Waalaikumsalam w.w. Ananda Rahima dan para dunsanak sa
palanta,

Saya menghargai sikap lugas Ananda yang 'buka kulit
tanpa isi', agar jelas dan jernih duduk masalahnya.
Saya juga mengharapkan sikap yang sama dari Engku
Bachtiar `Abna SH, MH yang saya minta membahas topik
yang sama dari perspektif adat.

Sudah terlalu lama masalah ini ibarat kata pepatah:
"tarapuang tak hanyuik, tarandam indak basah". Sudah
saatnya masalah ini kita bahas secara akademik,apa
adanya, serta kita cari alternatif solusinya, sebagai
masukan untuk membuat keputusan bersama, baik secara
formal maupun secara informal.

Secara pribadi saya berharap lokakarya di FH Unand
Padang tanggal 19-21 Juni nanti akan merupakan suatu
'historical milestone' untuk mendorong kembali
dinamika suku bangsa Minangkabau dalam dunia yang
semakin kompetitif ini, terutama yang bermukim di
Ranah. 

Saya memang risau dengan kondisi masyarakat
Minangkabau yang selain bagaikan jalan di tempat, juga
terlalu banyak berorientasi ke masa lampau dan
bernostalgia. Kali ini saya mencoba sekedarnya untuk
mengajak para dunsanak di Ranah untuk melangkah maju
dan berorientasi ke masa depan. Masukan baru yang
belum pernah digunakan selama ini adalah perspektif
hak asasi manusia (HAM).

Sampai jumpa di Padang tanggal 19 Juni nanti.

Wassalam,
Saafroedin Bahar

--- Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Assalamu'alaykumwarahmatullahiwabarakaatuh
> 
> Pak Saaf, dunsanak kasodonyo.
> 
> Masalah Warisan harta pusako dan sistem kekerabatan
> ini lah yang diberikan kepada saya dalam tugas
> diseminar tgl 19 juni isnyaAllah nantiknya,
> bagaimana persfektif Islam memandangnya.
> 
> Dalam makalah yang masih perlu diedit itu, ada lebih
> kurang 15 halaman,cukup banyak, karena saya
> ungkapkan sejarah masuknya Islam, juga bagaimana
adat atau masyarakat Minang dulunya, tambah persoalan
warisan, juga kekerabatan,sistem matrilineal, larangan
kawin  sesuku, bagaimana lk minang yg menikah dgn non
> minang, jadi cukup banyak, dan saya ingin suami juga
teman saya itu mengurangi apa yang perlu 
dikurangi,merubah  apa yang perlu dirubah, asal bukan
substansi pokok  nya yang dirobah, saya minta khusus
pada teman saya yang biasa ikut seminar . Mungkin
disana bisa kita  diskusikan bgmn penyelesaiannya,
permasalahannya  karena slogan kita tadi ABSSBK.
> 
> Sebab setahu saya, kalau itu kita pakai, maka
> konsekwensinya adalah semua tatanan kehidupan kita
> harus sesuai dengan syara'. Suatu hal yg berat
> bukan, apakah masyarakat Minang siap dengan semua
> konsekwensi itu.Budaya kita yang sulit untuk di
kritik, kalau di kritik malah dikatakan kita "manapuak
aia di dulang'(eh..bener ngak nih?), padahal yang
dikatakan sayang atau cinta pada seseorang, bangsa,
atau  apalah namanya, harus membuat orang yang
dicintai itu berjalan pada koridor agama yang tepat,
KALAU SALAH  YAH DIBENERIN, KALAU BENER YAH TAMBAH
DIDUKUNG,  KALAU  MISKIN YANG DIBANTU, kalau kaya yah
membantu,  begitulah seterusnya, itlah bukti atau
komitmen atau  konsekwensi dari realisasi rasa cinta
kita terhadap  sesuatu yang kita cintai, bukan hanya
ngomong mau  maju, mau berhasil, mau ini, cinta ranah
Minang, dan  sebagainya, tetapi ngak ada yang dapat
kita perbuat,  apa realisasi cinta kita itu, itu kata
orang Barat  sono bulshit.
> 
> Iman aja perlu adanya di ucapkan dengan lidah,
> ditetapkan dalam hati dan dilakukan dengan
> perbuatan. Bukti cinta kita terhadap ranah Minang
apa? Siap  ngak  kita membelanya, siap ngak kita
memaukannya dengan segala jiwa raga, harta benda kita,
siap ngak kita berkorban kembali keranah Minang dengan
ilmu yang  ada  pada kita. Ranah Minang bukan hanya
butuh bantuan  materil saja, tetapi butuh orang-orang
berilmu untuk  mengabdikan ilmu berbagai bidang
tersebut dari kita. Inilah analisa yang saya
perhatikan dari lubuk hati  yang terdalam.
> 
> Sama tokh,..kalau kita dicintai seseorang, kita
> butuh ungkapan cinta darinya,dan kesetian hatinya
pada  kita  dan dibuktikan dengan perbuatannya dari
realisasi cinta dia terhadap kita.Kalau hanya
perkataan doang, ngak lengkap cintanya, kalau cuman
hati doang, ngak  sempurna.Apalagi ngak ada aplikasi
cintanya pada  kita dari perbuatannya, namanya "cinta
yang sumbang"
> 
> Wassalamu'alaikum. Rahima.Sikumbang Sarmadi.
> 
> 
> --- "Dr.Saafroedin BAHAR" <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> 
> > 
> > Waalaikumsalam w.w. Dunsanak St Lembang Alam,
> > 
> > Memang itu juga yang menjadi perhatian saya,
> > Dunsanak, dan ala kadarnya saya mencoba mencari
jalan  keluarnya, agar semua yang bertali darah
benar-benar merasa bersaudara. Tidak lebih dan tidak
kurang.
> > 
> > Wassalam,
> > Saafroedin Bahar
> >
> > 


      
____________________________________________________________________________________
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles. Visit the 
Yahoo! Auto Green Center.
http://autos.yahoo.com/green_center/ 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan 
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke