Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakaatuh

Kanda Mulyadi, Ajo Duta kanda Ojie, dan dunsanak
kasodonyo. Tarimokasih ateh dukungannyo.

Terus terang saja, bagi saya mencintai itu tidak perlu
terlalu menggombal, yang perlu itu adalah pembuktian
dari kata, ketetapan hati dan perbuatan, sebagaimana
adanya iman pun seperti itu, walau dalam menghadapi
cinta kita itu berbagai gelombang arus kehidupan
banyak onak duri aral melintang yang harus dilampaui,
karena mencapai kecintaan yang sejati tidaklah
gampang.Begitulah hakikat cinta saya sebenarnya ke
Ranah Minang. 

Selama ini kritikan saya terhadap implementasi
masyarakat Minang terhadap adat Minang sebenar-benar
kritikan untuk membangun dan rasa cinta yang tinggi
kepada Minang, yang mana saya tau betul, kalau cinta
keseseorang bukan hanya menerima saja, tetapi kita
perlu membangunnya, membenahi kesalahan yang pantas
untuk dibenahi.Bukan cinta pada sesuatu namanya, kalau
kesalahan yang kita lihat kita biarkan saja, atau
bahkan malah kita pertahankan kesalahan tersebut
apabila jelas nyata itu benar-benar menyimpang dari
jalan AlQuran dan Assunnah. Dan bukan cinta namanya
kalau tanpa adanya realisasi perbuatan terhadap cinta
tersebut, kalau soal mengomong saja, siapa sih yang
ngak bisa ngomong, anak kecil juga pandai mengomong
saya pikir.

Jujur aja, cinta pertama saya pada Ranah Minang, saya
buktikan pertama sekali, dengan lebih memilih jadi
guru setingkat SLTA, ketimbang jadi dosen di Sulawesi.
Saat itu saya diterima jadi dosen tapi di Sulawesi,
jadi pegawai, tapi di BKT.Saya pilih BKT, meski saya
harus mengorbankan image yang lebih tinggi yaitu
dosen, makanya saya sedikit aneh melihat seseorang
terlalu bangga dengan jabatannya sebagai dosen atau
apalah, apalagi kalau merendahkan guru, pegawai
dibawah itu.Saya juga dosen sebenarnya, tetapi yang
saya tampilkan kediri saya justru guru tersebut,
karena tanpa seorang guru, murid tidak bisa naik
kejenjang PT. Sekali lagi saya juga dosen di PT
swasta, dan guru di Negeri, insayAllah kalau Allah
mengizinkan akan pindah juga dosen.

Kalau dipikir-pikir betapa sedikitnya tunjangan
pegawai, ketimbang dosen, tetapi saya lebuh memilih
Ranah Minang kala itu ketimbang Sulawesi. Pilihan yang
berat, sekali lagi itulah bukti cinta saya ke Ranah
Minang.

Kemudian, baru dua bulan yang lalu, saya diminta Irjen
untuk pindah jadi dosen di UIN Jakarta.Saya jawab,
ngak Pak, saya ingin di Sumbar aja, saya menantikan
Rektor IAIN memanggil saya.Dan sebenarnya sudah ada
arah kesana, hanya saja kepala sekolah sangat berat
melepaskan saya, yang beliau ini sangat menyayangi
saya(padahal dulu sebelum mengenal saya, dari
teleponan saja, kita dah bersikerasan, tapi begitulah
tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta
kata orang).

Dan untuk masalah ceramah, jujur saya sering dipanggil
ceramah dimesjid-mesjid, terkadang mereka bilang:" Bu,
maaf yah, amplopnya sedikit, ngak sebanding dengan
ilmu yang ibu berikan", saya justru tertawa saja,
amplop itu bukan pula saya yang buka, orang lain, saya
berikan ke anak-anak juga orang lain, ngak ada sama
sekali saya ambil.Bagi saya cukuplah gaji yang saya
terima, mana kiriman dari suami juga dah cukup banyak,
tetapi dikasih saya ngak pernah menolak koq, seperti
kemaren seminar, saya kaget uang yang saya terima 10
kl lipat dari ceramah2 saya di mesjid2.Dan yang buka
amplopnya juga bukan saya, teman saya tersebut.

