Kasihan Inu...

PKS Usung Ardi-Nasrullah, Inu: Saya Tak Punya Uang Rp1 Miliar                
Rabu, 23-Mei-2007, 07:35:07
        Telah dibaca sebanyak 20 kali

                         
           Payakumbuh, Padek—Setelah ditunggu-tunggu banyak pihak, akhirnya, 
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Payakumbuh mengumumkan juga pasangan bakal 
calon (Balon) walikota dan wakil walikota yang akan diusungnya dalam Pemilihan 
Kepala Daerah (Pilkada) langsung bulan Agustus mendatang.           
   Calon tersebut adalah Prof Ardi Abbas (akademisi sekaligus mantan Cabup 
Limapuluh Kota) dan Haji Nasrullah Nukman (kader PKS).“Hari ini, kami sudah 
tekan perjanjian atau MoU dengan Ardi dan Nasrullah. 
 
Keduanya, resmi menjadi Balon Walikota dan Wakil Walikota Payakumbuh dari PKS. 
Mereka akan segera kami daftarkan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), untuk 
seterusnya didukung dengan semangat kebersamaan,” ujar Ketua PKS Payakumbuh Tri 
Venindra, kepada Padang Ekspres, Selasa (22/5). 
 
Saat itu, Tri Venindra sedang berada di Jakarta. Dia baru saja bertatap muka 
dengan Ardi, Nasrullah dan pengurus DPP PKS Pusat. Mereka, sepakat untuk 
menjadikan Pilkada Payakumbuh sebagai ajang kemenangan bagi PKS.Lantas, 
bagaimana dengan nasib dosen IPDN Inu Kencana Syafei yang semula juga dilirik 
PKS Payakumbuh untuk jadi Balon walikota? 
 
“Beliau, belum memenuhi beberapa persyaratan yang kami berikan. Karena itu, 
beliau tidak dapat kami calonkan,” ucap Tri singkat.Namun, komentar berbeda 
justru diucapkan Inu Kencana Syafei. Melalui telepon genggamnya (0813949XXXXX), 
Inu mengaku gagal menjadi Balon Walikota Payakumbuh dari PKS karena tidak 
memiliki uang sebesar Rp1 miliar. 
 
“Saya tidak punya uang sebanyak Rp1 miliar. Sedangkan pengurus PKS, 
berkali-kali datang ke Jatinangor (rumah Inu, red) untuk meminta uang sebagai 
salah satu persyaratan menjadi Balon Walikota Payakumbuh. Mereka men-deadline 
saya untuk menyediakan uang tersebut hingga jam 10 tadi malam (pukul 22.00 WIB, 
red),” aku Inu kepada Padang Ekspres, Selasa (22/5). 
 
Inu mengatakan, sebagai dosen miskin yang masih tinggal di rumah dinas, tentu 
saja dia tidak punya uang sebesar Rp1 miliar. “Saya tahu, uang tersebut dipakai 
PKS untuk kebutuhan kampanye dan Pilkada. Tapi, mana mampu saya 
menyediakannya,” ujar Inu blak-blakan. 
 
Meskipun demikian, Inu mengaku tidak kecewa. “Jabatan itu adalah amanah, tidak 
meski saya bayar atau beli dengan lembaran rupiah. Karena itu amat berbahaya 
dan diminta Allah pertanggungjawabannya,” ujar putra asli Nagari Simalonggang, 
Kabupaten Limapuluh Kota itu. 
 
Tri: Bukan Karena Uang  
 
Sedangkan Tri Venindra yang dikonfirmasi wartawan soal pernyataan Inu, justru 
menampik dengan nada agak tergesa-gesa. “Oh, bukan itu. Dia gagal jadi Balon 
walikota karena memang belum bisa memenuhi beberapa kriteria yang kami minta,” 
sebut Tri singkat. (*)
       
---------------------------------
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing. 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan 
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke