ambo kebetulan, saminggu nan lalu di undang jo Pemkab Kab Solsel dalam rangka
memberikan seminar ttg kesiapan sdm dalam menghadapi era T.I.K. Seminar
tersebut di hadiri oleh pejabat solok selatan, wabup, ka dinas, ka badan dan ka
bagian yang ada di sana.
Dalam kesempatan tersebut saya sampaikan bahwa salah satu kata kunci utk
menuju era T.I.K adalah tersedianya akses internet. Saat skrg satu2nya yg bisa
mereka gunakan adalah [EMAIL PROTECTED] instan. Speedy juga belum bisa. jadi
tegas2 waktu itu saya bilang, kebutuhan internet adalah kebutuhan yg gak bisa
di tawar2 lagi di masa skrg.
sebagai informasi, bahwa saat ini Diknas juga telah membentuk ICT di setiap
daerah (kabupaten). dan mereka di beri kucuran dana. Jadi saat ini disetiap
daerah sudah ada koneksi wireless, walaupun masih ada yg belum konek ke
jaringan jardiknas. Dan setiap wilayah juga suda di bentuk konsultan ICT yang
selalu sedia membantu jika terjadi permasalahan dgn ICT mereka. Kegiatan ini
sedang berjalan.........., namun masih terbatas dilingkungan sekolah (SMA/SMK)
belum masuk ke Pemda/Pemkab, namun jika bisa bersinergi...fasilitas tersebut
saya rasa bisa juga di gunakan oleh pemda.
Seiring dgn itu, kami dari Politeknk Unand juga menjadi provider bagi
pendidikan jarak jauh untuk program studi D3 Teknisi Komputer dan jaringan,
dimana pesertanya berasal dari utusan setiap pemkab/pemda, sekolah di biayai
oleh diknas. Ini juga salah satu upaya dari diknas untuk memasyarakatkan IT ke
daerah.
Nah...jika upaya tersebut juga di dukung oleh Peran Perantau.....saya rasa
prosesnya yg tadi berjalan lambat, bisa jadi larinya lebih kencang....
Insya Allah..saya pribadi akan selalu mensupport apapun kegiatan yg bertujuan
untuk membangun IT di ranah minang....../
salam
ephi 31 thn.
Politeknik Negeri Padang
http://ephi.polinpdg.ac.id
chaidir latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ronal Kurnia dan para dunsanak
Ambo sedang di Solok Di Solok ada warmrt hanya 6 kompiter rata2 sehari tidak
sampai 20 otang Di Pemerintahan umumnya internetnyo indak jalan Ado pejabat
utama malah indak mangatati
Menurut Abraham dr gigi di Palermbang urang yang indak mangarati internet sama
drnmgan buta huruf khususnya Ronal dab Nofrin cobalah pikirkan baik2 urang
solok indak buta hurup
Chaidir N Latief
----- Original Message ----
From: Kurnia Chalik <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, April 19, 2007 5:08:20 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Perlu Peranan Swasta/Perantau dalam Pendidikan &
Telekomunikasi Sumbar.
Ass Wr Wb Adinda Ronald,
InsyaAllah yo Nal,kito mulai dengan Niat Yang Tulus dan Ikhlas Karena Allah,
karano kito berbuat ko untuak kemajuan kampuang halaman awak yang Tercinta
juo,semoga ado nilai amal ibadahnyo dari karajo ko hendaknya,Amin
yarrabal'alamin.
InsyaAllah, nanti akan kito follow up karajo Gadang ko dengan mengadakan
Presentasi IT ko kepada Elit2 Sumbar dan Sekolah2 di Sumbar dalam rangka
membuka fikiran dan menggugah hati2 Para Elit2 Sumbar tu dan para2 Kepala
Sekolah2 serta Guru2 Sekolah di Sumbar nantinyo,agar mau membuka diri untuk
memanfaatkan kecanggihan teknologi IT kiniko.
Problem IT ko sabananyo salamoko lebih kepada Sosialisasi,karano masih banyak
sabananyo Urang awak nan di Ranah tu yang belum tersentuh akan informasi
tentang IT ko sabananyo.Apo tu IT ko? Untuak apo gununyo? Apo manfaatnyo untuak
anak sekolah? dsb...dsb...
IT ko salamoko seakan2 sebagai barang aneh dan sangat2 exclusive bagi mereka.
Samolah analoginyo kiro2 jo disaat kito2 dulu mandanga kemajuan teknologi
HandPhone pada tahun 90-an awal,dimana HandPhone saat itu belum begitu
memasyarakat seperti saat ini.Rasonyo waktu itu kalau alah maliek urang baok
HandPhone,pakai jas dan tas jenjeng,alah cando Bisnismen gadang bana rasonyo
urang tu maso itu. Tetapi kini semuanya telah berubah akibat sosialisasi yang
gencar dari Para Providernyo,sampai2 sopir Mersi dan tukang jua dagiang di pasa
bawah se alah mambaok HandPhone pulonyo ka pasa.....
Sosialisasi dari Kemajuan IT ko itulah "Key word" nyo menurut ambo.Semakin
kito sosialisasikan IT ko kepada Masyarakat luas,semakin banyak nan tahu dan
akhirnya semakin banyak yang butuh...
Ibaraik Kato Rang Gaduik "Nothing is impossible as long as you're trying to
make it possible"
Wassalam,
Kurnia Chalik
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Ronal
Chandra
Sent: Thursday, April 19, 2007 2:03 PM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Perlu Peranan Swasta/Perantau dalam Pendidikan &
Telekomunikasi Sumbar.
Asyik da kurnia ikutan,...
Da sepertinya beberapa dari kita sudah sepakat tentang Kemajuan Teknologi
Informasi ini dan ingin melakukan percepatan perkembangannya di Sumbar terutama
dibidang Pendidikan.
Nah da untuk presentasi yang lengkap dan comprehensive ini mungkin perlu apa
kata da Riri "Duduk Baselo lapiak nan samo". Ambo insya allah full support tapi
untuk kini ambo iyo fokus ke pemberdayaan potensi dan memberikan ide ide untuk
grass root bisa keluar dari masalahnya dibidang teknologi ini.
Teringat diambo beberapa dunsanak sudah mencoba melakukan hal ini dilevel
pemimpin, seperti upaya Da Herman Jambak dan beberapa dunsanak lainnyo tapi
tampaknyo alun berhasil atau kemauan nan alun ado dari Pemda atau hal lainnyo...
Kito karajo samo baa da ? uda nan dari ateih ambo nan dari bawah. Ambo nan
dibawah mencubo melakukan interkoneksi seluruh institusi pendidikan yang belum
tersentuh teknologi internet seluruh Sumbar dan dimulai dengan basis kota atau
kabupaten dengan biaya murah tapi bukan murahan, teknologi yang dikembangkan
bisa menjadi alternatif income bagi pendidikan itu sendiri.
Parabek alah welcome untuk implementasi, alah ado pulo keceik uda tasril radio
sebagai sarana penunjang, fasilitas lab. Nan ambo butuhkan tinggal ciek yaitu
melobi pimpinan Indosat di Sumbar untuk bisa memberikan diskon khusus bagi
Bandwidth Pendidikan samo sedikit keliling keliling melihat topografi wilayah
sambil liburan.
Ambo mengundang Uda dan Dunsanak lainnyo untuk ikut terlibat dan bisa bantu
sosialisasi nantinyo. Insya Allah program nan seperti iko bukan yang pertama
buat ambo dan pastinya bukan yang terakhir (cie kayak lagu).
Da carito sedikit,..
Di Papua ada wilayah namanya Keerom (sekarang sudah menjadi kabupaten baru),
murid muridnyo sekolah tanpa alas kaki dan harus berjalan kaki 1-3 km untuk
menuju sekolah (teringat carito apak dan amak ambo pai sekolah dulu).
Waktu itu teknologi wifi belum legal masih sangat listed tapi waktu itu pemda
setempat full support. Jam 20:00 (wit) atau jam 18:00 (wib) ambo didatangi
orang dengan kulit hitam legam 5 orang dengan perawakan tinggi (yh kita bisa
lihat postur orang papua kan).
Mereka pikul 5 unit komputer dan berjalan 1-3 KM untuk bisa sampai di mess
saya. Mereka bilang ini kah komputer dan mereka tidak sabar untuk menunggu hari
esok demi melihat apa itu kereta api lewat internet yang saya janjikan (dipapua
gak ada kereta api).
Dicupak (solok) ado SMU 1 Gunung Talang, disolok SMU iko terkenal top. 2th lalu
saya menjemput adik yang habis Ebtanas, saya termangu waktu ambo tanyo pada
teman2 adik ambo, kemana rencana kuliah dan dijawab tidak tauu, kuliah mahal
dan tidak ada biaya.
Saya sampaikan masuk saja ke sekolah sekolah pemerintah seperti STIS (Sekolah
Tinggi Ilmu Statistik) dan STAN, akademi rontgen yang gratis. Nah mereka tidak
tauu
Kita punya potensi, kita punya keunggulan dan kita punya sejarah yang
membanggakan.Tapi.......?
Duh jadi kepanjangan and curhat sama da kurnia, maaf kalou kepanjangan dan
kurang berkenan
Regards
Ronal Chandra
Kesimpulan
Jadi sebaiknyo kito perkenalkan bana lah kepada mereka,apa dan bagaimana
kemajuan dunia IT saat kiniko dan bagaimana kemajuan suatu komunitas akan dapat
dipercepat dengan kemajuan IT nya.Sebaiknya disiapkan sebuah presentasi yang
komprehensive baik masalah teknisnya,manfaat serta management IT itu sendiri.
Disinilah sebetulnya kesempatan dan tantangan kita untuk mengoptimalkan PERAN
PERANTAU MINANG ko menuruik ambo,kalau memang kito2 ko ingin berpartisipasi
dalam memajukan dunia IT dan komunikasi di Sumatera Barat.Karena posisi ini
masih kosong sejauh pengetahuan Ambo sampai saat kini,belum ado IT specialist
lai di Pemprov Sumbar,baik di Kantor Gubernur,maupun di tingkat Kotamadya
maupun Kabupaten barangkali (Mungkin paralu di cek secara detail per Kota/Kab
barangkali).
Kalau ado proyek2 pengadaan dan usulan mengenai IT tu,tentunya mereka akan
memberikannya kepada pihak ketiga (Konsultan IT) serta IT providernyo.Nah Kalau
peran pihak ke tiga ini, baik Konsultan IT maupun IT Provider tu bisa
digantikan oleh PERAN Awak2 Perantau Minang yang mengerti masalah IT
tu,tentunya ini akan jauh lebih baik lagi,paling tidak akan bisa mengurangi
beban biaya APBD buat konsultan IT tu sahinggo kito2 perantau Minang ko tidak
hanya sekedar,mengkritik, bateori dan berkonsep sajo.Tetapi juga bisa berbuat
nyata di lapangan.Untuk itu sebaiknyo diawali dulu dengan presentasi IT ko
kepada PEMDA Sumbar dulu (Pemprov/ Kota/Kab).Yakinlah,nanti tabukak bana tu
mah,apo ado kesulitan yang sedang mereka hadapi sekatang dan solusi IT seperti
apo yang mereka butuhkan sabananyo.
Wassalam,
Kurnia Chalik
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check out new cars at Yahoo! Autos.
------------------[ Urang Lintau (Lubuak Jantan) ------------------
|||||| www.lintau.com | www.minang-it.or.id : www.surau.org |||||||
www.rantaunet.org | www.ekstensi-feua.or.id | www.kpli-padang.or.id
-------------------------------------------------------------------
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---