Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakaatuhu.
--- Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamualaikum w.w. {maaf saya singkat lagi,
> kebiasaan sih] Ananda Rahima,
Makasih Apak Saaf.
Begini Pak, sebenarnya alangkah lebih baiknya supaya
Bapak ngak susah-susah. Cukup dengan menuliskan
Assalamu'alaikum saja Pak. Asal jangan ditulis seperti
kebiasaan di milist ini dulunya yang saya lihat
"Ass"(Ini sebenarnya yang sangat saya kritik pak Saaf,
jadi alah batua menuliskan Assalamu'alaykumnya Pak,
ini kalau boleh saya menyarankan Pak, ngak papa koq
Pak, dah benar, mata saya kemaren yang kurang suka
melihat penyingkatan salam dengan "Ass" itu saja koq
Pak Saaf, jangan merasa bersalah Pak, saya jadi ngak
enak, soalnya saya sadar benar kalau saya juga
memiliki segudang kelemahan dan kekurangan)
>
> Membaca komentar Ananda ini saya teringat diri saya
> sendiri sewaktu berusia 33 tahun dahulu, kira-kira
> mirip seperti itu, sehingga saya dinilai oleh
> Panglima
> Kodam III/17 Agustus Brigadir Jenderal Soemantoro
> sebagai seorang perwira yang 'vuurig' [=berapi-api].
> Pokoknya sikap saya saat itu bagaikan'tabujua lalu
> tabalintang patah'. Kini tentu tidak lagi, maklum
> sudah gaek.
Wah,..statement Bapak ini mengingatkan saya akan
perkataan yang senada dengan dari Bapak Quraish Shihab
saat beliau menjadi Dubes di Kairo, saat itu kami di
mesjid Kairo selalu mengadakan diskusi keagamaan. Apa
kata beliau pada saya:" Rahima, mudah-mudahan kelak
kamu juga bisa seperti saya, dulu juga semasih muda
saya berapi-api, semangat saya juga kala muda sangat
tinggi, kaya kamu sekarang, begitupun kalau
berbicara".
(dalam hati saya kala itu, koq ngak sekalian berapi
unggun saja, kaya pramuka, atau berembun ria, biar
dingin seperti salju).
>
> Saya ucapkan terima kasih atas`kesediaan Ananda --
> serta kepala sekolah MAN -- untuk turut serta dalam
> lokakarya tanggal 19-21 Juni 2007 yang
> diselenggarakan
> oleh Komnas HAM bersama Fakultas Hukum Unand dan
> Perwakilan Komnas HAM Sumbar tersebut. Saya juga
> mengucapkan terima kasih atas kritik beliau terhadap
> Kerangka Acuan yang saya susun, dan kesediaan untuk
> membicarakannya nanti dengan saya.
Iyah Pak, sama-sama makasihnya.Yang semangat
sebenarnya Pak kepala itu, beliau meminta semua
tulisan Bapak, sehingga beliau mengenal betul siapa
Bapak sebenarnya dengan membaca hasil karya Bapak,
kata beliau pada saya.
Kami sering berdebat di sekolah itu Pak. Masalah
warisan gender, sistem matrinial di Minangkabau. Pada
akhirnya yang beliau sampaikan adalah:" Sebenarnya
bukan adatnya yang salah rahima, karena adat Minang
pada hakikatnya ABSSBK, hanya implementasi dari
masyarakatnya yang salah, juga pemberian gelar datuk
untuk saat ini begitu mudahnya diberikan tanpa
memberikan kriteria".
Beliau membenarkan saya, dan tidak menyalahkan adat
Minang, tetapi implementasi dari masyarakat Minang itu
yang beliau salahkan.Itu akhir diskusi kami Pak.
Karena saya bilang pada beliau, sampai titik akhir
kita debatkan hal ini. Saya juga menyampaikan,
disinilah letak kehenaran saya, saya melihat
pepatah-pepitih, slogan bahkan dari buku-buku yang
saya baca, sungguh budaya Minang ini sangat tinggi,
tidak dimiliki daerah lain, namun kenapa kenyataan
dari praktek yang saya lihat jauh dari slogan ABSSBK
itu.
Di kampung dekat rumah saya sekarang, sama pendudukpun
saya sampaikan aja, disaat saya tau, suaminya ini
punya anak dua orang lelaki, dan keduanya membagi
harta pusaka tinggi nenek tersebut. Tatkala saya
tanyakan, apakah punya anak perempuan ortunya. Jawab
mrk, tidak punya, kalau punya bakalan suaminya ini
ngak dapat harta pusaka tinggi itu sama sekali(Ini
pengakuan langsung yang saya dengar dari beberapa
penduduk juga teman2 saya).
Lantas saya tanyakan, sekarang harta itu dibagi untuk
mereka berdua saja, trus kalau ada anak pr, anak lk2
ngak dapat keduanya?"Iyah jawabnya, karena begitulah
pembagian harta di Minang ini Rahima".Saya hanya
tersenyum-senyum saja.Dan saya hanya jawab, "kalau
dalam agama bagaimana sebenarnya bu?Jawabnya
"Yah..gimana lagi Rahima, sudah begitu dari turun
temurun".(sekali lg ini realita).Dan jujur saya ngak
mau ambil pusing tokh..saya pikir semua sudah tau
sebenarnya masalah agama itu ko.
Ok, Pak Saaf. Mari sama-sama kita nantikan bagaimana
tanggapan Pak kepala atas masalah gender dan sistem
kekerabatan yang Bapak tulis dari kerangka acuan
tersebut. Pada hakikatnya saya setuju dengan apa yang
Bapak tulis.
Wassalamu'alaykum.Rahima Sikumbang Sarmadi
Sebelum
> lokakarya,
> di Jakarta dan di Padang diadakan dua kali pra
> lokakarya. Seluruhnya merupakan pelaksanaan program
> kerja tema hak masyarakat hukum adat dari Komnas HAM
> yang saya ampu.
>
> Sesuai dengan Kerangka Acuan yang saya susun, dalam
> pengamatan saya ada suatu ciri khas masyarakat hukum
> adat Minangkabau yang membedakannya dari masyarakat
> hukum adat lainnya di Indonesia -- selain dari
> sistem
> kekerabatan matrilineal -- yaitu adanya konflik
> internal yang sangat tinggi, yang kelihatannya bukan
> saja telah mempunyai sejarah yang sudah lama tetapi
> juga belum ada tanda-tanda bahwa hal itu akan
> selesai
> secara otomatis dalam waktu dekat.
>
> Peranan Komnas HAM dalam hal ini adalah sekedar
> sebagai katalisator atau fasilitator -- yaitu
> sebagai
> fihak ketiga yang tidak memihak -- agar masalah
> konflik internal ini bisa diangkat, dibahas, serta
> dirumuskan pokok-pokok solusinya secara tenang oleh
> segala fihak terkait, semuanya orang Minangkabau
> sendiri, dalam suasana akademik di kampus, tentunya
> dengan perspektif hak asasi manusia karena
> diprakarsai
> dan dibiayai dari anggaran Komnas HAM. Dasar
> hukumnya
> adalah Pasal 75 Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999
> Tentang Hak Asasi Manusia, yaitu tujuan pembentukan
> Komnas HAM untuk menciptakan kondisi yang kondusif
> untuk terlindunginya hak asasi manusia. Menurut
> penglihatan saya, selama ini perspektif hak asasi
> manusia belum pernah menyentuh wacana mengenai
> Minangkabau.
>
____________________________________________________________________________________
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives.
http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---