Komentar :
Bedanya merantau orang minang dengan orang china, orang minang merantau
karena budaya sedangkan orang china karena terusir dari negaranya,
maka bisa difahami kenapa orang china enggan pulang kampung, tidak
seperti orang minang yang setiap tahun pulang kekampungnya dengan
bangga.

Wassalam

Arnoldison

-------


Mengapa banyak orang Cina merantau?

Hampir  tidak  ada  negara  tanpa orang keturunan Cina. Jumlahnya bisa
banyak  atau  sedikit,  tetapi umumnya ada. Sampai saat ini di seluruh
dunia  terdapat  lebih  dari 30 juta huaqiao (Cina perantauan). Mereka
tersebar  di  beberapa negara seperti Hong Kong, Asia Tenggara, Pantai
Barat  Amerika,  Kanada  dan  Australia.  Kebanyakan dari mereka pergi
sebagai  pengungsi, karena selama satu setengah abad terjadi kekalutan
ekonomi maupun politik di daratan Cina.

Sepertinya  sudah  menjadi tradisi apabila terjadi pergantian dinasti,
para  pejabat yang ditumbangkan akan beramai-ramai mengungsi ke negara
tetangga. Para pejabat kerajaan Ming misalnya, membawa tiga ribu orang
dalam  lima  puluh  kapal  untuk  menyebrang  ke Saigon. Sebagian dari
mereka  diburu,  sebagian  lagi  pergi akibat perang saudara, sebagian
lagi  melarikan  diri  dari  kemiskinan,  karena  begitu  banyak orang
bersaing untuk bisa hidup di tanah subur yang terbatas.

Sampai  tahun  1842, kaisar dinasti Qing berupaya untuk mencegah semua
orang  Cina  yang  keluar  dari  batas  negaranya.  Siapa  yang berani
melanggar dianggap pengkhianat dan diancam hukuman mati apabila berani
kembali  ke  daratan Cina. Namun setelah Cina kalah dalam Perang Candu
I,  orang-orang  Cina diperkenankan untuk meninggalkan negaranya. Para
imigran pertama umumnya pedagang. Pada akhir pemerintahan dinasti Qing
semakin  lemah,  banyak  petani yang terdorong untuk mencari rezeki di
seberang lautan.

Mereka  sangat  tertarik  pergi  ke  Amerika  dan  Kanada, yang sedang
membangun  jalan  kereta api pada masa itu dan Kanada Barat Daya telah
ditemukan  tambang  emas, maka berduyun-duyunlah mereka datang ke sana
untuk   mengadu  untung.  Sampai  sekarang  orang  Cina  menyebut  San
Francisco  di  Kalifornia  sebagai  Jiu  Jinshan  (gunung  emas lama),
sedangkan Sydney di Australia dikenal sebagai Xin Jinshan (gunung emas
baru).  Dalam waktu bersamaan pula, Inggris di Malaysia dan Belanda di
Indonesia  menggalakkan  perkebunan  di  tanah  jajahan mereka. Mereka
membutuhkan tenaga kuli perkebunan, maka datanglah orang-orang Cina ke
sana.

Para  huaqiao  kebanyakan  berasal  dari propinsi Guandong dan Fujian.
Orang-orang  Chiu  Chow  dari  bagian  timur  laut  propinsi  Guandong
cenderung  berkumpul  di  Muangthai,  Vietnam,  Kamboja,  Malaysia dan
Singapura.  Orang-orang dari propinsi Fujian sekitar Xiamen menetap di
Indonesia, Singapura dan Malaysia.

Diantara  para  huaqiao sendiri sebenarnya tidak selalu ada peraturan.
Di  amrik  sana  umpamanya, sampai sekarang masih ada perbedaan antara
huaqiao  yang  bersimpati  kepada  Taiwan  dan huaqiao yang bersimpati
kepada  Cina.  Selain itu perbedaan bahasa dan clan juga kadang-kadang
merupakan pengalang persatuan di antara mereka.

--
Farit Gauss Blog




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan 
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke