Baa kok kito paketel lingkunhan Ka urang Minag se dulu Etnis yang pernah besar 
Baik  Ranahnya yang pernah menjadi pusat Urang sekolah ke Ranah Ado sekolah 
Rajo Ado sekolah agamo yang kini banamo pasantren  Ado INS Begitu juga tokoh 
tokohnya politik agamo wartawan seniman pedagang dll Kok iko sajo kito cari 
ubeknyo dulu baa yo
Chaidir N Latief


----- Original Message ----
From: muhammad syahreza <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, June 20, 2007 3:37:38 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Entrepreneur


Disadur seperlunya dari milis sebelah
 
Oleh : Budi Dewobroto
 
Kalo berdasarkan pengelaman dan pengamatan, ada 4 hal yang kurang dimiliki anak 
muda Indonesia untuk mengembangkan potensi jadi entrepreneur, yang harus 
dibuatkan program yang holistik :  
1.      Pendidikan bisnis
2.      Lingkungan yang mendukung
3.      Networking
4.      Regulasi 
Alasan kenapa 4 hal diatas yang ditulis, Pertama pada kenyataanya memang kurang 
sekali pendidikan bisnis diberikan.  Kurikulum pendidikan indonesia dari 
tingkat dasar hingga pendidikan tinggi lebih mendidik lulusan sekolah kita jadi 
karyawan.   Itupun tidak lengkap.  Makanya selalu timbul gap antara lulusan 
pendidikan tinggi dan industri, atau istilah kerennya tidak ada link and 
match...wuiiihhh.....  Lulusan pendidikan kejuruan juga diarahkan jadi tenaga 
kerja terampil..., dicatat.. tenaga kerja.   Jadi harus diakui bahwa pendidikan 
yang mendorong terciptanya pebisnis dikalangan pemuda lumayan minim..., dalam 
hal ini yang gampang-gampang aja deh, pendidikan keuangan....kalo kata Robert 
Kiyosaki...melek keuangan atau bahasa Jawa-nya Financial Literacy. Yang namanya 
keuangan itu sangat jarang disentuh di banyak fakultas non ekonomi, kalaupun 
ada yah paling 2 semester ..bener gak? Terus yang cukup penting adalah 
Pemasaran Strategic...bukan sekedar gimana cara melakukan
 pemasaran...4P untuk barang, 7P untuk jasa plus STP dan turunannya seperti 
yang diajarkan Kottler.   Banyakkan kasus UKM yang punya produk bagus, harga 
bersaing tapi gak bisa jualan...jangankan sales, marketing aja bingung, mau di 
lempar kemana produknya....ya karena itu tadi.  Nah yang paling penting nih 
masalah Mind Set and Paradigma...anak sekolah di Indonesia sudah dibentuk 
mindset-nya oleh sekolah, lingkungan dan keluarga bahwa lebih aman, nyaman dan 
sejahtera kalo cari kerja yang bagus dan jadi karyawan yang rajin, biar cepet 
naik gaji dan munggah jabatan...yo opo tho?.  Jadinya, begitu lulus ya ngelamar 
kerja di perusahaan, kalo bisa Multi National Company.  Makanya lumayan susah 
menumbuhkan jiwa entrepreneurship dikalangan masyarakat.  Yang kedua itu 
Lingkungan.  Karena Mindset karyawan itu tadi, maka masyarakat yang mencoba 
terjun jadi pengusaha itu pada banyak kasus tidak didukung oleh lingkungan, 
yang paling dekat aja, keluarga.   Mungkin ada juga yang
 keluarganya mendukung, tapi rata-rata yang dapat dukungan dari keluarga itu 
yang memang datang dari latar belakang pebisnis, besar ataupun kecil.  
Ketiadaan network juga jadi hal yang cukup menghambat, ditambah lagi ketiadaan 
akses untuk mengembangkan networking,...keciaaann deh.  Yang terakhir Regulasi, 
maksudnya apa?  Maksudnya ketidaktahuan akan regulasi, peraturan dan prosedur 
yang diperlukan untuk berbisnis ini cukup membantu dalam menciptakan stagnasi 
perkembangan kualitas dan kuantitas pengusaha di Indonesia.   Termasuk 
didalamnya pengetahuan tentang perijinan, aturan kredit dari perbankan, pajak, 
dokumen-dokumen, prosedur ekspor, merek, lisensi dan lain-lain masih banyak 
lagi.  Oleh karena itu, perlu dibuat suatu cara agar ke empat hal diatas dapat 
difasilitasi dan masyarakat bisa memiliki akses untuk mendapat 'ilmu'nya. 
.  
Tinggal dibuat suatu rangkaian program yang integral dan memiliki benang merah 
dengan mengadakan gathering dan sharing antara pengusaha yang sukses dengan 
calon pengusaha.   Dengan program ini 4 hal yang disebut diatas akan dengan 
sendirinya terpenuhi. Pendidikan bisnis dengan pola dari dan untuk peserta yang 
lebih berbasis pada pengalaman dan kasus bisnis yang dihadapi sehari-hari akan 
lebih terserap dan mudah di adopsi para peserta dalam menhadapi permasalah 
bisnis masing2.   Networking, jelas, visi networking-nya akan tercapai dengan 
sendirinya.  Bayangkan 20an pengusaha bertemu dalam suasana santai, saling 
belajar dan berkenalan, melontar dan menangkap ide, kalo gak terjadi 
networking...ya salah pesertanya sendiri dong ah.  Nah, biasanya masalah yang 
paling bikin sedih kalo mau jadi pengusaha, apalagi waktu start-up bisnis 
biasanya timbul pada perasaan sendirian, gak punya temen, bingung...kalo ada 
masalah tanya kesiapa, mau curhat sama siapa, cari nasihat yang jitu ke
 siapa...hiks.   Dengan program ini, paling nggak kan para pengusaha ini, baik 
pemula ataupun yang sudah maju tidak merasa sendirian, ada lingkungan yang bisa 
membantu, mendapat support, merasa terdukungi-lah...halaah.   Sebaiknya ya 
dibuat suatu komunitas, OTB dan non-partisan, jadi suasananya bisa lebih akrab 
dan tulus...semogaJ.  Terakhir, ya pengetahuan akan regulasi dan perpajakan sih 
harusnya bisa saling dibagi juga disini, ya nggak?. 
 
Mindset, Paradigam dan motivasi seorang entrepreneur 
Peluang usaha, ide bisnis dan Perencanan Bisnis 
Business law, termasuk perijinan, prosedur dan pajak, kalo perlu HaKI sekalian. 
Networking dan komunikasi bisnis termasuk negosiasi dan persuasi 
Manajemen usaha secara umum 
Perencanaan dan manajemen keuangan, bisa personal atau juga bisnis 
Pemasaran strategik, penjualan dan saluran distribusi 
Investasi dalam bisnis, termasuk hubungan dengan pemodalan bank dan non bank 
IT dan e-commerce, termasuk internet business and marketing 
Creative business 
Bisnis Entertaintment 
Franchise dan life style business termasuk resto, café dll 
dan lain-lain kalo masih ada 



       
____________________________________________________________________________________
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play 
Sims Stories at Yahoo! Games.
http://sims.yahoo.com/  
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke