kok indak ado pulo RASA KEBANGAAN dima HARGA DIRI 
Chaidir N Latief

----- Original Message ----
From: 1972 putra <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, May 14, 2007 12:42:22 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Replika Istana


Apakah ini sebagai bukti sudah terkikisnya rasa tanggung jawab sosial ?
Atau memang sukanya "rancak di labuah " ?
Tidak sedikit masyarakat kita yang tidak bisa berbuat apa-apa (bukan tidak mau 
berbuat apa-apa) 
hanya karena kekurangan modal kerja. Mau ke laut nggak punya perahu, mau 
membajak sawah
nggak punya tanah, sapi atau traktor tangan. Mau sekolah nggak punya duit. dan 
banyak lagi yang
lain. Dan 69 milyar akan dihabiskan utk sebuah bangunan, yang masih diragukan 
manfa'at rielnya 
bagi masyarakat banyak. Paling hanya utk bangga-bangga pejabatnya ke orang luar 
bahwa kita 
punya istana yang bagus bekas peninggalan kerajaan pagaruyung. Sementara rakyat 
tetap dalam 
kemarjinalannya. Duh.... Indonesia.
 
-----------------------------------------------
Tak tahu aku mau diberi judul apa... 
 
Sepuluh milyar hanya untuk bikin patung ?
itukan sepuluh kali dari seribu juta ? 
yang kalau dibeliin nasi bungkus Padang
dengan dua protein telor plus ayam
tambah pisang, bisa memberi makan siang
dan makan malam sebanyak 312.500 orang
pengemis dan gelandangan di ibu kota ?

Atau kalau dibeliin solar, akan dapat 2.325.581,39 liter !
sehingga para nelayan Muara Angke bisa melaut lagi
setelah sekian lama tidak bercengkrama dengan
ikan. Atau buat bea siswa sekian anak sehingga bisa
terselamatan pendidikannya !

Itu baru patung Diponegoro lo, belum lagi beberapa 
patung yang akan dibuat sesuai dengan nama-nama
jalan yang ada di ibu kota. Akan berapa persen APBD
akan tersedot ? atau dana swasta yang terserap dalam
patung-patung mewah itu ?

Ah, biar aja... ini kan ibu kota, harus terlihat mewah
dan mentereng ! Biar bisa bangga-bangga ke orang
luar negeri. Atau kalau perlu, biar bisa bangga-bangga
ke rakyat miskin ibu kota, "Walaupun kalian lapar dan 
nggak sekolah, tapi ibu kota negara kalian kan terlihat
mewah dan artistik".

Atau, mungkin sebaiknya pak Gubernur tidak perlu
lagi memakai tenaga kuli bangunan buat ngebikin
beberapa patung lagi. Tapi cukup memanggil para 
nelayan di Muara Angke sana untuk mengerjakannya.
Sehingga nanti mereka bisa cerita ke anak cucu,
"Walaupun bapak sudah tidak bisa melaut lagi karena
tak kuat beli solar, tapi patung-patung yang menghiasi 
bu kota, yang harganya milyaran itu, adalah buah
tangan bapak !"

Dan anak cucu mereka bisa menonton patung-patung
yang indah itu, ...
walau dengan perut lapar !
(rpp- wed, dec 07 2005 )


 
On 5/14/07, benni inayatullah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
69 M ? wow...
bayangkan kalau uang segitu besar dipakai untuk memberdayakan masyarakat kecil 
di jalur wisata juga misalnya branding handycraft  atau mendirikan pusat 
infiormasi dll ..outcame nya pasti besar juga ketimbang replika istana yang 
telah terbukti gak bisa "mempertahankan dirinya" sendiri. 



Rakyat Merdeka. Rencana pembangunan replika Istano Pagaruyung Batusangkar, 
diperkirakan menelan biaya hingga Rp 69 miliar untuk bangunan fisik dan 
kelengkapan istano. Saat ini sudah terkumpul dana untuk pembangunan hingga Rp 
10 miliar. Jika DPRD menyetujui, Pemprov Sumbar akan alokasikan anggaran untuk 
pembangunan istano di APBD Perubahan. 

"Saat ini panitia sedang melakukan melengkapi design bangunan istano. Kita 
melibatkan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) dan Ikatan Kontruksi Indonesia 
(Inkindo) untuk mendesign pembangunan ini lagi. Rencananya ini nanti akan kita 
tenderkan," ujar Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi kepada wartawan, Minggu (13/5). 

Selain penyempurnaan design, kata Gubernur saat ini sedang dilakukan 
penyelesaian tanah bangunan dengan pihak keluarga pemilik tanah keluarga Taufik 
Thaib. 

"Insya Allah, bulan Juni mendatang kita akan melakukan peletakan batu pertama 
untuk pembangunan kembali Istano Pagaruyung ini," kata Gamawan. 

Dana terkumpul Rp 10 miliar tersebut, kata Gamawan Rp 5 miliar lebih terkumpul 
di bank, Rp 3,5 miliar merupakan klaim asuransi dari Tata Wahana dan Rp 2 
miliar bantuan dari dari Departemen Pariwisata Seni dan Budaya untuk non-fisik. 
Dana ini dimaksimalkan dulu untuk pembangunan fisik istana. 

"Kalau memang DPRD Sumbar menyetujui kita akan anggarkan dalam APBD perubahan. 
Selain juga direncanakan menghimpun dari masing-masing kabupaten/kota," kata 
Gamawan. 

Rencananya pembangunan nantinya akan mengadopsi teknologi pembangunan. 
Misalnya, kalau selama ini rangka atap terbuat dari kayu, ke depan diusulkan 
materialnya berasal dari aluminium. Selain tahan bakar, bahan ini lebih ringan 
dan lebih mudah dalam pemasangan. Berbeda dengan kayu, selain langka di 
pasaran, bahan ini juga rawan terbakar. afi/jpnn



 



 
Apo ka dibuek pak Gubernur?
Senin, 14 Mei 2007, 08:15:15 WIB - oleh : bima
 Di Batusangkar tidak ada Raja Pak Gubernur, Batusangkar adalak Luak Nan Tuo. 
Dimana Luak punya Raja?. Luak itu Berpenghulu. Jadi kalau mau buat Rumah 
Bagonjong yg diklaim sebagai Istano jangan di Batusangkar, sebaiknya Kantor 
Gubernur itu disulap jadi Istano, selain di ibukota propinsi, jelas lebih 
netral. Dan Padang itu secara adat adalah Rantau. Rantau itu Ber Raja. Tolong 
direnungkan, sebab kalau nekat diahjar gempa dan petir kayak kematin.  





Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel.





       
____________________________________________________________________________________Boardwalk
 for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's 
economy) at Yahoo! Games.
http://get.games.yahoo.com/proddesc?gamekey=monopolyherenow  
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan 
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke