Assalamu'alaikum Wrahmatullahi Wabarakatuh.

Jika Anda Mudah Tersinggung - BELAJARLAH Meredam Rasa Tersinggung


Salah  satu  hal  yang sering membuat energi kita terkuras adalah timbulnya
rasa  ketersinggungan  diri.  Munculnya perasaan ini sering disebabkan oleh
ketidaktahanan kita terhadap sikap orang lain.



Ketika  tersinggung,  minimal  kita akan sibuk membela diri dan selanjutnya
akan  memikirkan  kejelekan  orang  lain. Hal yang paling membahayakan dari
ketersinggungan adalah habisnya waktu kita menjadi buah roh.



Efek  yang  biasa  ditimbulkan oleh rasa tersinggung adalah kemarahan. Jika
kita marah, kata-kata jadi tidak terkendali, stress meningkat, dan lainnya.
Karena itu, kegigihan kita untuk tidak tersinggung menjadi suatu keharusan.



Apa  yang  menyebabkan  orang tersinggung? Ketersinggungan seseorang timbul
karena  menilai dirinya lebih dari kenyataan, merasa pintar, berjasa, baik,
tampan, dan merasa sukses.



Setiap  kali  kita  menilai diri lebih dari kenyataan bila ada yang menilai
kita  kurang  sedikit  saja  akan langsung tersinggung. Peluang tersinggung
akan  terbuka  jika  kita salah dalam menilai diri sendiri. Karena itu, ada
sesuatu yang harus kita perbaiki, yaitu proporsional menilai diri.



Teknik pertama agar kita tidak mudah tersinggung adalah tidak menilai lebih
kepada  diri kita. Misalnya, jangan banyak mengingat-ingat bahwa saya telah
berjasa,  saya  seorang  guru,  saya  seorang pemimpin, saya ini orang yang
sudah  berbuat.  Semakin  banyak kita mengaku-ngaku tentang diri kita, akan
membuat kita makin tersinggung.



Ada beberapa cara yang cukup efektif untuk meredam ketersinggungan



Pertama, belajar melupakan.



Jika  kita  seorang  sarjana  maka  lupakanlah  kesarjanaan kita. Jika kita
seorang  direktur  lupakanlah  jabatan  itu. Jika kita pemuka agama lupakan
kepemuka  agamaan  kita. Jika kita seorang pimpinan lupakanlah hal itu, dan
seterusnya.  Anggap  semuanya  ini  berkat dari Allah agar kita tidak tamak
terhadap  penghargaan.  Kita  harus melatih diri untuk merasa sekadar hamba
Allah yang tidak memiliki apa-apa kecuali berkat ilmu yang dipercikkan oleh
Allah  sedikit.  Kita  lebih  banyak tidak tahu. Kita tidak mempunyai harta
sedikit  pun  kecuali  sepercik  titipan  berkat  dari  Allah.  Kita  tidak
mempunyai jabatan ataupun kedudukan sedikit pun kecuali sepercik yang Allah
telah  berikan  dan  dipertanggung jawabkan. Dengan sikap seperti ini hidup
kita akan lebih ringan. Semakin kita ingin dihargai, dipuji, dan dihormati,
akan kian sering kita sakit hati.



Kedua,  kita  harus  melihat bahwa apa pun yang dilakukan orang kepada kita
akan bermanfaat jika kita dapat menyikapinya dengan tepat.



Kita  tidak  akan  pernah rugi dengan perilaku orang kepada kita, jika bisa
menyikapinya  dengan  tepat.  Kita  akan  merugi  apabila  salah  menyikapi
kejadian  dan  sebenarnya kita tidak bisa memaksa orang lain berbuat sesuai
dengan  keinginan  kita. Yang bisa kita lakukan adalah memaksa diri sendiri
menyikapi  orang  lain  dengan  sikap terbaik kita. Apa pun perkataan orang
lain  kepada  kita,  tentu  itu  terjadi dengan izin Allah. Anggap saja ini
episode atau ujian yang harus kita alami untuk menguji keimanan kita.



Ketiga, kita harus berempati.



Yaitu,  mulai  melihat  sesuatu  tidak  dari  sisi  kita.  Perhatikan kisah
seseorang  yang  tengah  menu  ntun  gajah  dari  depan  dan  seorang  lagi
mengikutinya di belakang Gajah tersebut.



Yang  di  depan berkata, "Oh indah nian pemandangan sepanjang hari". Kontan
ia  didorong  dan  dilempar dari belakang karena dianggap menyindir. Sebab,
sepanjang perjalanan, orang yang di belakang hanya melihat pantat gajah.



Karena   itu,   kita  harus  belajar  berempati.  Jika  tidak  ingin  mudah
tersinggung  cari seribu satu alasan untuk bisa memaklumi orang lain. Namun
yang  harus  diingat,  berbagai  alasan  yang  kita  buat semata-mata untuk
memaklumi,   bukan   untuk   membenarkan  kesalahan,  sehingga  kita  dapat
mengendalikan diri.



Keempat, jadikan penghinaan orang lain kepada kita sebagai ladang
peningkatan kwalitas diri dan kesempatan untuk mempraktekkan buah - buah
roh Yaitu, dengan memaafkan orang yang menyakiti dan membalasnya dengan
kebaikan


Wassalam


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke