salamualaikum,
ah da ahmad ridha ini bisa aja...
jangan terlalu berlebihan, seolah2 kami ini bukan mukmin saja... bukannya
memandang keimanan kita melihat kebawah...
bukannya tuhan mengutus hamba2nya yang arif untuk melakukan transliterasi
terhadap wahyu tuhan sehingga memberikan manfaat yang besar bagi sekalian
alam...
silakan uda jelaskan kepada saya tentang konsep negara dalam islam? atau kita
bahas tentang farabi, d islamic aristoteles...
sejauh yang saya tahu tentang dar islam, tidak ada prasyarat mutlak bahwa
warga negara adalah muslim... apalagi mukmin...
kalau saya salah tolong dikoreksi...
mohon maaf atas kata2 y...
st. jabok bin imam jabok bin dt. jabok
Ahmad Ridha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hmm, hukum tertinggi adalah kesejahteraan rakyat ya? Jadi memang
syara' makin dipinggirkan atau bahkan disingkirkan saja.
Kenapakah tidak tersebut negara ideal itu adalah yang menegakkan
kalimat Allah? Ketika mencari persamaan kenapa berpaling ke kebangsaan
padahal ada ikatan yang lebih kuat? Ikatan iman harusnya lebih kuat
daripada ikatan darah.
--
Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---