Dan ketika menaiki rumah di Biaro, betapa banyaknya
teman-teman minta diundang makan. Apa saya katakan:"
Saya akan mengundang makan bukan orang-orang kaya,
tetapi tukang-tukang dan anak-anak yatim, tidak
sebagaimana biasanya yang diundang adalah
teman-temannya yang kaya saja. 

Saya lebih memperhatikan  orang-orang tak mampu di
Sumbar ini, jadi tak heran juga banyak yang merasa
kehilangan saya tetangga dirumah saya yang lama,
karena kehadiran saya bagi mereka merupakan sumber
mata pencaharian juga buat mereka. Saya tidak begitu
susah mencari orang-orang untuk membantu saya, karena
saya tidak pernah pelit dan perhitungan terhadap
keuangan, saya percaya "orang kikir sulit rezekinya,
orang pemurah, gampang rezekinya, saya yakin sekali
akan hal ini, karena saya merasakan sekali betapa
murahnya rezeki saya selama ini, karena memang betapa
saya tak pernah mau KIKIR , sebagaimana juga saya
tidak akan pernah mau berburuk sangka pada siapapun
didunia ini". 

Satu hal, saya bangsa manusia yang tidak bisa
melupakan jasa-jasa orang lain kesaya, seumur hidup
saya akan saya kenang jasa tersebut, namun saya
berusaha melupakan kejahatan seseorang pada saya,
karena saya sadar betul tak ada gading yang tak retak,
tak ada didunia ini manusia yang sempurna, itu
sebabnya saya bisa melupakan kejelekan seseorang
terhadap saya, karena saya sadar, saya juga banyak
kejelekan dan kekurangan diri. Menempatkan posisi saya
diposisi orang lain, dan mencoba untuk menilai sesuatu
secara objektif.

Terimakasih, wassalamu'alaikum. Rahima.
--- Ojie Said <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Assalamua'laikum WW
> 
> Ambo juo ikuik salut jo bangga jo sanak Rahima.
> Indak sadao urang bisa ma ambiak kaputusan sarupo
> iko. Sasudah marantau kamano mano tapi putusan
> terakhir ado di ranah. Ambo badoa supayo apo sajo
> nan Sanak Rahima karajokan bisa manjadi bamanfaat
> dan sukses. Jadikan kritik (kalau ado) untuak
> mancambuak untuk maju.
> 
> Wassalam
>  
> Ojie Said
> 
> ----- Original Message ----
> From: dutamardin umar <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Friday, June 22, 2007 5:20:48 PM
> Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Alhamdulillah Terimakasih
> 
> Alaikumsalam dinda Rahima.,
>    
>   Ambo bangga Rahima lai namuah pulang ka ranah
>   untuk membangun nagari. Tabayang Ima banyak
>   mangucap "Astaghfirullah" maliek manusia Minang
>   kini di kampuang. Dari Siantar ke Cairo kemudian
>   ke Biaro. yo bana keputusan nan unik tapi mantap.
>    
>   Biasonyo kaliber macam Ima-ko bisa sibuk di
> Jakarta
>   dakwah kaingkin kamari. Amplop pun sasak di tas.
>   Dakwah di kampuang? ka dusanak sendiri, iyo indak
> mudah.
>    
>   Semoga Allah SWT selalu memberi bimbinganNYA pada
> Ima.
>    
>   Salam dan salut dari anak Tebingtinggi Deli
>    
>   ajoduta
>


 
____________________________________________________________________________________
Don't get soaked.  Take a quick peak at the forecast
with the Yahoo! Search weather shortcut.
http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#loc_weather

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke