Assalamu Alaikum W. W.
Sidang RN nan ambo hormati,
Ambo nan mamulai mungkin sabaiaknyo ambo mambari tanggapan baliak.
Sabatuanyo ambo nio batanyo kaurang nan tahu adaik dan nan tahu agamo. Kalau
ka batanyo kaurang nan tahu agamo banyak tampek batanyo di Jsakarta ko dan
banyak buku nan bisa dibaco. Ambo indak ingin urang nan tahu adaik dan tak
tahu agamo manimpali. Banyak tanggapan nan ambo tarimo ragam pandapek urang
banyak ragam pulo latar balakang urang nan mambarikan tanggapan. Maklumlah
kan kapalo nan samo babulu pandapek ciek surang. Banyak nan positif tapi
indak tangguang pulo banyaknyo nan negatif.  Ado nan manjawab tanyo tapi ado
pulo lain ditanyo lain dijawab.  
Sangajo ambo mambao topik iko nio manengok bagaimana dengan generasi muda
mendatang berdiskusi secara sopan dan beradat tidak menambah dosa dan ini
ada hubungan dengan Minang.  Kita selama ini selalu diguide oleh Bandaro
untuak selalu membicarakan Minang dengan kespesifikannya di mailing list
ini. Mungkin agaknyo hal iko paralu diseminarkan.
Ananda yang muda-muda pemuda harapan bangsa generasi penerus bangsa ini
cobalah berdiskusi dengan mendengar kalian semua akan banyak ketemu diarena
pekerjaan bagaimana tata cara berdiskusi itu. Keberhasilan kita ditempat
pekerjaan tergantung dari tata cara kita berdiskusi.  Mari berdiskusi secara
fair.
Kapado pak Saafroedin Bahar tarimo kasih lah ka mambao masaalah ko ka
seminar adaik di Sumbar.
Ananda Bandaro Labiah manyiram aie sajuak dengan jawabannyo. Ananda Mardiah
thanks untuk articlenya menarik juga pembahasannya. Ananda Benni dllnya coba
kita stick to the rule yaitu jangan mengubah subjek jawab saja yang bundo
tanyakan. Ambo indak nio mabicarokan Islam Liberal dan ambo bukan Islam
Liberal. Ambo memang bakarajo jo urang Amerika tapi pakaro keyakinan kita
masing2 hanya Allah SWT yang maha mengetahui. Jangan berburuk sangka
Astagfirullah.
Ambo masih manunggu jawaban dari pak Azmi Kasim dan kalau bisa kapado buya
Masoed Abidin.
Tarimo kasih
Wassalam bil maaf
 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Hayatun Nismah Rumzy
Sent: Wednesday, May 09, 2007 1:59 AM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Keristenisasi



Assalamu Alaikum W. W.

Saya menceritakan kejadian yang terjadi dikampung saya. Sebuah desa yang
jaraknya dari Payakumbuh kira-kira 18 km.  Waktu menumpas PRRI tahun
1961/1962 desa kami ini dijadikan basis oleh tentara pusat dengan membuat
box (benteng) dan lengkap dengan Tugu Pembebasannya. Maka berkeliaranlah
tentara-tentara Pusat tersebut dikampung dan banyak yang mengawini
gadis-gadis desa kami.  Ada yang menikah dengan orang Batak ada dengan orang
Indonesia bagian Timur dan ada pula yang  menukar agamanya menjadi Kristen.
Waktu itu orang-orang desa takut karena mereka berkuasa. Sebab waktu itu tak
ada hukum tentara tsb. main pukul saja dan mereka tidak bisa dijangkau hukum
sampai terus ke zaman orde baru. Waktu tentara Batak tersebut pensiun
perempuan itu  memutuskan pulang kekampung dengan memboyong anak-anaknya.
Jadilah ada sebuah keluarga Yang merayakan Natal dan bertanda salib
dikampung kami tsb.  Sebelumnya selama dunia terkembang belum ada didesa
kami yang beragama selain Islam.  Baru-baru ini perempuan tsb. meninggal dan
dia minta dimakamkan didepan rumahnya (maaf dikampung kami belum ada pandam
pekuburan). Jadilah sekarang kalau anda datang berkunjung kedesa saya anda
akan menemukan sebuah kuburan yang bertanda salib (+) dipinggir jalan desa.

 

Yang ingin saya tanyakan kepada pemangku adat, pemangku agama, dan perangkat
desa mungkin kepada bapak Azmi Kasim atau siapa saja yang dapat memberikan
jalan keluarnya persoalan yang terjadi dikampung kami yaitu sbb:

1.      Karena selalu didengung-dengungkan ABBSK apakah orang yang memeluk
agama selain Islam dapat menggunakan pusako tinggi? 

2.      Karena selalu dikatakan kita tak boleh SARA, dan harus menghormati
agama lain maka jadinya orang-orang membiarkan keluarga tsb. beribadat
menurut agamanya. 

3.      Apakah kalau seandainya KAN (Kerapatan Adat Nagari) yang terdiri
dari tungku 3 sajorangan dapat bertindak supaya jangan dimakamkan didesa itu
orang yang beragama selain Islam? Apakah akan dikatakan melanggar HAM? 

4.      Keadaan mengkhawatirkan saya karena lama-lama secara berangsur akan
ada tambahan untuk yang bersalib tsb. karena anak-anaknya akan menikah dan
ada 2 kemungkinan terbawa ke Kristen atau kembali ke Islam. 

5.      Kami sudah terbiasa dengan hidup disekitar multi ras dan multi
religi tapi untuk didesa kecil di Sumbar (nagari) rasanya kok belum
diterima.  

 

Wassalam dan maaf saya menunggu jawabannya,

Hayatun Nismah Rumzy (68+)

 
<http://us.rd.yahoo.com/evt=49678/*http://smallbusiness.yahoo.com/domains/?p
=BESTDEAL> 
   


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan 
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke