Kalau saya membaca kisah ini ada perasaan sedih dan senang
membacanya.
Sedih karena melihat suatu bentuk kemisikinan lagi tapi senang ternyata
berakhir dengan happy ending (mendapat jaminan dari walikota untuk
membiayai Vika kuliah).
Banyak orang yang berhasil ternyata memang hidupnya susah
terlebih dahulu, namun mereka tidak mau menyerah dan mampu mengambil
kesusahan itu sebagai cambuk dan pelajaran menuju kesuksesan.
Bersekolah dengan berjalan kaki 45 menit bagi sementara orang
lain sangat sulit dan merupakan rintangan yang berat apalagi yang
tidak memiliki semangat juang, saya yakin bahwa dalam setiap
perjalanan menuju sekolah itulah tertanam dalam diri Vika
semangat untuk memperbaiki nasib, sementara mereka yang gagal
dalam mengelola kehidupan akan menyerah (tidak mau bersekolah)
karena kerasnya usaha harus mencapai tujuan kesana.
Terima kasih pak Walikota, anda telah melakukan suatu langkah
yang tepat.
Arnoldison
Thursday, June 14, 2007, 6:49:43 PM, you wrote:
ja> ----- Forwarded Message ----
ja> From: Andi - science <[EMAIL PROTECTED]>
ja> To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; cino <[EMAIL
PROTECTED]>; melli <[EMAIL PROTECTED]>; Rini <[EMAIL PROTECTED]>; bambang
<[EMAIL PROTECTED]>
ja> Sent: Friday, June 15, 2007 8:58:25 AM
ja> Subject: [Alumni FMIPA Unand] Vika Cikita, Putri Tukang Parkir yang Meraih
Nilai UN Terbaik se-Sumbar
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---