Assalammualaikum Wr Wb bapak Suheimi yth
Terimakasih atas kiriman tulisan bapak tentang pahlawan ini.
Sepertinya tulisan ini ditujukan untuk hanifah ya?
Tulisan bapak ini sangat membantu hanifah untuk mengungkapkan rahasia kenapa
papa dulu memilih lengser.
Beberapa hari yang lalu hanifah bertanya ke bapak Akhiarly Djalil, adik papa
se ayah. Hanifah bertanya apa jabatan papa waktu itu, dan kenapa papa lengser?
Jawab bapak Akhiarly " bapak tidak tau pasti apa jabatan bapak di Bank
Nasional, karena bapak takut masuk kantorn bank tersebut, waktu itu bapak masih
kecil. Pernah bapak menemui papa ipah di bank nasional tersebut di bulittinggi,
kelihatannya beliau disegani disana. Tapi bapak tidak pernah menanyakan apa
jabatan beliau. Bapak Anwar sutan Saidi, sesuahepuh bank nasional dan
percetakan nudsantara sangat sayang dan menghargai beliau.Bapak Anwar st
saidilah yang mengirim beliau ke Banda Neira untuk belajar ekonomi kepada Bung
Hatta.
Bapak Anwar st Saidi dengan istri pernah ketemu dengan bapak dirumah ipah di
sungai tanang ketika beliauberlebaran kesana. Bapak juga tidak tau apa sebabnya
beliau lengser dari bank nasional, karena bapak segan untuk menanyakannya.
Kabarnya masalah prinsip, apakah masalah agama ataukah masalah perbankan, bapak
tidak tau pasti"
Hanifah jawab, kata papa " papa tidak bisa hidup diatas penderitaan orang
lain"
Jawab bapak Akhiarly "kalau begitu beliau lengser dari bank nasional karena
pertimbangan agama dan teknis perbangkan. Beliau sangat zuhud dan wara, beliau
rajin mengikuti pengajian inyiak parabek.
Kalau kita kaitkan dengan keadaan ekonomi setelah PRRI yang sangat sulit yang
tentunya sangat berpengeraruh ke perbankan (menurut hanifah kali banyak
perusahaan yang bangkrut, lalu asetnya disita ... yang begini papa tidak tahan
melihatnya).
Dan lagi gurunya juga Bung Hatta juga sudah lengser yahhh ikutan lengser
ajaaa, ngikutin jejak guru. Tapi dampaknya kekeluarga sangat besar.... Tak
mudah dari kaya ke melarat, tidak semudah dari melarat lalu jadi orang kaya he
he he.
Lalu hanifah tanya juga ke bapak Akhiarly apakah papa Damnhuri pernah menulis
di koran ? Jawab bapak Akhiarly " Penulis dikoran adalah A Damhuri. Papa ipah
ada menulis dibuku tulis kwarto tentang masalah agama, tapi belum sempat
diterbitkan. Buku tulis itu ada dipustaka bapak, karena dulu diserahkan kepada
bapak untuk dibaca "
Bapak janji akan mencarinya di pustaka beliau tersebut. Apa bapak mengenal
bapak Akhiarly? Bapak bilang, beliau kenal baik dengan bapak. Nah kalau bapak
pengen tau tulisan papa, kali bapak bisa hubungi bapak Akhiarly.
Hanifah juga pengen tau.
Wass
Hanifah Damanhuri
PAHLAWAN
....
"Pahlawan padamu kami mengadu, karena kau lebih mengerti, kepada siapa kita
harus mengadu?" Menakjubkan, bahwa pertanyaan yang terdengar sentimentil itu
sering terucap sekarang ini, di saat orang butuh bantuan, butuh
pertolongan, butuh seorang pahlawan dan kepadanya kita mengadu.
...
Kalau kita tilik, kata-kata pahlawan berasal dari kata pahala. Pahlawan
adalah orang yang sedang berjuang dan berkorban untuk mencari dan
mendapatkan pahala
...
Jadi kata-kata pahlawan bukan diperuntukkan bagi mereka yang
memperjuangkan kemerdekaan saja, tetapi juga bagi mereka yang mempertahankan
kemerdekaan dan mengisinya dengan perbuatan yang melahirkan pahala. Dia
menempuh jalan mendaki, dia menempuh jalan yang sukar. Dikorbankan hartanya,
dikorbankannya jiwanya, dikorbankannya waktunya, dikorbankannya rasa
kecintaannya, dikorbankannya segala-galanya. Untuk apa? Ya, untuk meraih
pahala, untuk mendapat gelar sang Pahlawan. Maka setiap saat kapan saja, di
mana saja dan bagi siapa saja, terbuka kesempatan untuk menjadi pahlawan,
baik dikenal ataupun tidak dikenal.
....
Untuk para pembaca, di Hari Pahlawan ini, saya kirimkan sebuah
firman suci-Nya: "Tetapi dia tiada menempuh jalan mendaki lagi sukar. Tahukah
kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? Yaitu melepaskan budak dari
perbudakannya. Atau memberi makan di hari kelaparan. Kepada anak yatim yang ada
hubungan kerabat. Atau orang miskin yang sangat fakir." (Surat Al Balad ayat
11-16).
...
Ketahuilah bahwa kekayaanmu dan anak-anakmu hanyalah ujian (bagimu) Dan bahwa
Allah, pada-Nyalah pahala yang besar
...
Qurban adalah suatu pelatihan untuk mengembalikan diri kita kepada fitrah
diri, yaitu Star Principle. Monotheisme, hanya menyembah dan berprinsip kepada
Allah Yang Maha Tunggal, tidak ada yang lain. Laa Ilaaha Illallah.
... "Sungguh, kita adalah milik allah, dan kepada-Nya kita kembali"
jelaslah bahwa tujuan hidup manusia di dunia, pada hakekatnya
adalah untuk mencari/ mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya bagi kehidupan
akhirat.Tingkat manusia di akhirat nanti, akan ditentukan oleh sedikit
banyaknya bekal yang dibawa dari dunia. Semakin banyak bekalnya, maka akan
semakin tinggi pula tingkat kemuliaannya. Apakah yang dimaksud dengan bekal
itu? Jika untuk mencapai kedudukan tinggi di masyarakat kita harus berbekal
pendidikan yang cukup, maka untuk mencapai kedudukan tinggi di akhirat nanti,
yang kita perlukan adalah pahala.
Pahala adalah hadiah yang diberikan Allah kepada manusia apabila ia lulus
dari ujian yang dihadapinya. Ujian-ujian ini pada dasarnya terletak pada dua
jalur, yaitu jalur hablum- minallah dan hablum-minannas. Pada kedua jalur ini,
Allah dan rasul-Nya telah menentukan "aturan main" bagaimana manusia harus
bersikap. Misalnya saja dalam jalur hablum-minnallah manusia diwajibkan shalat;
dan dalam jalur hablum-minannas manusia diwajibkan berbuat baik terhadap
sesamanya. Semua "aturan main" ini tertuang lengkap dalam Al-Qur'an dan Hadits
Rasulullah saw. Lihat lampiran 1 (halaman 461)
Barang siapa yang dapat tetap patuh melaksanakan " aturan main" ini, dengan
niat semata-mata karena Allah, maka ia disebut orang yang bertaqwa. Dan dia
akan memperoleh pahala yang kelak akan dirasakan kenikmatannya di akhirat
nanti. Jadi dengan perkataan lain, ladang tempat mencari pahala itu terletak
pada jalur hablum-minallah dan hablum-minannas,karena pada dua jalur inilah
Allah menguji ketaatan manusia mematuhi aturan-aturan yang ditentukan-Nya dalam
Al-Qur'an dan Hadits.
"Siapa yang mengajak ke jalan kebenaran maka ia beroleh pahala sebanyak
pahala yang diterima oleh orang- orang yang mengikutinya, tidak kurang sedikit
jua pun. Dan siapa yang mengajak ke jalan kesesatan, maka ia beroleh dosa sama
banyak dengan orang- orang yang mengikutinya, tidak kurang sedikit jua pun." HR
Muslim
Dengan demikian dapatlah dikatakan, kehidupan di alam dunia ini adalah arena
untuk mengumpulkan pahala bagi kehidupan akhirat. Semakin banyak pahala yang
berhasil kita raih, maka semakin tinggi pula tingkat kita kelak.
Mereka diberi pahala dua kali karena kesabarannya. Mereka menolak kejahatan
dengan kebaikan, dan mereka nafkahkan sebagian dari apa yang Kami berikan
kepadaya.
Q.S. 28 Surat Al Qashash (Kisah-kisah) Ayat 54
Tidak, barangsiapa menyerahkan seluruh dirinya kepada Allah, dan ia berbuat
kebaikan, baginya pahala pada Tuhannya. Tiada mereka perlu dikuatirkan, dan
tiada mereka berdukacita.
Q.S. 2 Surat al Baqarah (Sapi Betina) Ayat 112
Menurut hadits Rasulullah, ada tiga hal yang membuat pahala terus mengalir
meskipun kita sudah meninggal dunia. Yaitu : amal jariyah, anak-anak yang
shaleh dan ilmu yang bermafnaat. Secara prinsip ini mengandung makna yang luas,
yaitu pentingnya :pendelegasian". Amal jariyah dalam arti yang luas adalah
sarana dan prasarana dalam bekerja. Anak yang shaleh adalah sumber daya manusia
yang berkualitas (SDM), dan ilmu yang bermanfaat adalah iptek (ilmu pengetahuan
dan teknologi).
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---