Alaikumsalam ww

  RUAARRR BIASAAA...!! Itu ungkapan tulus ambo thd acara di Unpad kmrn itu. 
Hebat, kompak dan sangat creative...! Utk level mahasiswa, sudah bisa 
"merangkul" lingkungan sekitar dan melibatkan kelompok seni non-Minang ke acara 
Minang...! Jarang yg mau dan bisa melakukan hal seperti ini. Termasuk di jaman 
ambo dulu thn 80an. Tidak percuma ambo bela-belain hari terakhir ambo di 
perusahaan yg kapatang itu sampai alun sempet membereskan dan mambarasiahkan 
ruangan yang akan ambo tinggalkan menuju Bdg. Makan malam pun jg br sempat jam 
1 pagi.
   
  Tanpa mengurangi kebanggaan atas kerja keras semua team UPBM ini, kalau boleh 
komen, mungkin ada baiknya isu PR (public relation) agak sedikit "dikencengin". 
Acara hebat seperti ini sayang kalau tidak terangkat ke permukaan dan "nyaris 
tak terdengar" ke Sumbar. Untuk PR didalam milis sih sdh bagus apa yg dilakukan 
Arief ini. Apakah krn tokoh2 Minang kurang mendukung? Apakah media kurang 
mendukung? Belum tentu juga. Ada hal2 strategies mungkin yg perlu dilakukan 
sebelumnya utk itu. Meyakinkan orang lain agar yakin dan mau melihat thd apa yg 
kita buat, selalu tidak mudah. Apalagi di level mahasiswa, kita sering terjebak 
dg keseriusan niat kita utk berbuat dg keyakinan kita masing2.
   
  Kalau boleh saran, ada baiknya sesegeranya membuat tulisan2 yg cukup 
menggigit dan lampirkan foto2nya, lalu kirimkan ke bbrp media massa. Kalau ada 
yg kenal dekat dg wartawan, akan jauh lebih baik lg. Undang atau datangi 
mereka, ceritakan dan tunjukkan video acara tsb. Mereka yang menulis dibanding 
kita sbg pelaku akan jauh lebih meyakinkan buat media mereka. Ini jg ambo cc 
kan skln ke Pak Sjafroedin (wartawan Singgalang di Bogor) dan Uni Lidia 
(wartawan Ktr Berita Antara Pdg). Siapa tahu mereka tersentuh dan tertarik utk 
bantu memberitakan kerja besar dan hasil kreatifitas hebat adiak2 awak iko.
   
  Arief, mohon maaf kalau Uda agak saketek 'manganakan' soal PR iko. Agar tidak 
terulang kesalahan yg Uda lakukan Thn 1985 lalu...! Dan sampai kini msh 
'terbebani' dg kesalahan tsb. Acara Jambore Budaya Minang Jabar & DKI di Cikole 
Lembang 3 hari 2 mlm, dibuka oleh 2 Gubernur: Pak Azwar Anas dan Alm. Aang 
Kunaefie (Gubrn Jabar). Ribuan peserta Camping dg suasana Minang (lapau2 kopi, 
Layang2, main Kim, Silat, Tari, Musik, dll.) menggunakan puluhan tenda2 besar 
TNI AD. Uda sbg Ketua Umum dg panitia 144 orang yg dipilih oleh sktr 23 
organisasi lokal Minang di Bdg, selalu menghindar-hindar ketika mau 
diwawancarai oleh wartawan. Mengapa? Krn : 1. Kita merasa sdh terlalu sibuk 
menyiapkan acara "besar" tsb. dan merasa tidak ada waktu utk urusan sekedar 
ngomong2 yg kita anggap buang2 waktu doang. 2. Kalau wartawannya mau nulis ttg 
acara kita, ya silahkan aja, liat aja sendiri. Kan bukan panitia yg ngundang 
datang ke acara ini. 3. Keuangan defisit. Donasi seret. Hanya segelintir
 tetua Minang yg bantu. Yg berkembang di benak kita sbg mahasiswa saat itu, 
kalau ada wartawan, pasti harus ada amplop. Pokoknya 'cetek' alias 'sampik' bgt 
lah pikirannya saat itu.
   
  Alhasil...? Jambore Budaya Minang tsb, alhamdulillah indak pernah tadanga 
sampai kini hasilnyo... Karajo kareh kawan-kawan panitia nan alah batanggang 
berbulan-bulan, tenggelam begitu saja. Tinggal di memori masing-masing sajo... 
Besar harapan Uda, semoga hal ini tidak terjadi thd acara Kesenian kmrn ini. 
Mungkin adiak2 Panitia sudah melakukan hal ini dg baik dan Uda indak tahu. 
Untuk itu, mohon maaf sebelumnya. Liputan pandangan mata Arief ini, tadi Uda 
copykan ke link ini:
  
http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_joomlaboard&Itemid=78&func=view&catid=38&id=468#468
  Kalau bisa ditambah dg foto2 akan jauh lebih meyakinkan disamping rekaman 
Videonya. Kendala video, penyebarannya agak terbatas jumlahnya dibanding 
peluang menyebarkan foto2...! Kecuali video bisa disiarkan oleh TV yg ditonton 
oleh jutaan orang sekaligus...! Uda juo minta maaf, 'sanjato utamo' sampai 
tatingga pulo indak tabao...:-( 
   
  Skl lg, selamat dan salam hangat buat UPBM UNPAD. Maju terus dan tetaplah 
berkarya... Skl lg, mohon maaf talabiah takurang. Semoga berkenan.
   
  Wassalam,
  Nofrins
  www.west-sumatra.com
  
Rangkayo Mulia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Assalamu'alaikum W W
   
  Dunsanak sabalik palanta nan ambo hormati. Ketek dak basabuik namo gadang 
ndak baimbau gala.
   
  Kalau kapatang untuak seminar sedikit ado kekecewaan terhadap audience nan 
hadir, di acara PAGELARAN "PARADE LINTAS BUDAYA & RANDAI INTAN BAGEWANG", 
kegembiraan nan luarbiasa nan ado di kapalo jo mato ambo. 
  Melah bacarito ambo sagonyek
   
  Kenapa panitia menamakan PARADE LINTAS BUDAYA???
  Memang indak salah doh, salain menampilkan kesenian tradisional MINANG, acara 
nantun juo ditingkahi kesenian tradisional dari berbagai etnis nan ado di 
UNPAD. Ado Tari YAMKO RAMBE dari PAPUA, Tari Kecak dari BALI, Debus dari 
Banten, dan dak lupo Tari Jawa sarato nan dari tuan rumah, tari SUNDA. 
  Hebat.... sangat hebat.... kekompakan panitia dalam mengajak serta etnis lain 
dalam berkegiatan.
   
  Diawali GANDANG nan manggaga AULA UNPAD BANDUNG nan berkapasitas 1500 urang, 
tapi pada saat pagelaran isinyo labiah kurang 900 - 1000 urang, mambuek hadirin 
nan manonton dak namuah mamiciangkan mato. Alun abih GAGA Gandang, dibuka jo 
pantun nan mambuek maramang bulu kuduak. Baru Ilang pantun pambuka kato, 
disambuang jo TARI GALUIK HARIMAU AGAM nan merupakan kreasi para MAHASISWA 
MINANG UNPAD nan tergabung di Unit Pencinta Budaya MINANG 
   
  Tanpa jeda, Tari Galuik Harimau AGAM pun di sambuang jo GALOMBANG PASAMBAHAN 
untuak manyambuik tamu. Bukan asal GALOMBANG PASAMBAHAN, tapi adalah GALOMBANG 
PASAMBAHAN nan benar2 menampakkan gerakan tari nan di tingkahi tradisi silek 
minang nan sangat menarik. 
   
  Dek acara ko dibawah nauangan UNPAD, tantu ado pidata-pidata bagai. Namun itu 
indak lamo dan indak sampai mambuek urang nan ado di GRAHA SANUSI UNPAD  kalua 
ruangan.
   
  Salasai pidata, lansuang di sambuang jo tari Yamko Rambe, di ikuti Kecak, 
Debus, tari Jawa dan tari Sunda.....
  Iko memang PAGELARAN PARADE NUSANTARA bana namo no. Indak awak sen nan 
bapegalaran doh, tapi budaya NUSANTARA dirangkul juo.
   
  Lah salasai pulo urang berparade tantu giliran awak baliak......
  ACAPELLA BAREH SOLOK mereka namakan.
  Satu grup penyanyi tanpa di iringi alat musik. Musik yang keluar adalah musik 
yang mereka mainkan dari suara mereka sendiri. Ahhh, mereka memang sangat 
kreatif dan punya cita rasa seni yang tinggi.
  Cukup membuat penonton berdecak dengan apa yang mereka tampilkan.
   
  TARI PANEN KONTEMPORER.
   
  Satu hal nan ambo salut dengan PAGELARAN ko adalah, di tengah mereka 
berkreasi dengan kesenian, ternyata para mahasiswa tetap tidak lupa dengan 
posisinya sebagai intelektual yang juga adalah agent perubahan. 
  Tari Panen Kontemporer yang mereka pergelarkan sarat dengan kritikan terhadap 
penyelenggara negara ini.
  Sebagai negara agraris dan kita sering mengatakan sebagai negara yang sanggup 
untuk SURPLUS PANGAN, ternyata busung lapar dan gizi buruk menjadi penyakit 
langganan di negara kita. 
  Mungkin gerakan Tari panen yang mereka tampilkan ga beda dengan tari Panen 
yang pernah kita saksikan sebelumnya. Tapi karena dimulai dengan adegan teater 
monolog yang menggambarkan orang kelaparan, mereka ingin mengajak kita terutama 
para pejabat bahwa busung lapar dan gizi buruk terjadi di negara yang 
mengatakan sebagai negara SWA SEMBADA PANGAN, namun ternyata pemerintah nya tak 
pernah pedulu dengan penderitaan rakyatnya. Penonton diajak berpikir sambil 
menikmati kesenian. 
  Nyeni sih nyeni yach, kritik jalan terus. Acungan jempol untuk adik2 ku di 
UPBM UNPAD
   
  Tari, teater plus kritik sudah mereka pergelarkan 
  Tak ketinggalan, giliran musik tradisional TALEMPONG nan jadi rajo pangguang. 
  Iko ciek lai. Di banyak kegiatan ambo manonton pagelaran seni tradisional 
MINANG, di permainan TALEMPONG UPBM UNPAD iko iyo maramang bulu kuduak ambo. 
Permainan nan apik, tingkah pemain yang sangat-sangat spontan dan tidak kaku. 
Indak bapiciang mato urang manonton tingkah adiak2 UPBM UNPAD manggua talempong 
nan mereka agiah namo . Kompak dan sangat mengasyik kan. Sekali lagi HEBAT. 
   
  Kiro-kiro pukua sangah sapuluah baru lah RANDAI INTAN BAGEWANG tampil 
menguasai panggung. 
  Sinopsis Randai sudah pernah ambo lewakan di posting terdahulu.
  Yang menarik adalah bagaimana penampilan mereka yang sangat apik, kompak dan 
memukau.
  Mereka adalah Mahasiswa Unpad yang tergabung dalam Unit Pecinta Budaya 
Minang. Dan UPBM tersebut isinya bukan hanya orang  Minang. Para penari dan 
salah seorang sutradara randai adalah orang non Minang, dia adalah orang 
Bangka. Umumnya pengisi acara tersebut adalah mahasiswa semester 2,4 atau 6. 
Artinya ditengah mereka harus menjalankan amanah untuk belajar, mereka tak lupa 
untuk tetap berkegiatan melestarikan budaya Minang, dan mengenalkan BUDAYA 
MINANG terhadap orang luar. Tak hanya bisa bicara, tapi juga berbuat. 
   
  Pagelaran Randai ditutup dengan tari PIRING dan Tari INDANG. 
  Kedua tari penutup ini pun tak sekadar tari MINANG yang pernah kita saksikan 
sebelumnya. Sulit untuk menggambarkan apabila tak menyaksikan.
  Tak percaya??
  Tanya saja ke Kanda Mulyadi Dt Marah Bangso yang khusus datang dari 
Palembang. Juga ke Uda Nofrins, mas Johan Bachir atau ke Sang arsitek kita 
Nanang Syafrinal. 
  Tak salah kalau mereka mau menyempatkan diri datang dari jauh dan kemudian 
mendapatkan suguhan yang sangat menakjubkan. 
  Tarimo kasih Mak Datuak Marah Bangso, Uda Nof, mas Johan, Nanang, juga Pak 
Chaidir yang "akhirnya" datang menyaksikan acara tersebut. 
  Bagi dunsanak yang tidak menyempatkan datang untuk menyaksikan PAGELARAN 
PARADE LINTAS BUDAYA UPBM UNPAD tersebut. Panitia berjanji akan menyediakan 
dokumentasinya dlm bentuk CD  atau DVD. Ada yang berminat??Tentu harus merogoh 
sakuih-sakuih dong. 
   
  Dunsanak sadonyo 
  Acara PAGELARAN PARADE LINTAS BUDAYA UPBM UNPAD tersebut di kelola oleh para 
mahasiswa, tidak oleh Event Organizer profesional.
  Sejak dari menyusun konsep, mencari dana, menyelenggarakan acara. Semua oleh 
mereka.
  Tak ada bintang tamu, juga mereka tak mengundang pelatih profesional dari 
luar UPBM.
  Nuansa panik, stress, tekanan dari berbagai pihak pasti mereka alami. Bahkan 
kekurangan biaya untuk mensukseskan acara tersebut mereka alami sampai saat 
ini. Tapi semua itu tak membuat mereka patah semangat.
  SEMUA DARI UPBM, OLEH UPBM, dan yang pasti UNTUK UPBM.
  Semua adalah demi KEBANGGAAN MINANG nya. 
   
  Apakah kita juga bangga dan cinta terhadap Minang?
  Bantulah mereka dan berilah mereka kesempatan untuk berkarya. 
   
  Andai ada keteledoran, kesalahan atau tidak menempatkan sesuatu pada 
tempatnya. Rasanya tak perlu kita salahkan lebih jauh.
   
  Nan pasti, karena ini adalah acara ULANG TAHUN UPBM yang ke 20.
  SELAMAT ULANG TAHUN UPBM, SELAMAT ULANG TAHUN untuk anggota2 UPBM
  dan....
  SELAMAT dan SUKSES atas acara kawan2 
   
  Billahi Taufik wal Hidayah
   
  Wassalam W W
   
  ARIEF RANGKAYO MULIA
  (Alumni UPBM UNPAD)
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   





       
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally,  mobile search that gives answers, not web links. 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan 
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke