Waalauikumsalam wr.wb.
   
  Sanak Ben.
   
  Mungkin respon saya tsb terlalu pendek, jadi tidak jelas.
   
  Yang saya maksud "obat" yang sama itu adalah konsepnya, dan konsep itu 
dijalankan. Teknisnya tentu saja berbeda, karena jaman, type pemimpin, jumlah 
penduduk dsb. Tentunya juga saya juga tidak akan pernah berpikir setiap orang 
akan bisa datang mengadu ke presiden.
   
  Faktor penyebabnya kurang lebih sama. Dari sisi konsep untuk mengatasinya, 
sebetulnya, konsep itu sendiri kurang lebih ada di pemerintahan kita. Di bawah 
ini saya kutip satu persatu.Cuma masalahnya, apakah konsep itu secara teknis 
berjalan (atau lebih tepatnya: dijalankan).
   
   
  Pertama, pengangguran dan kemiskinan merupakan tanggung jawab pemerintah dan
mereka mempunyai hak untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah. UUD 45 sudah 
mengatur ini. Aturan perundangan dibawahnya juga memungkinkan masayarakat 
meminta pertanggungjawaban, baik langsung ke pemerintah, maupun melalui wakil 
rakyat.
   
  Kedua, ada kerja sama antara pemerintah dan orang kaya untuk memberantas
pengangguran dan kemiskinan. Konsepsi dasar pajak kan ini. Dulu para begawan 
ekonomi pemerintah bicara trickle down effect, sekarang ada yang namanya 
community development.
   
  Ketiga,pemerintah tidak cukup hanya sadar akan tanggung jawabnya, namun harus
dibarengi dengan kerja nyata dengan mencari solusi untuk mengeluarkan
rakyatnya dari jeratan pengangguran dan kemiskinan. Program ini sangat-sangat 
banyak, baik yang idenya berkesinambungan, maupun yang "kepepet" seperti JPS.

Keempat, cara terbaik untuk keluar dari jerat pengangguran dan
kemiskinan adalah dengan memberikan pendidikan dan pekerjaan, tidak
cukup dengan cara menyantuni rakyatnya dengan uang atau makanan. Programnya 
juga banyak, mungkin kita masih ingat dengan SD Inpres dsb, sekarang ada lagi 
program BOS
   
  Kelima, Rasulullah sangat mencela orang yang suka minta-minta dan malas
bekerja, terkecuali bagi orang yang benar-benar miskin yang tidak
mempunyai peluang untuk bekerja, orang yang banyak hutang yang tidak
bisa membayarnya dan seorang miskin yang sakit. Mereka menjadi tangung
jawab pemerintah dan masyarakat yang kaya untuk menyantuninya. Nah, ini mungkin 
yang belum ada di kita. Kita merasa "nyaman-nyaman" saja melihat pengemis di 
jalanan (kalaupun mereka "digaruk", itu dengan alasan mengganggu keindahan 
kota), orang miskin terlantar di rumah sakit (walaupun bisa diatasi dengan 
surat keterangan tidak mampu, tapi mengurusnya tidak mudah dan makan waktu). 
Kita juga sangat baik ke orang yang berhutang dan "tidak mampu membayar", 
sayangnya kebaikan kita hanya untuk konglomerat).
   
  Wassalam,
   
  Riri
   
   
  .
   
   
   
   
   
   
  
benni inayatullah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Assalamualaikum 

Sepertinya kisah ini kalau di bawakan ke kondisi Indonesia masa kini terlalu 
sederhana..kalau diibaratkan Rasulullah dalam posisi yang sama dengan 
pemerintah maka secara kuantitas, kualitas dan realitas diluar faktor kenabian 
tentunya sangatlah berbeda..

tapi saya sepakat dengan poin pemberdayaan zakat dan wakaf yang terorganisir 
dengan baik..kita tinggalkan doktrin lama yang terjebak dengan ritualitas dan 
kita ubah dengan pandangan yang lebih sosial..kurban misalnya sudah tidak 
jamannya lagi membantai kambing atau sapi kemudian dagingnya dibagi bagikan ke 
orang miskin yang hanya megenyangkan lebih kurang 3 hari..selebihnya berbulan 
bulan kembali kurang gizi...coba bayangkan jika dana kurban kita kelola dalam 
bentuk badan permodalan atau koperasi yang melayani pinjaman modal bagi usaha 
kecil dan rumah tangga...saya kira akan lebih baik dan tidak melenceng dari 
makna korban sesungguhnya...

Salam

Ben

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan 
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke