Gusman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
   
  >>> Iko lah akibaik dari transfer kebudayaan tanpa filter, mungkin awak iyo 
indak bisa 
  >>> manyalahan sia-sia karano sebagian besar masyarakat alah cenderung 
bakiblaik ka >>> budaya barat ...
   
  Ambo acok mandanga statement ko, dan tiok kali mandanga, tiok kali pulo ambo 
binguang.
   
  Memang pengalaman ambo di lua nagarai sangaik terbatas, jadi ambo ndak tau, 
pengalaman ambo ko hanya kasuistis. Dan ambo pun ndak tahu, apakah ini tentang 
budaya atau hanya kebiasaan (atau yang tampak) di lingkungan ambo. 
   
  Saya bbrp kali ketemu orang mabok di "barat", jalannya terhuyung2, kadang2 
sambil ngoceh atau bernyanyi. Di Jakarta banyak juga yang mabok di jalan, tapi 
mereka berteriak dengan bebas, dan kalau anda mendekat, dia minta uang.
   
  Di Adelaide, tukang majalah pinggir jalan ada yg memajang majalah playboy dan 
penthouse, tapi sebagian covernya di tutup kertas putih. Di Jakarta, anda bisa 
dengan gampang membeli majalah ataupun tabloid di perempatan2 jalan.
   
  Sehabis makan malam di restoran indonesia di London (lupa nama daerahnya, yg 
saya ingat, di sekitar hotelnya Al Fayed), saya lewat sebuah nite-club. Di 
depannya seorang penjaga pintu berbadan besar sedang memeriksa ID Card calon 
pengunjung yang kelihatannya masih muda, yang akhirnya ditolak, tidak boleh 
masuk. Di Jakarta, mau bawa anak TK atau bayi sekalipun anda bisa keluar masuk 
tempat apapun di Mabes.
   
  Saya surprise melihat sex-shop di "barat sana, depannya ditutup papan, 
melongok dari luarpun tidak akan bisa lihat apa2. Di sini, anda gampang 
mendapatkan apa saja di kios2 kecil di sepanjang jalan. Atau kalau "malu", 
tinggal telpon, nomor telponnya tertulis besar2 di depan.
   
  Saya belum pernah menemukan iklan di koran "barat" yang menawarkan jasa 
"kesitu-situ". Di sini pun sama. Ngga ada. Yang ada cuma iklan pijat kesehatan 
dan pengobatan. Cuma, saya juga ga jelas, kenapa di iklan baris tsb perlu 
menyebutkan identitas penyedia jasa, termasuk umur, ukuran-ukuran tertentu, 
status, sampai ke style yang mereka tawarkan.
   
  Tahun 91, Hari pertama anak saya (waktu itu 7 tahun) ikut ke Adelaide, dia 
kecewa krn tidak bisa lagi nonton film Hunter kesayangannya, karena di 
Australia film itu masuk kategori AO, Adult Only. Tahun berikutnya - mungkin - 
dia lebih kecewa lagi karena kategori dewasa bukan hanya karena nudity, tapi 
juga untuk film yang temanya untuk dewasa (waktu itu di Jakarta Lenong Bocah 
lagi ngetop), kekerasan, dan juga kalau mengandung coarse language...
   
  Tahun 97 atau 98 (di Jakarta), saya tanya anak saya yg di TK - waktu itu 
pagi, sekitar jam 9 - dia lagi nonton apa. Dengan lancarnya dia cerita: Cewe 
yang itu kan cintanya sama yang itu, tapi cowonya kan udah kawin, jadinya 
selingkuh ... Sekarang yang cowonya bingung karena cewenya hamil ...
   
  Bbrp hari kemudian, saya pulang kantor, ngajak dia ngomong, eh dia jawab: 
"Diem lu ...!!!". Saya sangat kaget, tapi dia malah tertawa. Rupanya dia baru 
dapat ilmu dari Mandra, di film Si Doel.
   
  Waktu di Ustralia, saya tidak pernah tahu status perkawinan tetangga2, 
kecuali kalau pas ngobrol, dia nyebut my husband, atau my boy friend. Di sini, 
dekat komplek saya banyak "tempat kos".
   
  Saya pernah menyebrang jalan sembarangan di Columbus, Ohio (mungkin wkt itu 
masih jet lag, saya lupa kalau arah traffic di Amrik kebalikan Indonesia). 3 
Mobil merem mendadak. Supir yang terdepan mengangkat kedua tangan ke dekat muka 
nya. Supir kedua menggelengkan kepala. 
  Kalau ini terjadi di Jakarta, kemungkinan besar saya akan lebih hafal lagi 
nama-nama seluruh penghuni Ragunan, nama2 organ tubuh manusia, dan/ atau 
  urutan keluarga, mulai dari bapak, kakek dst.
   
  Nah, sebagaimana yang saya sebutkan di atas, ini mungkin bukan masalah 
budaya, dan pengalaman saya di "barat" juga sangat2 singkat. Jadi contoh2 di 
atas mungkin hanya kebetulan.
   
  RIri (45)

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke