Pak Azmi Yth
Sajuak hati kalau mancaliak wajah ganteng dan bersemangat pak Azmi
Diantara semua yg hadir yg paling gagah saya amati adalah pak Azmi. Disamping
gagah juga kebapakan dg ilmu yg luas, dapat saya baca dari buku yg telah bapak
terbitkan.
Bapak bukan hanya penulis tapi sangat menguasai dan memahami, sehingga tanpa
pikir keluar saja semua ungkapan minang dengan pantun dan pepatah petitihnya
Semua yg bapak katakan bagus di tulis agar jadi perbendaharaan dan kekayaan
minang
Tak banyak orang yg seperti pak Azmi
salam teriring do'a
K Suheimi
azmi abu kasim azmi abu kasim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Padang 21 Juni 2007
Assalamualaikum w.w.
Bapak Dr.H.K.Suhaimi Nan ambo hormati.
Ambo sangat sanang basuo jo Pak Suhaimi pado Acara Lokakarya di UNAD kalau
sabalunnyo pada saat barado didepan komputer ambo alun bisa mambayang wajah
Bapak, tapi kini alah tabayang taruih orangnya baik lembut santun seperti alur
tulisanyo milis nangko.Ambo mangikuti acara sampai hari terakir sesi pertama.
Kini ambo singgah dulu kakampug ka Maninjau mudah-mudahan lain kali dapek awak
basuo baliak, mohon maaf jikok ado kasalahan
Wasalam,
Azmi Dt.Bagindo
P U Y U H
Oleh : Dr. H. K. Suheimi
Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Ungkapan itu tepat
rasanya bagi puyuh. Dulu saya tak kenal dan tak tahu serta tak memgerti
puyuh, tapi ketika pekan yang lalu seor­ang pasien memberi 200 ekor puyuh
berikut sarangnya, barulah saya mengerti. "Cobalah pelihara puyuh ini, pak
!". Katanya bersemangat "Nanti bapak akan rasakan betapa banyak faedahnya".
"Puyuh ini tak pernah sakit pak, tidak seperti ayam, yang kalau sakit seekor
diikuti oleh yang lain, sehingga bisa-bisa sekandang ayam itu musnah, tapi
puyuh tak pernah sakit, asal tidak kena hujan" Ulasnya lagi. "Karenanya
tidak perlu di suntik dan tak perlu diimmunisassi".Komentarnya, "Dan puyuh ini
tiap hari bertelur Pak" cilotehnya dengan bersemangat dan membakar semangat
saya yang dilihatnya masih ragu-ragu.
Sejak hari itu, minggu yang lalu saya mulai memelihara Burung puyuh
sebanyak 200 ekor didalam sebuah kandang ukuran panjang 120 cm, lebar 90 cm
dan tinggi 150 cm, cukup kecil hanya memakai tempat sesudut kecil dari
pekarangan. Memang seperti yang di katakannya. Hari pertama puyuh itu bertelur
sebanyak 93 buah, besoknya 110 buah dan sekarang rata-rata puyuh itu
bertelur sebanyak 128 buah setiap hari. Betapa enak dan asyik memilih
telur-telur puyuh sebanyak itu. Lalu saya teringat petuah orang tua-tua
dahulu. "Kalau kamu sedang lesu, tak bertenaga, kurang gairah, makanlah
telur puyuh". Ternyata telur puyuh itu lezat, tidak berbau anyir dan tidak
terasa pahit seperti telur-telur yang lain. Walaupun ketika mentah, separo
matang atau waktu di rebus dan di goreng atau di jadikan seperti "bak so"
atau di campurkan kedalam sup, ternyata lezat dan gurih. Apa yang di
katakan oleh orang tua itu saya rasakan, sewaktu selesai melahap
telur puyuh badan terasa lebih kuat, sehat dan segar dengan gairah yang
tinggi. Saya ngak tahu zat dan hormon apa yang terkandung dalam telur
puyuh, tapi begitulah yang saya rasakan. Apalagi ketika saya saksikan
puyuh-puyuh itu tak pernah istira­hat, berlari kesana kemari, sangat
lincah , sangat aktif, gesit dan siang malam bergerak, siang malam, makan
dan siang malam berkawin, juga ngak pernah sakit-sakitan, kata si pembawa
puyuh.
Akhirnya saya tertarik dan suka menyantap telur-telur puyuh. Yang saya
rasakan seperti apa pituah orang tua-tua. Disaat semangat kendor, badan
letih dan lesu, gairah kerja menurun, maka telur puyuh agaknya dapat membantu
dan merubah suasana yang demikian.Yang paling terasa manfaatnya puyuh-puyuh
ini adalah untuk anak saya Irdhan yang sekarang sedang duduk di bangku SMP I
kelas II. Karena puyuh ini dia yang memeliharanya berdua adiknya Ir­syad.
Tiap pagi dia bekerja membersihakan kandang puyuh dan
kotoran puyuh itu di simpannya dalam sebuah lobang selama semi­nggu,
kemudian dapat di olah menjadi pupuk yang sangat baik untuk menyuburkan bunga
dan tanaman serta bisa pula di serakkan ke dalam kolam sebagai makanan ikan.
Dua kali sehari Irdhan memberi makan puyuh dan menambah airnya yang sudah
kering. Dan dua kali sehari pula dia memilih telur-telur yang berserakkan di
masing-masing sarang puyuh itu. Dengan demikian waktunya terisi.
Seka­lian dalam dirinya terbit rasa menyayangi binatang, terutama
puyuh. Selalu di monitornya kalau-kalau ada puyuh yang terjepit dan tersepit
atau yang tampak kurang sehat. Memang menanamkan rasa sayang pada binatang
pada anak-anak perlu, bisa dengan cara dia di serahi tanggung jawab mengontrol
dan mengamati hewan piara annya. Di tangannya ada sebuah buku, didalam buku
itu tercatat berapa telurnya per hari dan berapa makanan yang di berikan, dan
berapa keiuntungan yang di peroleh. Secara tak langsung
dia sudah belajar pembukuan sederhana. Yang paling penting saya rasakan
adalah waktunya jadi banyak di rumah. Karena untuk anak-anak sebesar
Irdhan kelas 2 SMP sampai kelas 2 SMA adalah masa-masa rawan bagi remaja.
Dan saya takut kalau ada diantara anak-anak ini yang terperosok kedalam
pergaulan yang mengerikan. Maka un­tuknya saya berikan tugas yang
mengasyikkan, sekaligus menyenang­kan serta mendatangkan hasil. Ternyata
dari penghasilannya dia dapat memmenuhi kebutuhan hari-harinya dan
sedikit memenuhi kebutuhabn sekolahnya. Saya cuma ingin mengajarkan hidup
mandiri padanya. Terasa benar puyuh-puyuh ini memberikan manfaat untuk
pendidikan anak serta mengajar dia jadi pengusaha kecil-kecilan, dari pada dia
membuang waktunya secara tak keruan.
Kemarin hati saya gundah, fikiran ini kacau. Maka saya coba menghibur hati
ini dengan berdiri di depan kandang puyuh. Dengan menyaksikan puyuh yang
berlompatan, berlarian, lincah bergelut sesama teman, dan ada juga yang
mencoba terbang. Dan mendengar kokok dan bunyi-bunyi puyuh jantan yang ribut
dan menmgasyikan menyebabkan saya terhibur di depan kandang puyuh. Sejenak
saya dapat melepaskan kelehan jiwa dan keresahan yang tak menentu. Saya
larut meyaksikan permainan-permainan puyuh itu. Cukup lama saya di depan
kandang puyuh, dan selepas menyaksikan puyuh-puyuh itu terasa beban yang
menyesak itu jadi reda, persoalan makin berkurang dan fikiranpun menjadi
jernih. Banyak 'iktibar dan ajaran yang di persdapat dari mengamati
puyuh-puyuh. Ternyata puyuh bisa jadi obat stress, ternyata puyuh dapat
menghibur disaat tidak menemui hiburan lain. Dan akhirnya saya semakin
menyayangi puyuh-puyuh itu. Baunyapun tidak sebusuk bau ayam, dan
makannannyapun tidak sebanyak makanan ayam. Merawatnyapun tidak sepayah
merawat ayam. Ruangan yang di perlukanpun tidak sebesar kandang ayam. Untuk
200 ekor cukup memakan tempat 90 X 120 X 150 Cm. Begitu umur puyuh itu 41
hari, dia mulai bertelur. Setiap hari dia bertelur sampai umurnya 2 tahun,
apalagi kalau dapat makanan Comfeed yang tidak mahal tapi merangsang
nafsu makan puyuh dan merangsang keinginannya untuk bertelur setiap hari.
Saya tak tahu, mulanya saya tidak mengenal puyuh, tapi setelah memliharanya,
ternyata dia sangat bermanfaat. Kadang-kadang timbul keinginan saya
mengajak para orang tua yang punya masalah dalam mendidik anak-anak dan punya
masalah dalam membayar uang pendidkan anak-anak. Agaknya puyuh merupakan
satu alternatif. Dengan sedikit ruang di sudut pekarangan bisa membantu dan
menye­lesaikan masalah rumit itu. Juga bagi mereka yang sering
menderi­ta stress, agaknya puyuh dapat sedikit meringankan
beban dan penderitaan itu. Saya teringat kepada Nabi Sulaiman yang Tuhan
telah berikan ilmu mengenai burung-burung ini. Sehingga dengan memanfaatkan
burung-burung nabi Sulaiman jadi berjaya dan jadi kaya. Dan semua ilmu yang
di peroloeh oleh NAbi Sulaiman adalah dalam rangka bertasbih dan mengingat
Tuhan. Dengan demikian nabi Sulaiman selalu dekat dengan Tuhannya. Dan
sayapun mengucapkan puji syukur pada Tuhan yang telah memberikan nikamt dan
ilmu_Nya melalui puyuh-puyuh ini. Yang jelas saya senang dan saya lega.
Puas melihat hasil yang di capai dan di peroleh. Untuk itu saya teringat
akan sebuah Firman Suci_Nya dalam Al_Qur'an surat Al nbiyaa' ayat 79:
"Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum.
dan kepada masing-masing mereka telah Kami beri­kan hikmah dan ilmu dan
telah Kami tundukkan gunung-gunung dan
burung-burung. Semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang
melakukannya".
P a d a n g 17 Mai 1994
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel
and lay it on us.
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---