkin 
saya bisa share, misalnya kalau nanti setelah ini berjalan, ada siswa2 yang 
kekurangan lawan ngobrol di internet, saya 24 hrs a day 7 days a week bersedia 
sharing dengan mereka. Mungkin saya bisa bantu dengan bagi2 pengalaman 
bagaimana menggunakan internet secara efisien, bagaimana bagaimana pokoknya 
informasi apa aja, tapi pasti info yang "iya-iya" saja, yang "engga-engga" ga 
akan saya sharing, he he.
   
  
Da kalou masalah uda kemarin itu tentang sistem akuntansi keuangan daerah yang 
tiap tahun berubah ambo nio bahas disini tapi nti diskusi terlalu melebar da. 
Tapi komen ambo da simple sajo "jangan salah kan softwarenya tapi undangnya2 
yang tiap tahun berubah dan sengaja dirubah dengan pertimbangan korupsi". 
   
  Ha ha, memang akan terlalu melebar kalau ini dibahas. Cuma sedikit catatan 
dari saya, tentang "pertimbangan korupsi" itu. Pengamatan saya, setiap kasus 
korupsi di Indonesia tidak pernah dilakukan oleh satu orang, tapi harus 
bersama2 dengan orang lain, baik di instansinya, maupun pihak lain. Masalah 
yang masuk ke pengadilan cuma satu orang, itu cerita lain, he he.
   
   
  Trus bebarapa kawan, anak stan yang kabur dan buat perusahaan sendiri seperti 
ADSIS setau ambo sampai kini software buatan mereka bisa tuh dimodifikasi 
mengikuti peraturan yang ado.

Oh ya? Kalau maagiah contoh, jan nan mambuek ambo tagigik lidah donk, Nal. 
(Tapi anyway, I have to recognize that you're smart negotiator, he he).
   
  Riri (45)
   
   

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke